Archive | Music RSS feed for this section

Regina Spektor — “What We Saw From the Cheap Seats”

1 Jul

Always love Regina.. Turn out you can meet people who loves her as well :))

mattneric

Blooming Spektor
By Eric Webb

A brief, inarguable list of the best things from or tangentially related to Russia:

x

x

5. Laika

4. Vodka tonics

3. Glasnost

2. Zangief from Street Fighter

1. Regina Spektor

Born in Russia and transplanted to New York as a kid, Miss Spektor is a force of nature. There is no point in denying this. I’ve been hooked since she was just a VH1 Artist You Oughta Know; I played “Fidelity” and “Us” on loop in the ice cream shop I worked at in college; at 18, I listened to “Samson” in the car late at night, engrossed. How do you draw up a comparison to describe her? She’s virtuosic on the piano, her voice glides effortlessly from “sweet pixie” to “sonic equivalent of Ivan Drago” to “onomatopoeia,” and her lyrics contain breathtaking storytelling. In live shows, she often uses a wooden chair as…

Lihat pos aslinya 575 kata lagi

Day#2 : Jazz Cita Rasa Indonesia

22 Okt

Kamis, 21 Oktober 2010
Seorang kawan memberikan informasi tentang serambi Jazz di Goethe Institut Jakarta sehari sebelumnya, acara Jazz rutin tiap dua bulanan. Seperti biasa, akupun antusias datang ke acara tersebut. Maklum, musik dan tari sudah jadi bagian lekat diriku sejak kecil. Acara musik apapun biasanya aku datang. Anehnya dulu pas jaman kuliah malesss banget datang ke acara-acara yang diselenggarakan oleh Goethe Intitut Bandung ataupun CCF Bandung. Nonton Teater pun kalau ga diabsen dan jadi salah satu bahan kuliah juga ga bakalan datang deh.

Sekarang malah kebalikannya. Minimal setiap bulan pasti selalu datang ke acara-acara di Goethe Institut ataupun Erasmus Huis Jakarta. Mulai dari nonton acara musical, teater, diskusi buku, ataupun pemutaran film documenter screendocs – Indocs, Festival Film Eropa dan STOS, dll. Bisa jadi sebulan dua kali malah ke pusat kebudayaan Jerman tersebut. Olala.. hidup bisa berubah seratus delapan puluh derajat rupanya.

Sama seperti music jazz yang sekarang aku tonton. Dulu waktu masih kecil suka sekali music klasik, agak besar dikit jaman-jaman SMA gitu deh ehhhh cenderung suka music New Age, giliran dah kuliah demen banget sama music rock, sekarang pas udah mulai berumur kok ndilalah suka dengan music jazz dan hal-hal berbau etnik 😀 Yaaa..hidup senantiasa dinamis, seperti music. Musik senantiasa fleksibel dibunyikan dalam banyak tempat dan suasana. Musik senantiasa setia berkolaborasi, apapun jenis musiknya 🙂

Well anyway busway, konser serambi jazz yang semalam aku tonton, two tumbs up deh! Salut untuk musisi-musisi Indonesia, terutama Imam Pras Project yang berasal dari Bandung. Keindahan kolaborasi music jazz dengan music asli Indonesia ga bisa diungkapkan dengan kata. Imam Pras Project telah memberikan gambaran music jazz Indonesia masa depan. Kolaborasi jazz dan etnik semacam ini sudah sering aku dengar sih, antara lain Vicky Sianipar dan Dewa Budjana. Namun teuteup ga bosen-bosen didengarkan lagi. Selalu ada yang baru dalam setiap permainan mereka meskipun sedang memainkan lagu yang sama. Tak diduga, dalam semalam aku langsung jatuh cinta pada permainan Imam Pras Project.

Inilah ciri unik dari music jazz Indonesia, “When East meet West” rasanya roh seperti disihir lepas dari badan untuk ikut menari bersama music yang dialunkan. Komposisi Kambanglah Bungo, Bungong Jeumpa, Pasalingsingan, Andhe-Andhe Lumut, dan Sleep My Baby Sleep adalah wujud kecintaan musisi jazz masa kini terhadap budaya local. Penggabungan nada-nada berlaras seruling, gendang, maupun rebana elok membius penonton diantara alunan piano, drum, bass, dan saxophone. Unikkkkk sekaliiiiii… Agak disayangkan dikit waktu diawal-awal acara bunyi piano dari mas Imam kurang terdengar karena microphonenya kurang satu biji. Well, tapi itu tak mengurangi keindahan aransemen lagunya sih. Oya..protes dikit, emang lagu andhe-andhe Lumut berasal dari Jawa Tengah ya? Sepengetahuan saya legenda cerita Panji dan Andhe-andhe Lumut itu berasal dari Jawa Timur lho.

Pada Akhirnya, I want moreeee… Tepuk tangan Encore pun dibunyikan. Satu lagu lagi sebagai penutup pertunjukan. Ingin deh banyak musisi lain yang seperti ini, berkolaborasi dengan music-musik local Indonesia sehingga menghadirkan sesuatu yang baru, yang unik, yang fresh! Ingin setiap hari dihibur oleh music-musik Indonesia yang ga picisan. Ingin music-musik Indonesia juga go International! Pengen sekali Indonesia dikenal bukan hanya Bali, Kopi Luwak, Anggun ataupun Ananda Sukarlan.Karena bagiku, Indonesia adalah Paradise Budaya 🙂

Regina Spektor – The Call

18 Agu

It started out as a feeling
Which then grew into a hope
Which then turned into a quiet thought
Which then turned into a quiet word

And then that word grew louder and louder
Til it was a battle cry

I’ll come back
When you call me
No need to say goodbye

Just because everything’s changing
Doesn’t mean it’s never
Been this way before

All you can do is try to know
Who your friends are
As you head off to the war

Pick a star on the dark horizon
And follow the light

You’ll come back
When it’s over
No need to say good bye

You’ll come back
When it’s over
No need to say good bye..

Now we’re back to the beginning
It’s just a feeling and no one knows yet
But just because they can’t feel it too
Doesn’t mean that you have to forget

Let your memories grow stronger and stronger
Til they’re before your eyes

You’ll come back
When they call you
No need to say good bye

You’ll come back
When they call you
No need to say good bye..

Jakarta, 17 Agustus 2009
-I’ll be there for you…-

LENTERA JIWA

11 Des

LENTERA JIWA

BY NUGIE

Lama sudah ku mencari apa yang hendak kulakukan

Segala titik kujelajahi

Tiada satupun ku mengerti

TERSESATKAH AKU DI SAMUDERA HIDUP?

Kata-kata dan kubaca

Terkadang tak mudah ku cerna

Bunga-bunga dan rerumputan bilakah kau tahu jawabnya?

Inikah jalanku?

Inikah takdirku?

Ku biarkan ku mengikuti suara dalam hati yang selalu membunyikan CINTA….

Kupercaya dan kuyakini murninya nurani

Menjadi penunjuk jalanku, LENTERA JIWAKU

LASKAR PELANGI – NIDJI

10 Nov

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia

Berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya

Laskar pelangi, takkan terikat waktu

Bebaskan mimpimu di angkasa

warnai bintang di Jiwa

Reff:

Menarilah dan terus tertawa,

walau dunia tak seindah surga

Bersyukurlah pada Yang Kuasa,

cinta kita di dunia

Selamanya….

Cinta kepada hidup, memberikan senyuman abadi

Walau hidup kadang tak adil, tapi cinta lengkapi kita

Laskar Pelangi, takkan terikat waktu

Jangan berhenti mewarnai, jutaan mimpi di bumi

Time Of My Life

8 Agu

By:David Cook

I’ve been waiting for my dreams To turn into something, I could believe
in
And looking for that magic rainbow on the horizon, I couldn’t
see it
Until I let go, Gave into love, and watched all the bitterness burn

Now I’m coming alive, Body and soul.
And feelin’ my world start to turn

And I’ll taste every moment And live it out loud
I know this is the time,
This is the time to be
More than a name or a face in the crowd
I know this is the time,
This is the time of my life
Time of my life

Holding onto things that vanished into the air
Left me in pieces
But now I’m rising from the ashes
Finding my wings
And all that I needed was there all along
Within my reach, As close as the beat of my heart

And I’ll taste every moment
And live it out loud
I know this is the time,This is the time to be
More than a name or a face in the crowd
I know this is the time
This is the time of my life
The Time of my life
And I’m out on the edge of forever
Ready to run…..
I’m keeping my feet on the ground, My arms open wide, My face to the
sun

And I’ll taste every moment, And live it out loud
I know this is the time,This is the time to be
More than a name or a face in the crowd
I know this is the time
This is the time of my life…..
My life…..

More than a name or a face in the crowd
I Know This is the time
This is the time of my life…
This is the time of my life….
The time of my life….
Time of my life.

7 Agustus 2008

Buatku perubahan adalah suatu kesempatan untuk menikmati hal-hal yang baru, hal-hal baru yang harus kita perjuangkan.
Instead berpikir atas kehilangan, marilah kita membenamkan diri dalam pikiran menanam benih kesuksesan, tantangan yang harus ditahklukkan. Suatu saat nanti kita akan memanen hasil perjuangan itu. Sadarilah bahwa petualang sejati harus selalu siap menghadapi apa pun yang menanti di depan nanti.”

HARMONY

6 Feb

HARMONY
By PADI

 

 

Aku
Mengenal DIKAU, tak cukup lama separuh usiaku

Namun
begitu banyak, pelajaran yang aku terima

KAU
membuatku mengerti hidup ini

Kita
terlahir bagai selembar kertas putih

Tinggal
kulukis dengan tinta pesan damai

Dan
terwujud harmony

 

Segala
kebaikan, takkan terhapus oleh kepahitan

Kulapangkan
resah jiwa, karena ku percaya kan berujung indah

KAU
membuatku mengerti hidup ini

Kita
terlahir bagai selembar kertas putih

Tinggal
kulukis dengan tinta pesan damai

Dan
terwujud harmony

 

Harmony…Harmony…Harmony….

 

 

 

6th,
February 2008

 

What
we do in life are echoes in eternity
”. Setiap peristiwa di
jagat raya ini adalah potongan-potongan mozaik. Terserak di
sana-sini, tersebar dalam rentang waktu dan berbagi dimensi ruang.
Namun, perlahan-lahan secara misterius, ia berkumpul, bersatu
membentuk sosok seperti Antoni Gaudi. Mozaik-mozaik itu akan
membentuk eksistensi orang tersebut, ia akan membangun siapa dirimu
nanti. Lalu apa pun yang kau kerjakan dalam hidup ini, akan bergema
dalam keabadian. “Maka berkelanalah di atas bumi ini untuk
menemukan mozaikmu!” – Pak Balia, Sang Pemimpi by Andrea Hirata

 

Teruntuk
beberapa potongan mozaik hidupku: my beloved mom, kakakku tersayang:
mbak icha, Almarhum Mr. Setiyadi: guruku yang membuatku berani untuk
bermimpi, Mas Roy dan Mbak Titis sekeluarga: pahlawan jiwaku, yang
mengenalkanku kembali kepada Tuhan dan Agama, sahabat-sahabatku
tersayang: Fifi, Ct, Anie, Achiet; apa jadinya dunia ini tanpa
kalian?, teman-teman deutsch 2k; guru nyata tentang survival…miz u
all badly. Terimakasih telah mengajarkan arti hidup. Terimakasih
telah menjadi bagian hidupku dan membangun esensi diriku.

 

Terimakasih
juga kepada para penulis yang telah menginspirasi banyak orang,
terutama aku, sekaligus teman untuk bertukar pikiran dalam hari-hari
yang kadang kumaknai sepi. Kalian menjadi cambuk semangat bagiku
untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi diri sendiri,
serta orang lain. Salutation untuk Jostein Gaarder, Paulo Coelho,
Syekh Fadhalla Haeri, Gede Prama, dan Andrea Hirata.
“Mari
kita tertawa, dan seisi duniapun akan tertawa bersama kita. Mari kita
bermimpi, dan mencapai impian-impian itu:)”

 

 

 

Devi.
R. A.

%d blogger menyukai ini: