Gambar

Oleh – oleh dari Secret Zoo – Jatim Park II

6 Jul

Juni Lalu berkesempatan jalan-jalan ke JATIM PARK II  (curi-curi waktu disela field visit ke Madura), hehehehe meskipun saya orang Malang tapi untuk rekreasi ke tempat-tempat yang ada di Malang malah jarang saya lakukan. Soalnya kalau sudah di Malang biasanya milih di rumah aja, leyeh-leyeh 😀

Anyway secret zoo bener-bener bagus, konsepnya apik dan hewan-hewan yang dipelihara juga terlihat sehat. No wonder dinobatkan sebagai kebun binatang terbaik se Asia Tenggara.

Koleksi hewannya cukup lengkap, bahkan ditata secara tematik. Sistem informasi mengenai hewan-hewan ini juga menambah pengetahuan saya tentang dunia hewan.  Saya sampai kegirangan sendiri disini, baru pertama kali lihat kangguru warna putih, black swan, dan flamingo.  Ndeso sangattt…Bahkan sempet diPDKT sama merak putih…xixiixxixi rasanya gimana gitu…

Ingin coba sensasi lainnya? Menginaplah di hotel secret zoo, dapatkan view kandang macan puma atau panther di bawah jendela kamar Anda! 😀 Kayanya asik juga ya pas meeting trus dikelilingi auman macan, atau tiba-tiba di jendela nongol kepala Jerapah ^_^. Benernya fotonya banyak yang pengen dishare tapi sementara ini dulu ya. Foto-foto di bawah diambil dari kamera hape.

Let’s travel more!

big turtle

 

black swan

 

dihampiri merak

 

flamingo

kangguru putih

 

kelinci lucu

 

merak-merak lucu

 

musang bobo

Baluran Trip – Wisata Asmara Bebas Satpol PP dan Masih Ada Kesempatan Mencari Tutup Botol Yang Hilang

14 Mei

Baru saja mengunjungi Taman Nasional Baluran di Banyuwangi serta Air terjun Madakaripura di Probolinggo pada 18-20 April 2014 kemarin beserta teman-teman. Kami semua berenam, satu orang berangkat dari Depok dengan pesawat, satu orang berangkat dari Bogor dengan pesawat terbang juga sih, satu orang dari Jakarta berangkat dengan kereta, satu orang lagi dari Jogja berangkat dengan kereta, satu orang berangkat dari Blitar, dan saya sendiri berangkat dari Malang. Meeting pointnya di Surabaya.
Pagi itu di rumah sahabat kami di Surabaya, suasana mulai riuh, apalagi ada saya dan satu orang sahabat dari Bogor sudah berkicau laksana burung twitter. Setelah merampok perbekalan dari rumah teman kami. Berangkatlah kami ke Probolinggo menuju air terjun Madakaripura. Foto-fotonya bisa dilihat di bawah.

Di Rumah Mbak Nungki - Day 1

IMG-20140423-WA0000 berpose sok imut
Nah setelah puas bermain bersama di Air terjun kami pun menlanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Sampai di Banyuwangi sudah malam, namun rembulan bersinar terang jadi kami sempatkan naik ke atap penginapan memandangi bulan. Pagi harinya akhirnya kami berburu pemandangan di TN Baluran. Disana bertemu apa saja, hmmm hari pertama melihat ayam hutan, berbagai jenis burung, elang, monyet, rusa, kucing hutan, bahkan wisatawan lain.
Yang paling lucu saat ketemu tur travel lain, mereka menawarkan WISATA ASMARA BEBAS SATPOL PP 🙂  Kontan kami semua langsung bisa melihat bukti foto-foto paket wisata tersebut 😛 Selain sibuk foto sana-sini saya juga sibuk maen ayunan saat di pantai (dan diikuti sama yang lain), serta sempat membuat heboh karena tutup botol sunblock yang menghilang tersebut membuat mobil digeledah, hasilnya nihil. Tutup botol itu tak ada rimbanya, dan tutup sunblock saya digantikan dengan tutup pasta gigi 😀

sejenak hening kita emang jagoan sebelum memasuki gerbang gw keren bangetttt Dunia ini milik kita siapa yang paling mirip kerbau? evergreen dari menara pandang

Dan hari ke dua kami berangkat shubuh-shubuh dan kembali mendapati kucing hutan yang lucu, ketemu banteng, dan merak, serta menikmati matahari terbit. Bersama sahabat menikmati hidup itu indah buat saya. Buatmu?

di depan penginapan

Little Bit About Me Nowadays

17 Apr

Yeah..hari ini nyoba-nyoba tes kepribadian gratisan…xixixixi..hasilnya not bad, meskipun ga seratus persen cocok tapi cukup merepresentasikan keadaan kepribadian masa kini…yeuppp people change 😀

Nah hasil tes itu adalah:

Pelaku Individualistis

Pelaku Individualistis adalah orang-orang yang yakin akan diri sendiri dan sangat mandiri. Mereka orang-orang yang pendiam (ga pendiam juga sih) dan realistis, sangat rasional, dan sangat tegas. Mereka memelihara individualisme mereka dan senang menerapkan kemampuan mereka pada tugas-tugas baru. Namun mereka juga adalah orang-orang yang sangat spontan dan impulsif yang suka mengikuti inspirasi sekonyong-konyong mereka.

Tipe Pelaku Individualistis adalah para pemerhati yang baik dan tajam yang menyerap segala sesuatu yang terjadi di sekitar mereka. Namun demikian, mereka tidak terlalu peka dalam hubungan antar manusia dan terkejut ketika sesekali membuat orang tersinggung dengan sikap blak-blakan dan lugas mereka. Mereka tidak terlalu menyukai kewajiban; namun jika Anda memberi mereka ruang, mereka adalah orang-orang yang sesungguhnya tidak rumit, mudah bergaul, dan periang.

Tipe Pelaku Individualistis menyukai tantangan – aksi dan hal-hal yang dianggap aneh adalah bagian dari kehidupan mereka. Mereka suka mencobai nasib dan banyak orang tipe ini memiliki hobi berisiko seperti skydiving atau bungee jumping. Ini juga berlaku pada kehidupan sehari-hari mereka. Tipe Pelaku Individualistis mampu mengatasi situasi-situasi kritis; mereka dapat menangkap situasi, membuat keputusan, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan sangat cepat. Hirarki dan otoritas tidak terlalu membuat mereka terkesan; jika seorang atasan tidak kompeten, mereka tidak akan terlalu menghormatinya.

Tipe Pelaku Individualistis suka menerima tanggung jawab. Mereka memiliki kepekaan terhadap realitas yang menonjol dan selalu menemukan solusi yang paling tepat dan praktis untuk sebuah masalah. Mereka melerai konflik secara terbuka dan langsung; di sini, kadang-kadang mereka tidak terlalu peka namun mereka sendiri juga dapat menerima kritik dengan sangat baik.

Sebagai teman, tipe Pelaku Individualistis setia dan penuh pengabdian; mereka hanya memiliki beberapa hubungan pertemanan memiliki banyak hubungan pertemanan, dan banyak di antaranya berlanjut seumur hidup. Orang senang berbicara dengan mereka karena sikap optimis mereka dalam memandang kehidupan dan kemampuan mereka untuk mendengarkan. Namun demikian, mereka lebih suka membicarakan minat dan hobi yang sama ketimbang bahkan isu-isu teoritis atau filosofis – meskipun hal-hal itu tidak cukup nyata bagi mereka, namun ingat mereka adalah pemerhati yang tajam.

Mereka membutuhkan banyak kebebasan dan waktu bagi diri sendiri dalam hubungan asmara namun, pada saat bersamaan, mereka juga sangat toleran terhadap pasangan mereka. Sangat jarang tipe Pelaku Individualistis jatuh cinta hingga mabuk kepayang (waduh dimana-mana namanya jatuh cinta bikin ga inget apa-apa, kalau suka sama orang ya suka-no explanation. Dari sekian banyak, pernah sekali putus cinta yang rasanya sakittt banget  ampe pengen bunuh diri, dua kali typus gara-gara putus cinta juga pernah 😀)  Mereka rasional sekaligus irrasional. Mereka lebih suka memilih pasangan berdasarkan kesamaan minat dan kegemaran visi misi yang ingin mereka bagi bersama pasangan tersebut.

Tipe Pelaku Individualistis tidak terlalu menyukai emosi yang meletup-letup, apalagi emosi marah. Mereka lebih suka membuktikan cinta mereka dengan tindakan dan mengharapkan hal yang sama dari pasangan mereka. Beberapa bukti cinta pelaku INDIVIDUALISTIS adalah melepaskan orang yang mereka sayangi karena tahu orang-orang tersebut lebih berbahagia bersama orang lain. Barangsiapa berharap mengikat diri dengan seorang Pelaku Individualistis membutuhkan banyak kesabaran. Butuh beberapa saat sebelum tipe kepribadian ini bersedia terlibat dengan orang lain. (Mereka harus diyakinkan dulu, dan walaupun sakit dia akan melepaskan apa yang memang harus dilepaskan, xixixi menjunjung tinggi keadilan soalnya 😀)

Nah itulah sedikit cerita tentang kepribadian si Bungsu bergolongan darah B, berzodiak Capricorn, bershio Anjing. Mau tahu kepribadian kalian seperti apa? Banyak kok situs gratisan buat ngetes kepribadian contohnya : http://www.ipersonic.net. Selamat Mencoba! ^_^

Positive is my way

 

 

 

Book Review: Travel Writer Diaries 1.0 – Let’s Travel and Write

6 Apr

Judul       : Travel Writer Diaries 1.0 –  Catatan Perjalanan Unik, Seru, dan Luar biasa tentang Indonesia

Penulis    : Teguh Sudarisman

Penerbit : Noura Books (PT. MizanPublika)

Halaman : x, 274 hal

ISBN       : 978-602-7816-34-3

 

“Batasnya adalah kreativitas dan imajinasi Anda sendiri”, kata Teguh Sudarisman dalam bukunya.

Baca buku ini langsung berasa miskin, baik itu miskin ilmu dan miskin duit buat modal travelling 😀 Meruntuk dalam hati, bisa-bisanya orang bernama Teguh Sudarisman ini “blusukan” ke tempat-tempat wisata yang sebenernya dekettt…tapi kok ya ga keliatan sama mata. Kreativitas dan imajinasi saya kurang liar rupanya.

Yang saya sukai dari buku ini adalah gaya penulisan mas Teguh, terasa personal dan sarat ilmu, sebelas dua belas lah dengan gaya penulisan saya (hahaha langsung kabur sembunyi). Bahkan di bagian akhir juga ada tips bagaimana menjadi seorang travel writer yang handal. Beliau ini tidak pelit membagi ilmunya dengan orang lain, beramal ibadah katanya.

Sebagai orang Malang asli yang terkenal dengan buah apelnya, saya malah belajar mengenai cara pembiakkan pohon apel lewat buku ini. Sebagai orang yang mencintai lingkungan dan khawatir terhadap kelestarian lingkungan Indonesia, saya juga semangat empat lima membaca informasi cara cepat regenerasi terumbu karang dan pembiakkan kerang mutiara. Para pecinta lingkungan pasti senang deh baca buku ini. Ada banyak kesempatan dalam mengembalikan keindahan lingkungan kita. Terima kasih atas info-info yang sudah ditulis dan dibukukan, mas Teguh.

Meskipun ada beberapa typo dan cetakan yang kurang jelas di beberapa halaman, tidak mengurangi kenikmatan untuk menyerap berbagai informasi di dalamnya. Bukan cara menuju kesana yang paling penting, tapi hikmah apa yang dapat dipetik dari perjalanan yang sudah kita lakukan, apalagi kalau hikmah itu dituliskan dan mendapat honor penerbitan 😀

Akhir kata, mulai detik ini sang penulis buku “travel writer diaries 1.0” harus bertanggung jawab atas mimpi-mimpi saya untuk bertualang ke pulau Air di Karimunjawa, obsesi saya melihat bunga sakura dan cherry blossom di kebun raya Cibodas, ataupun mimpi-mimpi menjelajah seluruh Indonesia 

IMG_20140316_175156

Hold My Hand

3 Apr

Meet a bunch of elementary school boys on my way to the nearest Bank this afternoon. They were running away from a barking dog. One of them was left behind due his afraid. This left behind boy, move backward to another direction, then hiding behind a car, watched the dog from the distance.

Most of his friends were teasing him, “coward”, and make sound of a barking dog. But one of his friends, none like other, came forward to the hiding boy, passing the barking dog, and said “Come, don’t be afraid. It’s only a dog. I’ll be on your side. Hold my hand, and I’ll walk with you passing it through”.

Image
I smile; my heart was full of untold feeling at that moment. Love I guess. Those situations remind me to my friends. A good friend indeed, never left you although in distance. They were holding your hand in whatever situation that you faced and accompany you walking down the life. Lotta love and pray for u all my friends that always shares happiness and kindness.

I’m so glad that I have you all in my life 🙂

Senayan Archery Club | Klab Memanah Senayan

16 Mar

The most talented sport that i’ve ever tried :)))

FELICIA LASMANA

DSCF1628

Sabotage my Yogyakarta post for this one for a while! 🙂 Located near the largest sport stadium in Jakarta finally I joined this archery cub with friends from Goodreads Indonesia. This is second sport together we took after went to the shooting club. I did actually abusing my hand couple times but I don’t blame my hind elbow because being so un-proportional with this kind of sport. Honestly more enjoyed taking pictures the scenery and friends :p

Saya menyabotase tulisan Yogyakarta sejenak untuk yang satu ini ! 🙂 Terletak di dekat stadion olahraga terbesar di Jakarta akhirnya saya bergabung dengan klab panahan ini dengan teman-teman dari Goodreads Indonesia. Ini adalah olahraga bersama kedua kami setelah pergi ke klub menembak. Melukai siku tangan dalam beberapa kali kesempatan karena bentuk tangan yang tidak begitu sesuai dengan jenis olahraga ini (ngga terlalu mikirin juga sih). Jujur saja lebih menikmati mengambil gambar pemandangan…

Lihat pos aslinya 9 kata lagi

Book Review : Titik Nol – Makna Sebuah Perjalanan

24 Jan

Judul Buku : Titik Nol – Makna Sebuah Perjalanan
Penulis : Agustinus Wibowo
Tebal : 552 hal, Cetakan ke 3
ISSBN : 978-979-22-9271-8
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Membaca buku ini membuat saya keki. Keki dengan foto-foto yang ditampilkan, keki dengan teknik penulisannya, serta keki dengan ide-ide serta opini yang dilontarkan. Rasanya ada sebagian dari saya yang juga tergambar di sana. Ada kerinduan untuk melihat lebih dalam dunia itu dengan mata kepala sendiri….

Titik Nol menawarkan gambaran berbagai negara Asia Tengah, dari Tibet hingga Afganistan, dari sudut pandang penulis yang dinukil dari masyarakat penghuninya secara langsung. Hal itu yang membedakan buku ini dengan buku-buku perjalanan sejenis. Bukan soal tips travelling murah ataupun must see destination, tapi apa sebenarnya makna perjalanan yang kita lakoni. Buku ini adalah kitab Agustinus tentang jiwanya, jiwa pengembaranya, kemana panggilan jiwa itu menuntunnya untuk berjalan, menjalani hidup.

Istimewanya lagi, buku ini menampilkan foto-foto indah dari perjalanan yang ditempuh, gambarnya tajam, membuat pembaca tak bosan. Pergulatan batin Agustinus, isu dan kendala yang merebak di sepanjang perjalanannya, terutama soal agama, mencabik-cabik mereka yang berpandangan sama dengan Agustinus soal dunia, bahkan menjungkir balikkan paradigma yang mungkin sudah kita kenal sebelumnya. Apa makna perjalananmu di dunia?

Dalam Nama Tuhan, mungkin setiap hari Tuhan menangis tersedu-sedu, namanya telah dilafalkan ke seluruh penjuru dunia untuk melegalkan pembunuhan dan peperangan. Bukankah Agama mengajarkan kemanusiaan, kenapa sekarang Agama dan nama Tuhan menjadi dasar pertentangan, pembunuhan, dan peperangan?

“Agama itu asalnya dari hati, dan kembali ke hati. Dalam hati kau temukan Tuhan. Hati adalah inti dari ajaran agama”, kata Syed Asmat.

Saya sendiri sepakat dengan Agustinus bahwa Agama adalah jalan, bukan tujuan. Masing-masing orang punya perjalanan berbeda, dan berjumpa dengan guru kehidupan yang berbeda-beda, namun tujuan kita semua sama. Dia yang ESA. Orang yang terlalu terpaku pada jalan, lupa pada hakikat perjalanan itu sendiri. Sibuk membandingkan jalannya dengan jalan orang lain, memaksa orang lain untuk mengikuti jalannya, mereka terhenti di jalan dan lupa meneruskan perjalanannya dan melalaikan tujuan perjalanan hidup mereka : HAKIKAT.

titik nol

Tak perlu setuju dengan apa yang diungkapkan oleh Agustinus, tapi menurut saya adalah benar bahwa perjalanan adalah symbol dari kebebasan dan kemerdekaan. Spoiler penting bagi penikmat buku dan pecinta perjalanan “Hidup itu adalah cermin. Dunia di matamu sesungguhnya adalah cerminan dari hatimu sendiri. Caramu memandang dunia adalah caramu memandang diri”. Titik Nol.

%d blogger menyukai ini: