Life is a Paradoks

21 Nov

source: filsafat.kompasiana.com

Mungkin banyak orang sedang sakit hari ini, dan mungkin saja sakitnya sudah lama. Ya, sakit di jiwa yang bertahun-tahun dipendam. Atau bahkan tidak diketahui.

Bisa jadi sumber penyakit karena masa lalu yang tidak mengenakkan, dan memberi luka. Bisa jadi memang sudah ditakdirkan sakit bawaan. Tapi entah kenapa baru belakangan ini sakit di jiwa terlihat sangat signifikan di mata saya, mungkin karena dulu sakit di jiwa hanya menjadi semacam ambisi. Sekarang sakit di jiwa mulai banyak melukai, namun anehnya dianggap umum. Apakah dunia kita juga turut menjadi sakit?

Entah masa yang berubah, entah generasi memang sedang rapuh, tapi yang mereka sekarang terluka saya melihatnya menjadi semakin rapuh. Padahal harapan saya mereka akan semakin kuat. Karena selama sakit itu tidak membunuh diri sendiri, saya yakin kita akan semakin kuat karenanya.

Ini adalah sebuah paradoks diamana kesakitan akan menimbulkan kekuatan. Dan dunia memang berisi Paradoks. Apa yang kita beri belum tentu sama dengan apa yang kita terima. Apa yang kita inginkan belum tentu juga hal yang kita butuhkan. Apa yang kita sebut kemajuan, bisa berarti kemunduran bagi unsur-unsur lainnya. Dan apa yang kita hinakan, malah nantinya menjadi kemuliaan.

Kita semua berada dalam sebuah paradoks.. Dalam pekerjaan saya, saya ada di tengah-tengah itu. Saya harus jadi kawan maupun lawan. Ada di tengah-tengah. Saya dituntut jadi bintang film yang jago berakting dan selalu open mind namun juga dituntut outspoken.

Pekerjaan saya selain menyampaikan apa yang harus disampaikan, juga membuat kalkulasi dampak atas penyampaian tersebut. Karena ada kalanya suatu informasi memang tidak untuk disampaikan, hanya sekedar diketahui. Saya harus bisa memilah, mana informasi yang harus disampaikan atau tidak. Membuat isu serta membangkitkan sudut pandang tertentu dengan bantuan alat apapun, media termasuk di dalamnya adalah kegiatan saya sehari-hari. Membangun citra, karena saya hanya dibalik layar.

source: twoje-seriale.pl

 

 

Saya hidup dalam paradoks🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: