F For Fidelity

24 Sep

“This Ring and my name “F” means for Fidelity, sorry Dev, I’m taken.. You may not fall in love with me” Begitu katanya di awal pertemuan kami, dan saya langsung tepok jidat mendengar kenarsisannya😀. Owalah sopo gitu yang niat fall in love with him.

taken from pyrrha.com

Saya, yang beberapa waktu lalu kena PHK (Pemutusan Hubungan Kecintaan) secara sepihak, terus terang masih senang dengan masa-masa sendiri. Konsen dengan beberapa hal yang kemarin tak sempat dipikirkan. Plus masih trauma dengan beberapa hal. Males mau pacaran lagi, temenan aja lah, malah bagus kan kelihatan semua jeleknya pas jadi teman. Kalau mau serius, mending langsung ngelamar aja ke rumah orangtua saya. Karena laki-laki yang dipegang adalah kata-katanya. Janjinya pada diri sendiri.

Begitupun dengan yang dilakukan oleh “F”, teman saya ini. Berusaha menepati janjinya. Sekarang dia sakit, meningitis, denger-denger kanker otak juga. Diagnosa dokter waktu itu umurnya tinggal 1-2 tahun lagi. Dia sekarang berjalan menggunakan tongkat. Namun semangat hidupnya, jendral, luar biasaaa!

And “F” make a promise to a woman, that she will be the last. That he will always love her. And that’s what he do. Walaupun perempuan itu berpaling dari “F”, teman saya yang mulutnya setajam silet itu tetap mencintainya. Dia ga peduli perempuan itu akan balik lagi kepada dia atau enggak. Yang dia lakukan adalah mencoba menepati janjinya, mencintainya. And he is my friend, and I’m so proud of him.

“I know you know what you’re supposed to do, Dev. Hanya saja kamu belum punya mood untuk melakukannya”. Sekali lagi dia membaca apa yang ada di kepala saya, udah saya bilang belum kadang-kadang bocah ini baca isi kepala saya seeank udelnya. “And you rite, you should not make a promise that you can not keep”, tambahnya lagi.

Yeah kami berdua tipikal orang yang berusaha keras untuk menepati janji kami. Bahkan janji kecil. Irrasional sih, tapi sebisa mungkin kami lakukan. Makanya kami tipikal orang yang jarang berjanji.

Ada dua orang yang meminta saya berjanji untuk tidak meninggalkan mereka. Yang pertama saya iyakan. Yang kedua, saya hanya diam saja. Saya takut berjanji. Namun ironisnya malah kedua orang itu yang meninggalkan saya. And I can not blame them for that. It’s life.

I said to “F”, “gw banyak salah juga kali dalam hubungan yang gw jalani”. Teman saya yang bernama Dhi, biasanya marah kalau dengar saya ngomong gitu. Dia benci saya nyalahin diri sendiri. “F” beda, dia bilang, “You know, Dev. Someone was brought to your life becoz a reason, and God take them out from your life becoz of more good reason” sambil menepuk pundak saya.

I know, F, sometimes we come to a person life not to make them love us, but to let them feel that they were so much worth loving for. Memang, banyak yang hilang dalam hidup kita. Tapi saya sadari, semakin banyak kehilangan, makin banyak pula orang yang bilang sayang kepada kita, Alhamdulillah. Dan saya pun menyayangi mereka🙂

“F” teman saya ini tipikal orang yang nyadar diri, “Gw bukan orang kaya, Dev. Gw harus kerja keras demi membiayai orang yang gw cintai. Gw juga sakit. Apa sih yang bisa gw tawarin buat orang2 yang gw cintai. I’m not blaming anyone for leaving me”.

Jadi, siapapun nanti yang bersedia jadi pasangan “F” harus kuat, karena dia mensyaratkan perempuan itu untuk tetap tertawa dan tersenyum bahkan saat dia pergi selama-lamanya meninggalkan mereka. Yahh walaupun kita semua temannya tahu, gak mungkin juga dia nikah sama orang selain cewek pujaannya itu ;p

Waktu itu saya bilang padanya, dia kejam. Menangis adalah salah satu cara buat perempuan untuk menyembuhkan diri. Ya, maka dari itu “F” berusaha keras membuat teman-temannya selalu ceria. Cerita sedih pun selalu berderai tawa di hadapannya,” It’s always a joy to see you laugh and smile, Dev”.

Pesannya sebelum berpisah, “Hey Capricorn, coba sedikit lebih perempuan ya. Ketegasan dan kemachoanmu itu poll soalnya, tomboy aja. Salah badan kayanya lo🙂 Eh ga papa juga sih asal lo nyaman and you accept the way you are. Yang penting kan itu. It’s your life anyway ;)”

Yeup dukun hidup satu ini yang bernama “F” sama edannya dengan saya. Sometimes we don’t care what people say about us. Terserah mereka mau benci atau enggak, asalkan kami tidak membenci diri sendiri. It’s our life, Our free will to decide what we become🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: