Archive | Happiness & Open Mind RSS feed for this section

Little Bit About Me Nowadays

17 Apr

Yeah..hari ini nyoba-nyoba tes kepribadian gratisan…xixixixi..hasilnya not bad, meskipun ga seratus persen cocok tapi cukup merepresentasikan keadaan kepribadian masa kini…yeuppp people change 😀

Nah hasil tes itu adalah:

Pelaku Individualistis

Pelaku Individualistis adalah orang-orang yang yakin akan diri sendiri dan sangat mandiri. Mereka orang-orang yang pendiam (ga pendiam juga sih) dan realistis, sangat rasional, dan sangat tegas. Mereka memelihara individualisme mereka dan senang menerapkan kemampuan mereka pada tugas-tugas baru. Namun mereka juga adalah orang-orang yang sangat spontan dan impulsif yang suka mengikuti inspirasi sekonyong-konyong mereka.

Tipe Pelaku Individualistis adalah para pemerhati yang baik dan tajam yang menyerap segala sesuatu yang terjadi di sekitar mereka. Namun demikian, mereka tidak terlalu peka dalam hubungan antar manusia dan terkejut ketika sesekali membuat orang tersinggung dengan sikap blak-blakan dan lugas mereka. Mereka tidak terlalu menyukai kewajiban; namun jika Anda memberi mereka ruang, mereka adalah orang-orang yang sesungguhnya tidak rumit, mudah bergaul, dan periang.

Tipe Pelaku Individualistis menyukai tantangan – aksi dan hal-hal yang dianggap aneh adalah bagian dari kehidupan mereka. Mereka suka mencobai nasib dan banyak orang tipe ini memiliki hobi berisiko seperti skydiving atau bungee jumping. Ini juga berlaku pada kehidupan sehari-hari mereka. Tipe Pelaku Individualistis mampu mengatasi situasi-situasi kritis; mereka dapat menangkap situasi, membuat keputusan, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan sangat cepat. Hirarki dan otoritas tidak terlalu membuat mereka terkesan; jika seorang atasan tidak kompeten, mereka tidak akan terlalu menghormatinya.

Tipe Pelaku Individualistis suka menerima tanggung jawab. Mereka memiliki kepekaan terhadap realitas yang menonjol dan selalu menemukan solusi yang paling tepat dan praktis untuk sebuah masalah. Mereka melerai konflik secara terbuka dan langsung; di sini, kadang-kadang mereka tidak terlalu peka namun mereka sendiri juga dapat menerima kritik dengan sangat baik.

Sebagai teman, tipe Pelaku Individualistis setia dan penuh pengabdian; mereka hanya memiliki beberapa hubungan pertemanan memiliki banyak hubungan pertemanan, dan banyak di antaranya berlanjut seumur hidup. Orang senang berbicara dengan mereka karena sikap optimis mereka dalam memandang kehidupan dan kemampuan mereka untuk mendengarkan. Namun demikian, mereka lebih suka membicarakan minat dan hobi yang sama ketimbang bahkan isu-isu teoritis atau filosofis – meskipun hal-hal itu tidak cukup nyata bagi mereka, namun ingat mereka adalah pemerhati yang tajam.

Mereka membutuhkan banyak kebebasan dan waktu bagi diri sendiri dalam hubungan asmara namun, pada saat bersamaan, mereka juga sangat toleran terhadap pasangan mereka. Sangat jarang tipe Pelaku Individualistis jatuh cinta hingga mabuk kepayang (waduh dimana-mana namanya jatuh cinta bikin ga inget apa-apa, kalau suka sama orang ya suka-no explanation. Dari sekian banyak, pernah sekali putus cinta yang rasanya sakittt banget  ampe pengen bunuh diri, dua kali typus gara-gara putus cinta juga pernah 😀)  Mereka rasional sekaligus irrasional. Mereka lebih suka memilih pasangan berdasarkan kesamaan minat dan kegemaran visi misi yang ingin mereka bagi bersama pasangan tersebut.

Tipe Pelaku Individualistis tidak terlalu menyukai emosi yang meletup-letup, apalagi emosi marah. Mereka lebih suka membuktikan cinta mereka dengan tindakan dan mengharapkan hal yang sama dari pasangan mereka. Beberapa bukti cinta pelaku INDIVIDUALISTIS adalah melepaskan orang yang mereka sayangi karena tahu orang-orang tersebut lebih berbahagia bersama orang lain. Barangsiapa berharap mengikat diri dengan seorang Pelaku Individualistis membutuhkan banyak kesabaran. Butuh beberapa saat sebelum tipe kepribadian ini bersedia terlibat dengan orang lain. (Mereka harus diyakinkan dulu, dan walaupun sakit dia akan melepaskan apa yang memang harus dilepaskan, xixixi menjunjung tinggi keadilan soalnya 😀)

Nah itulah sedikit cerita tentang kepribadian si Bungsu bergolongan darah B, berzodiak Capricorn, bershio Anjing. Mau tahu kepribadian kalian seperti apa? Banyak kok situs gratisan buat ngetes kepribadian contohnya : http://www.ipersonic.net. Selamat Mencoba! ^_^

Positive is my way

 

 

 

Hold My Hand

3 Apr

Meet a bunch of elementary school boys on my way to the nearest Bank this afternoon. They were running away from a barking dog. One of them was left behind due his afraid. This left behind boy, move backward to another direction, then hiding behind a car, watched the dog from the distance.

Most of his friends were teasing him, “coward”, and make sound of a barking dog. But one of his friends, none like other, came forward to the hiding boy, passing the barking dog, and said “Come, don’t be afraid. It’s only a dog. I’ll be on your side. Hold my hand, and I’ll walk with you passing it through”.

Image
I smile; my heart was full of untold feeling at that moment. Love I guess. Those situations remind me to my friends. A good friend indeed, never left you although in distance. They were holding your hand in whatever situation that you faced and accompany you walking down the life. Lotta love and pray for u all my friends that always shares happiness and kindness.

I’m so glad that I have you all in my life 🙂

Serendipity, Is it Luck or Fate?

23 Okt

Banyak kata-kata berseliweran, tentang sebuah keadaan yang tidak pernah direncanakan. Ya, aku tidak pernah merencanakan untuk suka padamu.Perjalanan itu mengubah segalanya.

Waktu itu aku memikirkan orang lain dan entah kenapa tiba-tiba sosoknya terganti dengan hadirmu, namun kehadiranmu sama rumitnya… ah aku tak ingin muluk-muluk. Ya, aku ingin ke tahapan lebih tinggi, namun aku tak bisa membaca masa depan. Satu yang aku percaya, kalau kamu memang untukku, pasti akan ada jalan buat kita bersama.

Orang-orang mungkin memiliki hidup yang lebih mudah dan mereka tertawa-tawa saja melihat kerumitanku di masalah ini. Satu yang harus mereka ketahui, hal-hal semacam ini juga di luar kontrolku, aku tak bisa menghalangi hati untuk jatuh cinta ataupun kehilangan cinta tersebut. Aku bahagia saja dan bersyukur atas semua yang terjadi 🙂

Serendipity

Aku juga menyempatkan diri membaca sebuah buku yang berjudul “The Change book”, Judul aslinya adalah “Die Welt Erklaert in Drei Strichen”, caraku memahami berbagai perubahan di sekelilingku. Ada suatu bahasan yang aku sukai:

What do we really want from life?

Let’s presume that most of us want happiness, money, and to make an impact. If we don’t enjoy what we do, we become unhappy. If we don’t earn any money with what we do, we can’t live. If what we do doesn’t make an impact, it becomes pointless. How do we achieve all three? 

By add the dimension of time to the three goals, it creates four sub-goals:

* Short-term gain – the income that you earn  from doing a job

* Long-term gain – the knowledge and experience that you gain from a job

* Short-term happiness – the fun that you have doing a job

* Long term happiness – the deeper meaning bestowed by a job.

Whenever we want to make a decision, i think we need to consider this.

Pulang…

30 Jul

Pagi ini sangat menyenangkan, badan terasa nyaman setelah beberapa hari sakit dan mood juga membaik. Seminggu liburan dan tidak melakukan apa-apa ternyata obat yang mujarab, padahal banyak hal yang harus dilakukan. Akhirnya aku ada kemauan lagi untuk berkegiatan. Alhamdulillah…

Entahlah mungkin itu semua akibat jenuh dan stress. Bahkan aku baru sadar mengalami stress setelah reaksi alergi kulit beberapa bulan belakangan. Itupun karena diberi tahu orang 😀

Setelah bertahun-tahun melakukan banyak hal dari pagi sampai malam dan jarang istirahat, aku sampai pada situasi tidak ingin melakukan apa-apa. Badan pun memberikan reaksi berontak.

Semua orang ternyata butuh waktu bersama dirinya sendiri, pulang ke dalam diri. Pulang adalah merasakan cinta dan kenyamanan terhadap diri sendiri. Ya, kita butuh untuk mencintai dan menghargai diri sendiri. Tak ada yang salah dengan hal itu.

Biasanya saya melakukan meditasi agar memiliki waktu berkontemplasi dan berbicara dengan diri sendiri. Namun sebagian orang masih mengganggap duduk diam tenang dengan nafas yang teratur adalah hal aneh. Justru maen handphone sendirian dan ketawa ketiwi adalah hal yang bisa ditolerir.

Yang tidak terbiasa meditasi dan latihan nafas bisa mencoba berkontemplasi saat sholat. Biasanya saat sholat hati jadi lebih teduh dan terbuka. Dengan catatan, sholatnya tidak diburu-buru waktu.

Bagiku, pulang kepada diri sendiri adalah saat yang tepat untuk beragumentasi dan berlogika atas hal-hal yang terjadi, ketidak puasan hati misalnya. Hal yang cukup manusiawi menurut saya. Pulang dan mengheningkan diri adalah salah satu cara untuk melapangkan dada. Tak heran kalau banyak orang bilang hening adalah cara untuk menjadi lebih bijaksana.

 

taken from: thecrowdvoice.com

taken from: thecrowdvoice.com

Aku harap bisa lebih bijaksana ke depannya dengan selalu pulang.

What is REALITY?

6 Mei

Menurut kamus arti reality adalah: The world or the state of things as they actually exist atau A thing that is actually experienced or seen. Dengan kata lain AKTUAL – FAKTA – KEBENARAN. Jadi realita bagi masing-masing orang mungkin saja berbeda, karena apa yang dilihat dan dialami belum tentu sama, semuanya tergantung sudut pandang. 

Terlebih kita masing-masing hidup dalam realita tersendiri, ada milyaran realitas lain yang tidak kita ketahui keberadaannya, Saya dan Anda pun memiliki hidup yang berbeda. Adalah tidak mungkin bagi kita untuk mengetahui segala hal secara keseluruhan di muka bumi dengan mendetail. Dengan kata lain yang tidak kita ketahui saat ini bukan berarti benar-benar tidak ada, hanya realita kita yang belum sampai kesana. Hal-hal yang tiada pada akhirnya seiring waktu, kita sadari itu ada. Hal ini menyadarkan saya bahwa KENYATAAN buat saya dan orang lain tidaklah sama.

Mungkin itulah sebabnya suatu norma universal ditegakkan, atau untuk itulah terjadi perpecahan norma, karena norma universal tidak sesuai dengan keadaan sebagian orang.

Hidup kita adalah sebuah kepingan kehidupan yang bertebaran di muka bumi. Sebuah realitas diantara berbagai realitas yang muncul. Kadang realitas kita bertabrakan dan saling memotong, atau bahkan berjalan bersisian, tapi tetap kita punya jalur masing-masing. Lalu dimanakah kita tempatkan mimpi? Apakah ia semacam hiper realitas?

*sambil menyanyikan, But just because it burns doesn’t mean you’re gonna die, you’ve gotta get up and try, and try, and try….

Gnothi Seauton

21 Feb

 

Belajar paling lama dan susah adalah belajar tentang diri sendiri.

Sejenak berfikir jernih, ternyata ada banyak hal dari diriku yang perlu diperbaiki, maksudku kebiasaan tidak baik. Ada banyak hal yang harus ditundukkan antara lain kemalasan, belajar tersenyum saat marah, mengendalikan emosi yang fluktuatif, egoisitas diri, bahkan belajar memahami orang lain lebih lagi. Begitulah.. Begitu banyak kurangnya diri.

Aku orangnya ternyata ga betah dengan arogansi, kerjaan monoton, dan baru tahu kadang-kadang apa yang awalnya kita suka pada akhirnya menjadi hal yang tidak benar-benar kita suka:p

Bahkan aku pun baru tahu belakangan ini, bahwa aku kurang antusias bangun pagi untuk kerja. Tapi kalau bangun pagi untuk ngejar sunrise pas travelling, ga tahu mengapa sungguh mengasyikkan sekali. Tidur juga hal yang menyenangkan juga ternyata bagiku. Yang paling parah, aku orangnya nyantai, dan akibatnya jadi sering telat *hadehh tepok jidat*. Jalan-jalan juga hal yang kebawa jadi mimpi buatku. Menyukai kerja yang fun, karena bagiku kerja itu memang untuk bersenang-senang, ajang apresiasi diri saja.

Kadang-kadang menebak diri sendiri juga bukan hal yang mudah. Logika dan hati kerap tidak mau kompromi. Susah deh nebak perangai mereka berdua, karena satu sama lain paham ada konsekuensi dalam setiap pilihan kita, dan itu terkait dengan keadaan kehidupan kita saat ini.

Untuk kerjaan misalnya. Kembali tergiur untuk kerja Freelance. Kerja tetap dan Freelance ada enak dan enggaknya. Ada yang bilang kerja tetap itu enak, tiap hari bisa keluar rumah dan ketemu orang lain, ga perlu mikirin hal-hal yang terjadi di rumah, hal2 yg bisa bikin kita gila. Plus, gajinya juga tetap, bulanan.

Tapi di sisi lain ada yang bilang kerja freelance enak, ga perlu keluar rumah soalnya macetnya Jakarta itu ga ketulungan, bisa bobo kapanpun, bisa ngatur jadwal libur sesuka hati, dan lebih hemat karena ga keluar ongkos transpot dan makan di luar rumah. Tapi ya gitu, incomenya ga tetap, kadang ada duit kadang engga.

Image

en.wikipedia.org

 

 

 

Life, pilihan apapun sebenarnya ga salah sih.

Let’s Open The Door :)

28 Jan

psychologytoday.com

Berbicara dan mendengarkan orang lain saat ini jadi hal yang paling menyenangkan buatku. Setiap orang punya kisah dan cara pandangnya masing-masing. Memberi inspirasi dan sudut pandang baru bagiku, bahkan kadang-kadang hampir tak percaya bahwa pemikiran besar tersimpan pada wajah-wajah polos murah senyum tersebut.

Sebut saja Kuntum, yang berbicara tentang lika liku perjuangannya dalam menerima diri sendiri. Bagaimana penolakan dan tidak dicintai dapat meruntuhkan “jiwa”.  Bahwa ternyata semua orang ingin diterima, bahwa mereka diinginkan, bahwa mereka tidak sendiri.

Banyak orang merubah dirinya sendiri untuk diterima *terinspirasi oleh film Les Misrables*. Ada yang mengubur masa lalu, dan aku pikir kalau itu bisa menenangkan, tidak ada hal yang salah dengan itu.  Biarkan waktu yang membuka singkap dengan kejujurannya sendiri.

Pada akhirnya aku sampai pada kesimpulan besar, every hearts needs a chance to shine. Betul, banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginan hati kita atau bahkan keinginan orang-orang lain, terutama orang-orang yang dekat dengan kita. Tapi hey..itu bukan alasan bagi kita atau orang lain untuk menyakiti perasaan.

Berikan kesempatan pada hatimu. Even though is hard, kita tidak boleh menutup pintu hati, jadi apapun yang diri sendiri atau orang lain lakukan, pastikan pintu hati kita selalu terbuka untuk diri sendiri dan orang lain.

Yang harus dilakukan saat ini adalah mengontrol diri sendiri, gak perlu repot dengan pikiran orang lain karena itu memang bukan urusan kita. Yang bisa kita atur baik-baik saat ini sebenarnya diri sendiri, cara berpikir, cara merasakan, dan bagaimana kita menjalani hidup sehari-hari.

Ada kalanya saat kita begitu sakit bahkan logika dan hati tak tahu harus berbuat apa dan kemana. Pada saat itulah saatnya kita membutuhkan orang lain dan Tuhan. Jadi buka hatimu….

No need to like everything, just understand it. No need to be part in everything, just take a part the thing that we really want at the most. The most important in your life, I mean. Dan itu tidak harus sama dengan orang lain 🙂

Dari dunia penuh cinta :*Image

%d blogger menyukai ini: