Archive | 15 Hari Menulis Surat Cinta RSS feed for this section

#15harimenulissuratcinta: day 2 – What i’ve done…

10 Feb

Hari ini iseng-iseng meng-google nama bokap sama nyokap. Amaze, nama bokap lebih terkenal dari nyokap! Ada profil bokap via kampusnya dan dinas pendidikan kabupaten Malang. Sedangkan nyokap.. ternyata banyak yang namanya sama dengan nyokap. Tapi kok ya gak ada di database kampus nyokap. FYI, nyokap bokap baru melanjutkan kuliah di usia senja 🙂

Yang aku lakukan hari ini sebelumnya adalah, menggogle program beasiswa yang sudah lama tidak diurusi. Akhirnya aku pun teringat… bahwa aku harus memperharui paspor, Tes Toefl, TPA, dan surat rekomendasi. Banyak sekali ya dokumen yang diperlukan untuk memperbaharui paspor secara online, serta untuk apply beasiswa di luar negeri. FYI persyaratan beasiswa luar negeri tidak senjlimet persyaratan beasiswa via Dikti ataupun instansi pemerintah.

Oleh karenanya saya sadar mengoleksi dokumen-dokumen ternyata penting gila. Contohnya untuk bikin paspor, butuh tanggal lahir bokap dan nyokap, which is saya ga inget ulang tahun bokap makanya tadi mulai meng-google. Karena ga ketemu juga akhirnya minta bantuan sama nyokap. Nanti dicariin sama nyokap katanya, karena beliau masih di rumah sakit. Makyes.. rasanya hati. Ngilu karena ga bisa menemani saat nyokap sakit. Ibu, satu-satunya hal yang bisa membuat saya menangis tanpa sebab.

Anyway secara random saya pun memulai mencari latihan toefl online sebelum melakukan tes secara langsung, tapi kok malah kesasar ke forum pengembangan otak. Iseng-iseng saya coba ngecek gimana sih otak saya. Permainannya lucuuu… dan menurut tes tersebut, otak saya paling banyak kapasitasnya buat memori. Satu yang perlu diwaspadai dari tes otak ini adalah, tidak mengecek kewarasan ^_^

Hal yang saya ambil hikmahnya hari ini adalah, semua hal berkaitan. Mulai dari menggoogle beasiswa, kemudian teringat harus memperbaharui paspor serta tes toefl, kemudian menggoogle nama bonyok, dan kemudia beralih mencari tes toefl online, sampai pada sistem pengembangan otak dan jam Giordano *rrr abaikan benda terakhir berupa jam Giordano*.

Intinya banyak hal bisa kita lakukan dengan waktu yang sempit dan kepepet, banyak hal yang kita tidak tahu dan lupakan, banyak hal yang bisa kita dapat dari internet dengan menggerakkan jari-jari. Apapun itu kita memiliki banyak hal yang bisa kita lakukan, kita pilih untuk kita ketahui, ASAL kita mau.

Baiklah demikian curhatan hari ini, tentang kegiatan sehari-hari dan orang-orang yang saya cintai. I love u, ma :*

#15harimenulissuratcinta: Day 1 – I’ll be Brave

25 Jan

Di sepanjang proses yang aku lewati, ada suatu kesadaran yang menyembul. Bahwa untuk menerima, biasanya diawali dengan pergolakan batin. Ada yang memerlukan waktu tak terlalu lama, ada yang membutuhkan waktu seumur hidup untuk sekedar menerima.

Dan ini pergolakan batin yang lebih bisa aku redam daripada waktu-waktu yang lalu. Mungkin karena waktu.. aku sadar emosi pun kadang-kadang harus intelek dan cantik.

Di setiap putaran yang menebar keraguan, pergolakan, aku beranjak pada sajadah dan namaNYA yang sering kusebut dalam hati.. meskipun terlalu lemah, meskipun tidak nyaring, aku yakin Dia mendengar. Aku sampai pada Pasrah.

Pasrah bukan berarti berhenti berusaha, namun menyerahkan hasil dan hal-hal luar biasa kepada yang lebih kuasa. Kepada yang bisa mempercantik skenario keindahan daripada sebatas yang bisa dibayangkan manusia.

Setiap keraguan dan pergolakan ternyata semakin mendekatkan aku kepada Pasrah, sungguh tak ingin memikirkan keraguan, fisik pun tak kalah letih dalam merasa. Diriku, aku ingin kau tahu bahwa aku percaya pada kehidupan. Jadi, aku akan selalu beranikan diri  karena walaupun aku sendiri ada DIA yang selalu menemani.

Aku pasti berani, karena berani bukan berarti kehilangan rasa takut tapi justru menitipkan rasa takut dan menepiskan ragu tersebut kepada yang memberi rasa. I’ll be brave, God. Aku terima setiap keraguan dan peperangan hati maupun pikiran. Aku pasrahkan jawabannya pada diriMU.

Aku pasti selalu berani, Tuhan… untuk terus bermimpi meskipun kadang ragu menyembul, kadang pergolakan emosi menyapa. Aku menerima…

*surat cinta untuk diriku sendiri.. “i love you, my self. thank you for hold on to life all this time 🙂 *

%d blogger menyukai ini: