Archive | The Taste RSS feed for this section

Healthy Life With EightDelights Cookies

4 Jan

logo+tagline-300x153

Tadi siang setelah makan siang iseng nonton beberapa chanel televisi yang menayangkan seputar trend tahun 2015. Akhirnya saya mentok pada sebuah liputan di salah satu TV swasta yang menyatakan bahwa trend makanan di tahun 2015 adalah makanan sehat. Dan untuk kue-kue yang bakalan hits di tahun 2015 nanti adalah kue – kue sehat yang tidak menggunakan gula dalam pembuatannya.

Pas bener, kata saya dalam hati. Saya punya rekomendasi kue yang bisa menunjang kepopuleran dan kesehatan teman-teman di tahun 2015 ini. Brand kuenya „EIGHTDELIGHTS“ bisa dilihat juga di websitenya www.eightdelights.com, bahkan tagline dari brand ini dari awal mengundang selera “good fun gotta be fun”. Jadi makanan yang baik itu seharusnya memang enak dan sehat ^_^

Eightdelights ini mengkhususkan kue-kue yang diproduksi berbahan sugar free dan gluten free. Apa sih yang dinamakan sugar free dan gluten free? Sugar free a.k.a bebas gula sangat baik dikonsumsi bagi teman-teman yang sedang diet, cocok pula bagi teman-teman yang mempunyai penyakit diabetes karena pemanis yang dipakai dalam kue-kue ini diperoleh dari bahan-bahan alami seperti madu, kelapa, dan jagung.

Sedangkan gluten free artinya kue yang diproduksi ini bebas dari sejenis protein yang dinamakan Gluten yang biasanya kita temukan pada biji-bijian seperti gandum, rye (sejenis gandum hitam), dan barley. Kue ini bisa dikonsumsi untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus, dimana mereka mempunyai pantangan dalam konsumsi jenis makanan tertentu, gluten misalnya. Diet gluten juga direkomendasikan bagi mereka yang mengalami sensitivitas terhadap protein ini sehingga mengakibatkan gangguan pada lambung dan usus seperti perdarahan, diare, kram perut, dan konstipasi.

Choco oats

Choco oats

Nah pasti kepengen kan mengonsumsi kue-kue yang sehat namun tetap enak 😀 Hebatnya lagi, kita bisa memesan kue sesuai dengan keinginan kita alias customized lho teman-teman. Banyak juga kan yang alergi sama kacang, telur, bahkan jenis buah-buahan tertentu, teman-teman bisa langsung menghubungi eightdelights cookies sehingga nantinya mereka dapat membuat kue khusus hanya untuk teman-teman.

Anyway cookies yang jadi kesukaan saya di eightdelights cookies antara lain banana cake, chocolate oats, serta lemon cake. Cucok buat minum the dan kopi di pagi hari atau sore-sore mendung gituh. Yumm…saya sih dapat free sample ya 😀

Lemon seed cakes

Lemon seed cakes

Buat yang lain jangan sedih, kalian bisa menikmati lezatnya kue-kue eightdelights dengan order secara online kok. Tinggal klik websitenya atau bisa juga hubungi alamatnya di Jl. lebak bulus II-8, Panorama Townhouse Kav-25 Jakarta selatan 12430 dengan nomor telepon 08888 107 861.

Selamat hidup sehat! 🙂

Eat and Friendship: Cita Rasa India ala Hotel Indonesia Kempinski

8 Okt

Signage Colours of India

Signage Colours of India

Dinner, tanggal 7 Oktober 2014!” Begitu isi perjanjian saya dengan Felicia, sahabat saya yang notabene blogger juga dalam rangka menikmati suguhan “colours of India” Hotel Indonesia Kempinski. Kami mendaftar di bulan September sebagai salah satu blogger yang nantinya me-review cita rasa makanan India di hotel Kempinski Jakarta.

Hari yang dinanti akhirnya datang, kami berjalan dengan sangat pede menuju Signatures Restaurant. Signage Colours of India sudah dipasang di pintu masuk restoran. Suasana India langsung mengakrab kental, bagaimana tidak, selepas pintu masuk kami langsung disambut ornamen dan musik India. Ada pohon Diwali yang menjadi simbol program bantuan kepada SD Pembangunan Masyarakat di daerah Gunung Sahari berdiri gagah depan pintu serta senyuman hangat dari petugas restoran yang menyapa kami.

Bertemu Sahabat

Setelah proses cek nama, petugas hotel mengantar kami ke ruangan makan, seraya berjalan sang petugas hotel berbicara, „kami buka lho blognya kalian satu-persatu. Hari ini juga ada blogger lain yang datang, namanya mas Teguh, kalian kenal ga?“. Hampir kesedak rasanya, pikiran saya langsung berbunyi „haduh tulisan-tulisan aneh saya itu kebaca ga ya?“ 😀

Saya edarkan pandangan ke meja di tengah ruangan, benar saja, mas Teguh yang dimaksud itu adalah mas Teguh teman saya, dedengkotnya travel writer. Kami pun menyapanya, „Kebetulan apa yang membuat kita bertemu hari ini?“ Meja untuk tiga orang pun segera penuh terisi.

Ini pertama kalinya Felicia berkenalan dengan mas Teguh, tapi tampaknya langsung akrab, seolah-olah sudah lama kenal. Sebentar saja sudah ketawa-ketiwi, bisa jadi karena ambience yang dibawa restoran juga.  Petugas restoran kemudian menghampiri kami untuk menata alat makan, memasangkan serbet, serta menawarkan minuman. Saya memesan juice strawberry dan teh tarik hangat, yummy. Segarnya juice strawberry asli langsung me-recharge dahaga saya 🙂

Hasrat ingin memotret pun langsung timbul setelah melihat dekorasi unik makanan dan restoran, tapi kami putuskan untuk makan dulu baru kemudian memotret. Segera kami menuju meja buffet untuk memilih appetizers. Saya memilih roti pitta, tiga macam saus salad, Babaganoush Salad, dan Antipasti. Saat mengambil appetizers saya tidak tahu apa Antipasti itu, karena penasaran dicomot saja 😀 Dan kami segera kembali ke meja makan.

Appetizer Buffet

Appetizer Buffet

Pelajaran yang kami ambil saat mengambil appetizers itu adalah, bawalah kameramu, karena nama makanan India susah dihapal jadi lebih baik kita potret saja supaya tidak lupa. Begitu ada kesempatan memotret, potret saja…hehehehe.

Ini lho yang namanya Antipasti

Ini lho yang namanya Antipasti

Kembali ke appetizers, roti pitta nya sudah agak dingin, biasanya kalau masih hangat terasa lebih lembut saat digigit. Saus salad yang kami ambil sangat terasa sekali rempah-rempahnya, terutama yang berwarna putih, lidah saya merasakan sensasi yoghurt sebagai bahan pembuatnya. Yang jadi favorit saya untuk appetizers adalah Antipasti, makanan yang tidak saya kenal tadi. Antipasti ternyata sayuran yang dibakar. Isi Antipasti antara lain wortel, bawang bombay dan juga terong yang tampaknya direndam dulu dalam bumbu sebelum dibakar dan diberi taburan rempah-rempah di atasnya. Harus coba sendiri supaya tahu gimana enaknya, tanpa minyak lho, jadi baik buat yang berdiet 😀

Andaikan Masakan di Panci itu Bisa di bawa Pulang

Aneka Bumbu

Aneka Bumbu

Ronde pertama makan malam kami selesai tanpa terasa, riuh rendah tawa “traveler bocor”, kalau kata mas Teguh, mengisi suasana. Ada aja yang diobrolin seru, makan malam bersama sahabat kali ini terasa sangat menyenangkan. Nah sudah saatnya menyantap main course. Feli memilih menu ala vegetarian, saya sendiri hajar bleh aja, kapan lagiiii bisa makan aneka rupa makanan india dari berbagai daerah dalam satu tempat seperti ini.

Saya mengambil nasi briyani, Poori (sejenis roti goreng tipis yang renyah); sayur labu merah atau “Khatta Mitha Sitajhare”; kacang-kacangan berwarna kuning atau sering disebut lentils yang dicampur dengan bayam, namanya “Dal Palak Masala”; serta kari sayur kentang.

My main course

My main course

Tampaknya saya lebih menyukai Poori daripada Pitta, efek suka gorengan yang kriuk-kriuk mungkin ya, orang Indonesia gitu lho :D. Nasi Briyaninya menurut saya cukup “lekker”, campuran rempah dan udangnya sangat terasa. Yang jadi favorit saya malah sayur labu merah “Khatta Mitha Sitajhare”, dan chicken curry hasil icip-icip dari piring mas Teguh. Campuran manis dan asam labu merah serta rempah-rempah bener-bener bikin lidah bergoyang. Pengennya sih satu panci “Khata Mitha Sitajare” di restoran itu bisa dibawa pulang 😀

Ronde kedua makan malam selesai, saatnya mencoba hidangan dessert. Petugas restoran yang baik hati menanyakan bagaimana rasa makanan di restoran, kami pun mengecap enak, dan pengen sekali rasanya bisa ngobrol langsung dengan chef-nya yang aseli India. Wuihhh boleh lhooo sama petugasnya, dan nanti chefnya yang akan mendatangi kami. Ahhh senangnyaaaa….

Rupa-Rupa Masakan India

Chef Ashwahi Kumar

Chef Ashwani Kumar

Tak berapa lama Chef Ashwani Kumar Singh pun mendatangi meja kami. Doi Chef terkenal, sudah 16 tahun malang melintang di dunia kuliner India dan memenangkan penghargaan Chef terbaik. Kami langsung berdiri menyambutnya, orang beken gituh, tapi dengan sangat rendah hati beliau menyilakan kami untuk duduk kembali. Blogger kepo seperti kami pasti bakal banyak nanya ya, dan sang Chef langsung diberondong pertanyaan.

Chef Ashwani Kumar menceritakan bahwa ada 17 jenis masakan berbeda setiap harinya yang dihidangkan di Hotel Kempinski Indonesia selama „Colours of India“, bahkan menu hidangan pagi, siang, dan malam pun berbeda. Masakan India yang disuguhkan merupakan campuran dari bagian utara di Tandoori, masakan berempah-rempah kuat dari wilayah timur, serta lezatnya nasi briyani di bagian selatan India. Hari Sabtu tanggal 11 oktober nanti bahkan akan dimeriahkan oleh tari-tarian India, minuman India, serta masakan pesisir India. Aduh pengen datang lagiiiii….

Nah bagaimana sih caranya membedakan asal daerah makanan India yang kami makan. Menurut Chef Ashwani Kumar, sebenarnya masakan India dibedakan atas empat musim dan waktu penyajian. Contohnya saat musim dingin, orang-orang cenderung makan daging supaya badannya tetap hangat. Sedangkan saat musim panas, orang-orang akan banyak memasak menggunakan mentimun untuk mengatasi dehidrasi saat musim panas. Untuk jenis makanan sendiri, makan pagi cenderung lebih berat daripada makan siang ataupun makan malam.

Chef menambahkan India bagian utara memang cenderung menggunakan yoghurt dalam masakan mereka. Sedangkan India bagian timur terkenal dengan kue-kue manisnya. India bagian selatan sangat terkenal dengan aneka ragam masakan nasi-nya. Tentu disinilah tempatnya nasi briyani yang paling popular. Adapun India bagian barat terkenal masakan dengan masakan pesisir dan pegunungan, serta masakan vegetarian yang akan dilaksanakan demo masaknya tanggal 11 Oktober mendatang.

Selesai bercerita Chef Ashwani Kumar kami geret ke meja buffet untuk foto bersama. Lumayan lah selfie-selfie dikit 😀 Terima kasih ya Chef atas informasinya.

Dessert Yang Manis

Nariyal and Kajoor Ka Gujja

Nariyal and Kajoor Ka Gujja

Selepas foto bersama saya segera mengambil hidangan dessert. Ada empat jenis makanan yang saya ambil yaitu kroket yang berisi sayur-sayuran, Tandoori Pineaple, “Nariyal and Kajoor Ka Gujja”, serta yang terakhir “Kaache Aam Ki Kher”. Makanan apakah itu?

Udah pasti tahu lah ya yang namanya kroket sayuran, enak dan saya suka. Nah kalau Tandoori pineapple itu potongan nanas yang dibakar menggunakan rempah-rempah. Enak pake bangettt.. favorit saya untuk dessert ya Tandoori pineapple ini. Adapun Nariyal – Kajoor Ka Gujja adalah pastel yang diisi kelapa dan kurma, buat saya sih terlalu manis. Sedangkan Kaache Aam Ki Kher itu adalah pudding mangga tapi berbentuk cair dan ada campuran kayu manisnya. Rasa pudding mangga cair ini pas buat saya, tidak terlalu manis, kan saya-nya sudah manis (halah..ga penting; ;p).

Selesai menyantap dessert, lembar feedback restoran pun diberikan kepada kami oleh petugas restoran. Baru kali ini antusias ngisi lembar feedback, soalnya ngarep bisa nemuin minuman India tapi ternyata hanya satu hari aja nanti di hari Sabtu. Kami pun me-request kehadiran minuman India kalau ada acara makan-makan lagi, hehehehe.

Sebelum pulang, foto-foto selfie dulu dong dengan petugas hotel dan Signatures Restaurant. Habisnya pakaian mereka bagus sih, ala ala India gitu lho, plus pelayanan mereka sangat baik dan ramah. Selesai berjabat tangan kami pun melambaikan tangan untuk pulang. Hari ini menjadi kebetulan yang sangat menyenangkan, bisa makan malam bersama sahabat dengan menu India yang lezat 🙂

signatures restauran

Signatures Restauran

Oya buat yang ingin menikmati hidangan Signatures Restaurant – Hotel Indonesia Kempinski silakan menghubungi 021 – 2358 3898 atau signatures.jakarta@kempinski.com.

Day #3: Rujak Cingur Ala SMPP/ SMANELA

24 Okt

“Ibuuu… lapar… rujak cingur ya…”, raungku pada pemilik lapak makanan Djawa Timur di pusat pertokoan Pasar Festival daerah Jakarta Selatan. Si ibu pun langsung menanggapi, “Nduk, kenapa ga hadir di acara reuni SMA kemarin? Rame banget lho… Ibu sampai kewalahan ngeladenin pembeli. Kemarin ibu juga dapat pin yang gambarnya hotel Niagara”. Ibu Penjual rujak cingur dan tahu telor yang top markotop ini kebetulan adalah seniorku di SMA. Beliau angkatan 78 pas nama SMA-ku masih SMPP! Yah beda-beda 23 tahun lah 😀

Jurus ngeles pun segera kulancarkan. “Anu, bu.. saya ga ada di Jakarta waktu itu. Hmm kalau ga salah saya ke Bandung waktu itu, ke rumah saudara”, ujarku sambil tersenyum nakal. Padahal itu semua bohongggg… hari minggu kemarin kan aku pacaran:D. Karena ketemunya cuma seminggu sekali biasanya semua jadwal hari itu aku off… Pan hari khusus buat yayank2an;p Reuninya sendiri dilaksanakan di Pasfest, hari minggu tanggal 17 Oktober kemarin.

Aku pun bertanya lagi, kapan ada reuni lanjutan SMA kami tercinta untuk ranting Jakarta. Hehehe..dengan entengnya si ibu bilang, “Pantengin aja ya FB-nya”. Busyettt…hari gini pergaulan emang ga bisa dilepaskan dengan fenomena social media ya. Baiklah, ibu… saya akan terus memantau perkembangan para alumni dari Facebook sajah..hikssss…

Jaman dahulu kala nama SMA Negeri 1 Lawang atau disingkat SMANELA memang adalah SMPP. Kepanjangannya kalau tidak salah Sekolah Menengah Perintis Pembangunan, filial atau cabang dari SMA 3 Malang, salah satu sekolah unggulan di kota Malang. Ibu yang jual rujak cingur ini rumahnya di Jalan Sumber Taman, sebelahan sama Pabrik Otsuka, alias mepet-mepet sama SMP-ku dulu 😀 *haduhhh jadi ingat masa lalu*.

Aku sebut rujaknya Pasfest Top Markotop karena racikannya memper-memper sama rujak petis kacang mete di Surabaya, serta rujak cingur paling enak di Lawang. Bumbunya itu lho… Aku udah nyobain beberapa resep rujak cingur sama tahu telor di beberapa tempat di Jakarta. Menurut criteria lidahku sampai saat ini rujak cingur yang paling enak ya dipegang lapak Jawa Timur di Pasfest itu. Nah kata temanku yang nama kerennya “Hamok”, bapak satu ini hobi makan juga, ada restoran suroboyo di daerah Fatmawati yg rujak cingurnya juga top markotop. Cuma aku belum pernah diajak kesana (Huh..temanku emang Cuma iming2 doang :D).

Ngonong-ngomong soal makanan jawa timur, untuk rawon rekornya masih dipegang sama restoran jawa timur di daerah Cikajang. Kalau sego pecel aku belum nemu juaranya. Sedangkan untuk gado-gado, juaranya teuteup gado-gado Teuku Angkasa di Bandung dong:D Hehehe..jauh bener sih lompatnya dari Jakarta ke Bandung. *laper mode on dan meneteskan air liur*

Pokoke rujak cingur ala SMPP-SMANELA ini bener-bener pengobat kangen sama Malang deh. Selain rasanya yang enak, aku puas berboso Jowo versi Malang sama pemiliknya. Puas tukar info terbaru tentang para alumnus dan hasil karya mereka. Hidup Rujak Cingur SMPP/SMANELA di pasfest!! 🙂

%d blogger menyukai ini: