Tag Archives: write and life

Jadilah! Dan Pasti Terjadi!

6 Des

“Dalam Segala Musim, Tuhan Maha Penyayang”

Pernah mengalami suatu kejadian kah, teman-teman, dimana kita selalu bilang, „ini pasti ga bisa“? Entah tidak bisa dilaksanakan, entah budgetnya tidak cukup, atau sebab-sebab lain, tapi ndilalah ya kejadian juga, seperti ada keajaiban yang membuatnya terjadi. Belakangan ini saya sering mengalaminya, di saat titik kepasrahan benar-benar penuh diserahkan pada Tuhan dan alam semesta.

Di satu sisi, saya orangnya keukeuh, di sisi lain setelah keukeuh kerja keras dan hasil yang diinginkan tidak terjadi juga, ya wis lah saya pasrah, bukan rejeki saya memang, toh rejeki tidak pernah salah alamat, dibagi-bagi sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing orang. Biar Tuhan memutuskan apa yang terbaik buat saya, cara pikir nyantai yang biasa saya pakai untuk mengerem segala kecamuk pikiran, obat anti stress. Namun di saat seperti ini biasanya keajaiban menghampiri saya.

Kasus nyata keajaiban yang beberapa waktu lalu terjadi kepada saya, dari hal-hal kecil sampai hal-hal besar: Hmmm dilamar oleh teman saya sendiri, dapat ganti budget yang tidak diperkirakan dimana cukup membuat saya risau dengan cara cepat dan tak terduga, berlanjutnya aplikasi beasiswa tanpa references, dan sentilan mengenai keajaiban dari kitab suci yang saya baca (muncul berulang-ulang tanpa bosan), serta pembicaraan pagi yang menginspirasi di kosan. Mendadak saya merasa kurang bersyukur… .

Tuhan sebagai pembuat skenario paling baik, tahu persis bahwa memberi pemahaman pada manusia di satu sisi harus menggunakan keajaiban dan di sisi lain harus menggunakan logika dan penalaran. Saat logika bilang mentok, adalah waktu bagi keajaiban untuk beraksi. Yang sering baca blog saya pasti tahu lah, ada waktunya saya galau karena belum ketemu lelaki yang pas untuk menjadi suami. Dua tahun belakangan akhirnya pasrah. Ya sudahlah, jodoh rumah tangga pasti akan datang di waktu yang tepat dan tidak terduga, dan itu benar-benar kejadian lho. Di sela trip saya ke Sumatera, tidak ada hujan tidak ada angin, eh dilamar oleh teman saya sendiri. Jadi kalau ada yang nanya ke saya sekarang gimana caranya ketemu jodoh, saya akan bilang „travelling-lah sebanyak-banyaknya“ 😀

Cerita lain datang saat keuangan saya benar-benar dalam kondisi seret, dan mendadak ada pengeluaran tak terduga. Sakitnya tuh disini! Bagaimana caranya harus survive beberapa waktu ke depan? Bisa ga ya? Setelah episode bete seharian dan pusing tujuh keliling hingga beruban, akhirnya pasrah saja. Ya mau gimana lagi, akhirnya cuma bisa berdoa “cukupkan ya Allah dan tambahkan rejeki saya”, ebuset ga perlu lama-lama seperti nunggu dana cair dari lembaga, rejeki dari Tuhan keesokan harinya sudah muncul di layar handphone “bon-bon dikumpulin ya, nanti diganti semua pengeluaran”, yihaaaa sorak saya dalam hati.

Kejadian aneh lainnya saya alami terkait aplikasi beasiswa yang saya inginkan. Saya sudah submit nama pemberi referensi saya, dan mereka sudah saya ingatkan untuk cek e-mail, namun ternyata komite beasiswa belum menerima e-mail juga dari para references saya. Yo wis, saya pasrah, ga bisa lanjut lah aplikasi ini. Eh ndilalah pagi-pagi, hari ini, saya mendapati e-mail dari empunya pemberi beasiswa bahwa mereka akan melanjutkan aplikasi beasiswa saya ke step lanjutan dan akan diberi kabar pada bulan Februari 2015. Saya diminta untuk mendaftar ke Universitas yang saya maksud di aplikasi. Kontan saya ucek-ucek mata berkali-kali, bangun tidur pula. Ini keisengan Tuhan yang mana lagi sambil ngakak kenceng-kenceng.

Dalam pikiran saya segera berkelebat bahwa tidak pernah ada kebetulan di dunia ini. Dengan memberikan keajaiban-keajaiban ini kepada saya, skenario hidup mana lagi yang Tuhan ingin saya laksanakan? Tugas seperti apa yang Tuhan ingin berikan? Tapi tidak lama saya memikirkan itu, karena saya harus memikirkan step yang lain dulu, kembali berkejaran dengan waktu dan rasa malas dalam melayangkan aplikasi kepada universitas-universitas yang dimaksud 😀

Setelah mendapat kabar ajaib pagi tadi, saya pun membuka kitab suci agama saya, mencari-cari jawaban di dalamnya. Hal ini semacam kebiasaan saya saat sedih ataupun gembira supaya hati tenang dan tak terlena. Saya buka halaman yang sudah saya beri pembatas, di lembar itu memuat tulisan “Kun Faya Kun”, terjadilah apa yang Tuhan inginkan untuk terjadi. Hati saya tergetar, saya pun ingat di lembar sebelumnya yang saya baca waktu lalu juga memuat kata-kata tersebut, apabila Tuhan berkehendak, tidak ada kata mustahil 🙂

Tidak pernah ada kebetulan, yang Tuhan inginkan untuk terjadi, maka akan terjadi walaupun kita sudah terang-terangan protes menolak setiap kejadian. Udah terima aja lah, persiapkan wadah hatimu untuk bisa menerima lebih banyak lagi, kurang lebih seperti itu mungkin canda malaikat saat kita protes teriak-teriak atas keputusan Tuhan. Saya pun melirik e-mail, ada notifikasi masuk dari “Sejenak Hening”, tulisan yang harus saya edit, temanya kali ini mengenai orang tua. Rasanya saya tahu untuk siapa tulisan ini dan mengapa disampaikan ke tangan saya untuk saya edit dan diteruskan kepada orang lain. Dan dibalik sayup-sayup cicit burung pagi ini, sontak saya mendengar curhatan dua orang penghuni kosan di ruang tamu.

“Emang gaji kamu berapa?”, lawan bicaranya menjawab, “1,5 juta lah bersih”, kembali sang penanya berkata, “kok di bawah UMR, emang cukup?, hari gini cukup buat apa uang segitu di Jakarta?”, yang ditanya pun menjawab, “ya dicukup-cukupin lah. Bayar kosan, transport, makan, paling itu aja kan. Ya udah. Kalau selalu nanya cukup apa enggak, ya ga akan pernah cukup lah buat manusia”. Saya terharu…. Atas besarnya hati teman saya, atas cukupnya merasa segala rejeki. Saya mendadak malu, sungguh malu atas kurangnya rasa syukur saya. Banyak orang lain yang tidak seberuntung saya padahal. Saya ambil laptop dan jadilah tulisan yang kalian semua baca saat ini.

Buat yang baca blog saya, please jangan meremehkan orang ya, siapa tahu orang yang kita remehkan atau tidak kita sukai amalan kebaikannya jauh melebihi kita. Hatinya lebih pemaaf dan luas daripada yang kita miliki. Yuk berikan kebaikan pada semesta, meskipun hanya berbentuk pemikiran positif, dan rasakan nikmatnya saat semesta balik menyayangimu. Buat saya, rasanya seperti diketapel sekeranjang rejeki oleh Tuhan. Ajaib! Sakit tapi enak 😀

Duh Gusti, terima kasih atas segala pemberianMU ^_^.

Dieng Plateu – Wonosobo: Menyusuri Akar Keluarga di Tempat Tertinggi ke Dua di Dunia

24 Okt

Setelah Nepal, tempat tertinggi itu ada di Indonesia. Namanya Dataran Tinggi Dieng. Suatu tempat di Jawa Tengah yang melimpah ruah hasil pertaniannya. Suatu tempat yang salah satunya jadi asal muasal keluarga saya. Tempat dimana lidah akan dibuai mesra oleh penganan bernama kentang goreng, purwaceng, dan carica 🙂

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Welcome to Dieng!

Terbagi atas dua kabupaten, Banjarnegara serta Wonosobo, Dieng menyimpan berbagai kekayaan budaya. Dieng Kulon masuk wilayah Banjarnegara, sedangkan Dieng wetan masuk wilayah Wonosobo. Perhiasan mata di wilayah Dieng ini adalah pegunungan Sindoro – Sumbing. Uniknya lagi adalah homestay yang saya tempati selama di Dieng masuk wilayah Banjarnegara, sedangkan tempat wisata yang banyak saya kunjungi masuk ke wilayah Wonosobo. Sekali jalan, dua kabupaten terlewati.

Perjalanan ke Dieng juga bukan sesuatu yang saya rencanakan, hanya menyambut ajakan seorang kawan lama. Pada pertengahan Oktober 2014 lalu saya pun mengunjungi kampung halaman kakek buyut saya dari pihak ibu. Sebelumnya tidak pernah sekalipun saya menginjakkan kaki di Dieng.

Yang paling “dodol” dalam perjalanan kali ini adalah, saya tidak tahu sama sekali kalau pagi pagi buta rombongan akan menanjak ke bukit Sikunir untuk menyambut matahari terbit, dalam arti kata perbekalan yang saya bawa tidak untuk menembus udara dingin pagi dan menanjak gunung. Akhirnya malam hari setelah sampai di Dieng saya segera berbelanja topi penghangat, sarung tangan, serta kaos kaki untuk perjalanan esok pagi 😀

Saat saya turun dari bukit Sikunir, setelah melihat sunrise, kurang lebih pukul setengah tujuh pagi, pemandangan kaki bukit adalah danau yang indah ala Eropa serta barisan pengamen bersuara merdu dengan berbagai alat musik. Ah, dalam hati diam-diam saya menyapa kakek buyut saya yang sudah meninggal, “Kakek, indah nian tempatmu berasal”. Akhirnya usai minum teh hangat dan mencicipi mendoan ala karesidenan Kedu ini, kami pun pulang ke homestay untuk mandi dan melanjutkan trip ke tempat-tempat lain, tempat dimana beberapa waktu yang lalu mungkin kakek buyut saya sempat menginjakkan kakinya sebelum merantau ke Malang.

Oya, kalau Anda ke Dieng, pastikan tempat-tempat berikut Anda kunjungi. Saya sudah kesana, jadi ini rekomendasi buat Anda:

  1. Kawah Sikidang
SAMSUNG CAMERA PICTURES

Narsis di Kawah, untung ga meletus 😀

Di bawah Kawah Sikidang adalah dapur magma, asap yang mengebul dari lubang-lubang kawah serta bau belerang sebagai buktinya. Dapur magma ini menghasilkan panas dan energi dengan tekanan yang sangat kuat. Apabila tekanan ini mencapai puncaknya, maka akan terjadi letusan dan terbentuk sebuah kawah baru. Nama Sikidang diambil dari kata “kidang” yang berarti kijang. Keunikan kawah ini adalah kawah utamanya selalu berpindah, seolah meloncat mencari tempat baru. Lubang besar tepat di bagian depan kompleks adalah bekas kawah utama sebelum dia merasa “bosan” dan meloncat berpindah ke lubang yang lain.

Sewaktu saya berkunjung ke sana, saya melihat pipa-pipa penyaluran geothermal untuk pembangkit tenaga listrik melintang di sana-sini. Plus graviti yang merusak mata, serta anak muda yang berlatih motor cross di sekitar wilayah kawah. Ada baiknya pendidikan lingkungan digalakkan ke masyarakat, ngapain jauh-jauh melihat pemandangan alam kalau cuma mau ngerusak keindahannya dengan graviti.

2. Candi Arjuna

SONY DSC

Ga dapat foto yang bagus, ngambil dari foto orang..hahahah..cek di coretanpetualang.wordpress.com ya

kompleks Candi Arjuna yang merupakan salah satu candi tertua di Jawa. Di dalam kompleks ini hanya tinggal 5 candi berusia lebih dari seribu tahun yang masih berdiri dengan kokohnya. Kompleks candi Arjuna diperkirakan dibangun pada tahun 809 M dan merupakan tempat pemujaan Dewa Siwa. Hal ini terlihat dari adanya Lingga dan Yoni di dalam candi utama, serta arca Dewi Durga, Ganesha, dan Agastya di relung-relung bangunannya.

Kompleks candi ini pertama kali ditemukan oleh seorang tentara Inggris bernama Van Kinsbergen pada tahun 1814. Berbeda dengan candi-candi lain yang sebagian besar ditemukan terpendam di dalam tanah, candi-candi di dataran tinggi Dieng ini pada waktu itu terendam air rawa-rawa. Proses pengeringan dimulai lebih dari 40 tahun kemudian. Entah siapa yang memberi ide, candi-candi ini kemudian diberi nama sesuai dengan nama-nama tokoh pewayangan oleh penduduk sekitar. Candi utamanya adalah Candi Arjuna, yang berhadapan dengan candi berbentuk memanjang dengan atap limasan yang sering disebut sebagai Candi Semar.

3. Menyambut sunrise di Sikunir

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Sunrise yang cukup dramatis di Sikunir

Bukit Sikunir terletak di Desa Sembungan pada ketinggian 2.350 meter di atas permukaan laut. Melihat matahari dari Sikunir cukup istimewa karena berlatar belakang pegunungan Dieng dan Gunung Sindoro. Tapi apabila ingin lebih istimewa lagi,, bisa dicoba melihat sunrise dari atas gunung perahu.

4. Dieng Theater

Theater Mini yang terletak di bukit Sikendil dengan bentuk Bangunan yang didesain klasik dan berkapasitas 100 tempat duduk. Dieng Theater dilengkapi dengan sistem audio visual yang memadai sehingga para wisatawan dapat melihat pemutaran film tentang sejarah Dieng serta obyek yang ada di Dataran Tinggi Dieng dengan  durasi kurang lebih 23 menit.

5. Talaga Warna

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Talaga warna bernuansa Eropa

Nama telaga Warna sendiri diberikan karena fenomena alam unik yang terjadi di tempat ini, yaitu warna air dari telaga tersebut yang sering berubah-ubah. Terkadang telaga ini berwarna hijau dan kuning atau berwarna warni seperti pelangi. Fenomena ini terjadi karena air telaga mengandung sulfur yang cukup tinggi, sehingga saat sinar Matahari menimpanya, warna telaga nampak berwarna warni. Telaga Warna berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut

6. Talaga Menjer

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Telaga Menjer dan perahu yang disewakan

Telaga ini berada di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut, dengan luas 70 hektar dan kedalamannya mencapai 45 meter. Di sekitar telaga ini terdapat pepohonan pinus yang rimbun sertabukit-bukit hijau yang memagari telaga. Pengelola Telaga vulkanik Menjer yang terletak di kaki Gunung Pakuwaja ini menyediakan beberapa kapal kecil yang siap mengantar pengunjung mengelilingi seluruh telaga.

Eat and Friendship: Cita Rasa India ala Hotel Indonesia Kempinski

8 Okt

Signage Colours of India

Signage Colours of India

Dinner, tanggal 7 Oktober 2014!” Begitu isi perjanjian saya dengan Felicia, sahabat saya yang notabene blogger juga dalam rangka menikmati suguhan “colours of India” Hotel Indonesia Kempinski. Kami mendaftar di bulan September sebagai salah satu blogger yang nantinya me-review cita rasa makanan India di hotel Kempinski Jakarta.

Hari yang dinanti akhirnya datang, kami berjalan dengan sangat pede menuju Signatures Restaurant. Signage Colours of India sudah dipasang di pintu masuk restoran. Suasana India langsung mengakrab kental, bagaimana tidak, selepas pintu masuk kami langsung disambut ornamen dan musik India. Ada pohon Diwali yang menjadi simbol program bantuan kepada SD Pembangunan Masyarakat di daerah Gunung Sahari berdiri gagah depan pintu serta senyuman hangat dari petugas restoran yang menyapa kami.

Bertemu Sahabat

Setelah proses cek nama, petugas hotel mengantar kami ke ruangan makan, seraya berjalan sang petugas hotel berbicara, „kami buka lho blognya kalian satu-persatu. Hari ini juga ada blogger lain yang datang, namanya mas Teguh, kalian kenal ga?“. Hampir kesedak rasanya, pikiran saya langsung berbunyi „haduh tulisan-tulisan aneh saya itu kebaca ga ya?“ 😀

Saya edarkan pandangan ke meja di tengah ruangan, benar saja, mas Teguh yang dimaksud itu adalah mas Teguh teman saya, dedengkotnya travel writer. Kami pun menyapanya, „Kebetulan apa yang membuat kita bertemu hari ini?“ Meja untuk tiga orang pun segera penuh terisi.

Ini pertama kalinya Felicia berkenalan dengan mas Teguh, tapi tampaknya langsung akrab, seolah-olah sudah lama kenal. Sebentar saja sudah ketawa-ketiwi, bisa jadi karena ambience yang dibawa restoran juga.  Petugas restoran kemudian menghampiri kami untuk menata alat makan, memasangkan serbet, serta menawarkan minuman. Saya memesan juice strawberry dan teh tarik hangat, yummy. Segarnya juice strawberry asli langsung me-recharge dahaga saya 🙂

Hasrat ingin memotret pun langsung timbul setelah melihat dekorasi unik makanan dan restoran, tapi kami putuskan untuk makan dulu baru kemudian memotret. Segera kami menuju meja buffet untuk memilih appetizers. Saya memilih roti pitta, tiga macam saus salad, Babaganoush Salad, dan Antipasti. Saat mengambil appetizers saya tidak tahu apa Antipasti itu, karena penasaran dicomot saja 😀 Dan kami segera kembali ke meja makan.

Appetizer Buffet

Appetizer Buffet

Pelajaran yang kami ambil saat mengambil appetizers itu adalah, bawalah kameramu, karena nama makanan India susah dihapal jadi lebih baik kita potret saja supaya tidak lupa. Begitu ada kesempatan memotret, potret saja…hehehehe.

Ini lho yang namanya Antipasti

Ini lho yang namanya Antipasti

Kembali ke appetizers, roti pitta nya sudah agak dingin, biasanya kalau masih hangat terasa lebih lembut saat digigit. Saus salad yang kami ambil sangat terasa sekali rempah-rempahnya, terutama yang berwarna putih, lidah saya merasakan sensasi yoghurt sebagai bahan pembuatnya. Yang jadi favorit saya untuk appetizers adalah Antipasti, makanan yang tidak saya kenal tadi. Antipasti ternyata sayuran yang dibakar. Isi Antipasti antara lain wortel, bawang bombay dan juga terong yang tampaknya direndam dulu dalam bumbu sebelum dibakar dan diberi taburan rempah-rempah di atasnya. Harus coba sendiri supaya tahu gimana enaknya, tanpa minyak lho, jadi baik buat yang berdiet 😀

Andaikan Masakan di Panci itu Bisa di bawa Pulang

Aneka Bumbu

Aneka Bumbu

Ronde pertama makan malam kami selesai tanpa terasa, riuh rendah tawa “traveler bocor”, kalau kata mas Teguh, mengisi suasana. Ada aja yang diobrolin seru, makan malam bersama sahabat kali ini terasa sangat menyenangkan. Nah sudah saatnya menyantap main course. Feli memilih menu ala vegetarian, saya sendiri hajar bleh aja, kapan lagiiii bisa makan aneka rupa makanan india dari berbagai daerah dalam satu tempat seperti ini.

Saya mengambil nasi briyani, Poori (sejenis roti goreng tipis yang renyah); sayur labu merah atau “Khatta Mitha Sitajhare”; kacang-kacangan berwarna kuning atau sering disebut lentils yang dicampur dengan bayam, namanya “Dal Palak Masala”; serta kari sayur kentang.

My main course

My main course

Tampaknya saya lebih menyukai Poori daripada Pitta, efek suka gorengan yang kriuk-kriuk mungkin ya, orang Indonesia gitu lho :D. Nasi Briyaninya menurut saya cukup “lekker”, campuran rempah dan udangnya sangat terasa. Yang jadi favorit saya malah sayur labu merah “Khatta Mitha Sitajhare”, dan chicken curry hasil icip-icip dari piring mas Teguh. Campuran manis dan asam labu merah serta rempah-rempah bener-bener bikin lidah bergoyang. Pengennya sih satu panci “Khata Mitha Sitajare” di restoran itu bisa dibawa pulang 😀

Ronde kedua makan malam selesai, saatnya mencoba hidangan dessert. Petugas restoran yang baik hati menanyakan bagaimana rasa makanan di restoran, kami pun mengecap enak, dan pengen sekali rasanya bisa ngobrol langsung dengan chef-nya yang aseli India. Wuihhh boleh lhooo sama petugasnya, dan nanti chefnya yang akan mendatangi kami. Ahhh senangnyaaaa….

Rupa-Rupa Masakan India

Chef Ashwahi Kumar

Chef Ashwani Kumar

Tak berapa lama Chef Ashwani Kumar Singh pun mendatangi meja kami. Doi Chef terkenal, sudah 16 tahun malang melintang di dunia kuliner India dan memenangkan penghargaan Chef terbaik. Kami langsung berdiri menyambutnya, orang beken gituh, tapi dengan sangat rendah hati beliau menyilakan kami untuk duduk kembali. Blogger kepo seperti kami pasti bakal banyak nanya ya, dan sang Chef langsung diberondong pertanyaan.

Chef Ashwani Kumar menceritakan bahwa ada 17 jenis masakan berbeda setiap harinya yang dihidangkan di Hotel Kempinski Indonesia selama „Colours of India“, bahkan menu hidangan pagi, siang, dan malam pun berbeda. Masakan India yang disuguhkan merupakan campuran dari bagian utara di Tandoori, masakan berempah-rempah kuat dari wilayah timur, serta lezatnya nasi briyani di bagian selatan India. Hari Sabtu tanggal 11 oktober nanti bahkan akan dimeriahkan oleh tari-tarian India, minuman India, serta masakan pesisir India. Aduh pengen datang lagiiiii….

Nah bagaimana sih caranya membedakan asal daerah makanan India yang kami makan. Menurut Chef Ashwani Kumar, sebenarnya masakan India dibedakan atas empat musim dan waktu penyajian. Contohnya saat musim dingin, orang-orang cenderung makan daging supaya badannya tetap hangat. Sedangkan saat musim panas, orang-orang akan banyak memasak menggunakan mentimun untuk mengatasi dehidrasi saat musim panas. Untuk jenis makanan sendiri, makan pagi cenderung lebih berat daripada makan siang ataupun makan malam.

Chef menambahkan India bagian utara memang cenderung menggunakan yoghurt dalam masakan mereka. Sedangkan India bagian timur terkenal dengan kue-kue manisnya. India bagian selatan sangat terkenal dengan aneka ragam masakan nasi-nya. Tentu disinilah tempatnya nasi briyani yang paling popular. Adapun India bagian barat terkenal masakan dengan masakan pesisir dan pegunungan, serta masakan vegetarian yang akan dilaksanakan demo masaknya tanggal 11 Oktober mendatang.

Selesai bercerita Chef Ashwani Kumar kami geret ke meja buffet untuk foto bersama. Lumayan lah selfie-selfie dikit 😀 Terima kasih ya Chef atas informasinya.

Dessert Yang Manis

Nariyal and Kajoor Ka Gujja

Nariyal and Kajoor Ka Gujja

Selepas foto bersama saya segera mengambil hidangan dessert. Ada empat jenis makanan yang saya ambil yaitu kroket yang berisi sayur-sayuran, Tandoori Pineaple, “Nariyal and Kajoor Ka Gujja”, serta yang terakhir “Kaache Aam Ki Kher”. Makanan apakah itu?

Udah pasti tahu lah ya yang namanya kroket sayuran, enak dan saya suka. Nah kalau Tandoori pineapple itu potongan nanas yang dibakar menggunakan rempah-rempah. Enak pake bangettt.. favorit saya untuk dessert ya Tandoori pineapple ini. Adapun Nariyal – Kajoor Ka Gujja adalah pastel yang diisi kelapa dan kurma, buat saya sih terlalu manis. Sedangkan Kaache Aam Ki Kher itu adalah pudding mangga tapi berbentuk cair dan ada campuran kayu manisnya. Rasa pudding mangga cair ini pas buat saya, tidak terlalu manis, kan saya-nya sudah manis (halah..ga penting; ;p).

Selesai menyantap dessert, lembar feedback restoran pun diberikan kepada kami oleh petugas restoran. Baru kali ini antusias ngisi lembar feedback, soalnya ngarep bisa nemuin minuman India tapi ternyata hanya satu hari aja nanti di hari Sabtu. Kami pun me-request kehadiran minuman India kalau ada acara makan-makan lagi, hehehehe.

Sebelum pulang, foto-foto selfie dulu dong dengan petugas hotel dan Signatures Restaurant. Habisnya pakaian mereka bagus sih, ala ala India gitu lho, plus pelayanan mereka sangat baik dan ramah. Selesai berjabat tangan kami pun melambaikan tangan untuk pulang. Hari ini menjadi kebetulan yang sangat menyenangkan, bisa makan malam bersama sahabat dengan menu India yang lezat 🙂

signatures restauran

Signatures Restauran

Oya buat yang ingin menikmati hidangan Signatures Restaurant – Hotel Indonesia Kempinski silakan menghubungi 021 – 2358 3898 atau signatures.jakarta@kempinski.com.

Curhatan Seorang Penulis

7 Okt

Banyak deadline tulisan, itulah salah satu problem penulis. Begitu banyak yang harus dituliskan tapi hanya punya sedikit waktu atau begitu banyak yang harus ditulis tapi mood menulis naik turun ga keruan (penulis ababil xD).

Begitulah hari-hari saya, selain deadline pekerjaan sebagai konsultan komunikasi yang harus dipenuhi, ada deadline pribadi dalam menulis novel selanjutnya, ada juga deadline tulisan di blog. Seringkali deadline menulis buku dikesampingkan karena deadline pekerjaan adalah yang nomor satu buat saya. Nah kalau menulis blog adalah kebutuhan pribadi saya. Saat menulis di blog, saya tidak dibatasi oleh pakem ataupun tujuan penulisan, saat di blog, saya menulis untuk diri saya sendiri.

Yang baca blog saya mungkin pada kaget, tujuan penulisan? Tentu saja menulis ada tujuannya. Saat saya menulis untuk klien tentu dengan harapan supaya masyarakat luas lebih mengerti mengenai program yang dilaksanakan oleh klien saya, membuat nama ataupun brand klien saya lebih dikenal oleh public. Adapun untuk penulisan buku, mau tidak mau saya harus mempertimbangkan trend pasar dan juga kepentingan penerbit. Ini hal yang wajar, saat kita membuat produk, kita ingin produk kita laku bukan.

Kebebasan bagi saya tercipta saat saya menulis blog. Saya tidak harus memikirkan pendapat orang mengenai tulisan saya, bahkan tidak harus membuat orang menoleh untuk menengok blog saya, dibaca syukur, enggak dibaca pun tidak ada masalah. Menambah wawasan orang lain, Alhamdulillah, enggak pun bukan menjadi masalah yang harus diributkan.

Kontemplasi saya pun bukan hanya sebatas tulisan narasi, tapi bisa juga berbentuk puisi dan lirik lagu. Gaya tulisan saya pun bermacam-macam, apalagi untuk penulisan artikel dan feature, sesuai request klien:D

A to Z By Request in Sabang Island - Taken by Denie Kristyono

A to Z By Request in Sabang Island – Taken by Denie Kristyono

Follower blog saya pasti paham gaya tulisan, puisi, dan model cerpen saya seperti apa. Jujur, saya hobi banget pakai simbol-simbol dalam puisi dan cerpen. Untuk novel sih saya tidak terlalu berani memakai simbol-simbol tersebut, takutnya malah ga sampai maksud ceritanya. Kalau cerpen dan puisi kan bisa dimaknai secara bebas oleh para pembacanya, lebih fleksibel lah 🙂

Nah demikian dulu intermezzo tulisan saya hari ini. Ingat, kita semua adalah penulis. Siapapun kita sejatinya tiap hari kita menuliskan kehidupan di lembaran waktu menggunakan tinta perbuatan. Bedanya tulisan perbuatan kita sifatnya abadi, ada dalam ingatan, tak bisa terhapuskan layaknya pensil dan karet penghapus.

Salam manis dari balik laptop saya ^^

Gambar

Oleh – oleh dari Secret Zoo – Jatim Park II

6 Jul

Juni Lalu berkesempatan jalan-jalan ke JATIM PARK II  (curi-curi waktu disela field visit ke Madura), hehehehe meskipun saya orang Malang tapi untuk rekreasi ke tempat-tempat yang ada di Malang malah jarang saya lakukan. Soalnya kalau sudah di Malang biasanya milih di rumah aja, leyeh-leyeh 😀

Anyway secret zoo bener-bener bagus, konsepnya apik dan hewan-hewan yang dipelihara juga terlihat sehat. No wonder dinobatkan sebagai kebun binatang terbaik se Asia Tenggara.

Koleksi hewannya cukup lengkap, bahkan ditata secara tematik. Sistem informasi mengenai hewan-hewan ini juga menambah pengetahuan saya tentang dunia hewan.  Saya sampai kegirangan sendiri disini, baru pertama kali lihat kangguru warna putih, black swan, dan flamingo.  Ndeso sangattt…Bahkan sempet diPDKT sama merak putih…xixiixxixi rasanya gimana gitu…

Ingin coba sensasi lainnya? Menginaplah di hotel secret zoo, dapatkan view kandang macan puma atau panther di bawah jendela kamar Anda! 😀 Kayanya asik juga ya pas meeting trus dikelilingi auman macan, atau tiba-tiba di jendela nongol kepala Jerapah ^_^. Benernya fotonya banyak yang pengen dishare tapi sementara ini dulu ya. Foto-foto di bawah diambil dari kamera hape.

Let’s travel more!

big turtle

 

black swan

 

dihampiri merak

 

flamingo

kangguru putih

 

kelinci lucu

 

merak-merak lucu

 

musang bobo

Little Bit About Me Nowadays

17 Apr

Yeah..hari ini nyoba-nyoba tes kepribadian gratisan…xixixixi..hasilnya not bad, meskipun ga seratus persen cocok tapi cukup merepresentasikan keadaan kepribadian masa kini…yeuppp people change 😀

Nah hasil tes itu adalah:

Pelaku Individualistis

Pelaku Individualistis adalah orang-orang yang yakin akan diri sendiri dan sangat mandiri. Mereka orang-orang yang pendiam (ga pendiam juga sih) dan realistis, sangat rasional, dan sangat tegas. Mereka memelihara individualisme mereka dan senang menerapkan kemampuan mereka pada tugas-tugas baru. Namun mereka juga adalah orang-orang yang sangat spontan dan impulsif yang suka mengikuti inspirasi sekonyong-konyong mereka.

Tipe Pelaku Individualistis adalah para pemerhati yang baik dan tajam yang menyerap segala sesuatu yang terjadi di sekitar mereka. Namun demikian, mereka tidak terlalu peka dalam hubungan antar manusia dan terkejut ketika sesekali membuat orang tersinggung dengan sikap blak-blakan dan lugas mereka. Mereka tidak terlalu menyukai kewajiban; namun jika Anda memberi mereka ruang, mereka adalah orang-orang yang sesungguhnya tidak rumit, mudah bergaul, dan periang.

Tipe Pelaku Individualistis menyukai tantangan – aksi dan hal-hal yang dianggap aneh adalah bagian dari kehidupan mereka. Mereka suka mencobai nasib dan banyak orang tipe ini memiliki hobi berisiko seperti skydiving atau bungee jumping. Ini juga berlaku pada kehidupan sehari-hari mereka. Tipe Pelaku Individualistis mampu mengatasi situasi-situasi kritis; mereka dapat menangkap situasi, membuat keputusan, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan sangat cepat. Hirarki dan otoritas tidak terlalu membuat mereka terkesan; jika seorang atasan tidak kompeten, mereka tidak akan terlalu menghormatinya.

Tipe Pelaku Individualistis suka menerima tanggung jawab. Mereka memiliki kepekaan terhadap realitas yang menonjol dan selalu menemukan solusi yang paling tepat dan praktis untuk sebuah masalah. Mereka melerai konflik secara terbuka dan langsung; di sini, kadang-kadang mereka tidak terlalu peka namun mereka sendiri juga dapat menerima kritik dengan sangat baik.

Sebagai teman, tipe Pelaku Individualistis setia dan penuh pengabdian; mereka hanya memiliki beberapa hubungan pertemanan memiliki banyak hubungan pertemanan, dan banyak di antaranya berlanjut seumur hidup. Orang senang berbicara dengan mereka karena sikap optimis mereka dalam memandang kehidupan dan kemampuan mereka untuk mendengarkan. Namun demikian, mereka lebih suka membicarakan minat dan hobi yang sama ketimbang bahkan isu-isu teoritis atau filosofis – meskipun hal-hal itu tidak cukup nyata bagi mereka, namun ingat mereka adalah pemerhati yang tajam.

Mereka membutuhkan banyak kebebasan dan waktu bagi diri sendiri dalam hubungan asmara namun, pada saat bersamaan, mereka juga sangat toleran terhadap pasangan mereka. Sangat jarang tipe Pelaku Individualistis jatuh cinta hingga mabuk kepayang (waduh dimana-mana namanya jatuh cinta bikin ga inget apa-apa, kalau suka sama orang ya suka-no explanation. Dari sekian banyak, pernah sekali putus cinta yang rasanya sakittt banget  ampe pengen bunuh diri, dua kali typus gara-gara putus cinta juga pernah 😀)  Mereka rasional sekaligus irrasional. Mereka lebih suka memilih pasangan berdasarkan kesamaan minat dan kegemaran visi misi yang ingin mereka bagi bersama pasangan tersebut.

Tipe Pelaku Individualistis tidak terlalu menyukai emosi yang meletup-letup, apalagi emosi marah. Mereka lebih suka membuktikan cinta mereka dengan tindakan dan mengharapkan hal yang sama dari pasangan mereka. Beberapa bukti cinta pelaku INDIVIDUALISTIS adalah melepaskan orang yang mereka sayangi karena tahu orang-orang tersebut lebih berbahagia bersama orang lain. Barangsiapa berharap mengikat diri dengan seorang Pelaku Individualistis membutuhkan banyak kesabaran. Butuh beberapa saat sebelum tipe kepribadian ini bersedia terlibat dengan orang lain. (Mereka harus diyakinkan dulu, dan walaupun sakit dia akan melepaskan apa yang memang harus dilepaskan, xixixi menjunjung tinggi keadilan soalnya 😀)

Nah itulah sedikit cerita tentang kepribadian si Bungsu bergolongan darah B, berzodiak Capricorn, bershio Anjing. Mau tahu kepribadian kalian seperti apa? Banyak kok situs gratisan buat ngetes kepribadian contohnya : http://www.ipersonic.net. Selamat Mencoba! ^_^

Positive is my way

 

 

 

Book Review: Travel Writer Diaries 1.0 – Let’s Travel and Write

6 Apr

Judul       : Travel Writer Diaries 1.0 –  Catatan Perjalanan Unik, Seru, dan Luar biasa tentang Indonesia

Penulis    : Teguh Sudarisman

Penerbit : Noura Books (PT. MizanPublika)

Halaman : x, 274 hal

ISBN       : 978-602-7816-34-3

 

“Batasnya adalah kreativitas dan imajinasi Anda sendiri”, kata Teguh Sudarisman dalam bukunya.

Baca buku ini langsung berasa miskin, baik itu miskin ilmu dan miskin duit buat modal travelling 😀 Meruntuk dalam hati, bisa-bisanya orang bernama Teguh Sudarisman ini “blusukan” ke tempat-tempat wisata yang sebenernya dekettt…tapi kok ya ga keliatan sama mata. Kreativitas dan imajinasi saya kurang liar rupanya.

Yang saya sukai dari buku ini adalah gaya penulisan mas Teguh, terasa personal dan sarat ilmu, sebelas dua belas lah dengan gaya penulisan saya (hahaha langsung kabur sembunyi). Bahkan di bagian akhir juga ada tips bagaimana menjadi seorang travel writer yang handal. Beliau ini tidak pelit membagi ilmunya dengan orang lain, beramal ibadah katanya.

Sebagai orang Malang asli yang terkenal dengan buah apelnya, saya malah belajar mengenai cara pembiakkan pohon apel lewat buku ini. Sebagai orang yang mencintai lingkungan dan khawatir terhadap kelestarian lingkungan Indonesia, saya juga semangat empat lima membaca informasi cara cepat regenerasi terumbu karang dan pembiakkan kerang mutiara. Para pecinta lingkungan pasti senang deh baca buku ini. Ada banyak kesempatan dalam mengembalikan keindahan lingkungan kita. Terima kasih atas info-info yang sudah ditulis dan dibukukan, mas Teguh.

Meskipun ada beberapa typo dan cetakan yang kurang jelas di beberapa halaman, tidak mengurangi kenikmatan untuk menyerap berbagai informasi di dalamnya. Bukan cara menuju kesana yang paling penting, tapi hikmah apa yang dapat dipetik dari perjalanan yang sudah kita lakukan, apalagi kalau hikmah itu dituliskan dan mendapat honor penerbitan 😀

Akhir kata, mulai detik ini sang penulis buku “travel writer diaries 1.0” harus bertanggung jawab atas mimpi-mimpi saya untuk bertualang ke pulau Air di Karimunjawa, obsesi saya melihat bunga sakura dan cherry blossom di kebun raya Cibodas, ataupun mimpi-mimpi menjelajah seluruh Indonesia 

IMG_20140316_175156

%d blogger menyukai ini: