Hati Yang Bersujud..

5 Agu

Hobi saya sharing, hobi semua perempuan tampaknya :p, karena jujur, sharing membesarkan hati.. Meluaskan wadah lapang saya. Mengetahui masalah orang lain membuat kita ajeg menghadapi hidup dan selalu bersyukur🙂

Saya memang tipikal orang yang enggan berbagi hal-hal yang buruk sebelum saya bisa mengambil hikmah dari kemalangan yang terjadi. Saya lebih suka berbagi tawa dan kegembiraan, serta hal-hal positif.. Kenapa? karena terlalu banyak asumsi negatif yang berkeliaran di sekitar kita. Coba tanya diri sendiri, apakah kita masih membutuhkan tambahan hal-hal negatif dalam pikiran?

Kalau dunia ini sebenarnya kumpulan gelombang pikiran yang bisa didengar Tuhan, bukankah sebaiknya kita berpikiran positif sehingga saat pikiran yang kita lontarkan dan menjadi bumerang bagi kita akan kembali kepada kita dalam bentuk yang positif?

Beberapa waktu lalu sharing dengan salah satu sahabat saya, Dhi, berhasil membuat saya malu hati dan berpikir ulang tentang spiritual saya. Dhi berbeda agama dengan saya. Dia rajin berdoa sebelum tidur dan melakukan amalan doa sebagaimana agama yang dianutnya, tapi dalam pembicaraan kami, kami berdua menyadari bahwa semua ritual itu belum cukup menyambungkan hati dengan Tuhan. Yang lima kali sehari seperti yang saya lakukan saja belum cukup, apalagi yang sehari sekali seperti yang dia amalkan. Ya, berkomunikasi dengan Tuhan ternyata tak cukup hanya 5x. Padahal bukankah Tuhan selalu ada.. Tak hanya 5x dapat kita temui.

Kemarin saya juga menyambangi rumah seorang kenalan, bu nunuk, tantenya sahabat saya untuk berbuka puasa bersama. Anehnya di sana saya juga menemukan pencerahan, seolah-olah Tuhan memang membimbing jalan saya pada beliau, untuk mendekat pada Tuhan. Di mata saya, hari itu bu nunuk adalah perwujudan malaikat.

Bu nunuk mengingatkan saya dengan ajaran sunan kalijaga yang membumi bahwa ibadah adalah setiap langkah kita, setiap detik waktu kita, setiap nafas yang kita hirup. Beliau bilang, hendaknya saya menyatukan jiwa dengan alam semesta dalam berdoa karena tubuh, sukma, serta alam raya merupakan suatu kesatuan ekosistem. Kesemuanya saling terkait dan menyadari satu sama lain. Alarm dalam diri pun pastinya berfungsi apabila kita telah mencapai kepekaan spiritual. Sehingga apabila kita melakukan hal-hal yang kiranya tidak seharusnya kita lakukan, hati nurani akan memberikan tanda🙂

Bu nunuk juga mendukung saya untuk selalu meningkatkan kepercayaan diri secara spiritual. Bahwa apapun yang terjadi, tidak sepatutnya dirisaukan karena semuanya terjadi atas ijin Allah Swt. Adapun saat kita mentok dengan semua usaha yang kita lakukan, itu artinya sebentar lagi kita akan naik tingkat, karena dari tingkatan yang lebih tinggi maka kita bisa melihat suatu hal dari sudut pandang yang lebih indahn tidak terlalu terkotak.

Bu nunuk juga bercerita tentang pengalaman dan pandangannya tentang agama lain. Beliau tipikal orang yang sebelum bertindak biasanya menempatkan diri menjadi orang sebaliknya. Bagaimana kepercayaan spiritual bu nunuk berkembang saat bergaul dengan mereka yang beragama lain dan menempatkan diri dalam posisi mereka. Malu hati rasanya mereka yang beragama lain ternyata lebih tulus dan welas asih kepada sesama daripada kebanyakan orang yang beragama sama. Pada titik itu Bu Nunuk belajar untuk berpacu dalam melakukan kebaikan pun lebih ikhlas dalam memberi, karena sesuai konteks universal yang beliau yakini… "Apa yang kita miliki, sepuluh misalnya apabila kita berikan delapan, bukan berarti akan tinggal dua, melainkan berlipat kembali kepada kita menjadi tak terhingga". Hukum sebab akibat kebaikan yang menjadi sistem alam semesta🙂

Semua konsep itu saya amini, karena saya pun memiliki pola pikir yang hampir sama dengan yang dibicarakan oleh bu nunuk. Bagi saya, memberi adalah salah satu kebahagiaan terbesar yang bisa saya lakukan ^^

Doa saya pun sudah tidak muluk-muluk lagi seperti dahulu, lebih kepada supaya Tuhan membimbing saya dalam cahaya ilahinya, supaya langkah apapun yang diambil, mantap untuk saya tempuh. Apapun yang akan terjadi, Tuhan akan selalu berada di sisi saya dan menguatkan saya. Dan supaya Tuhan menjadikan saya cahaya itu sendiri, berpendar dengan kenyamanan hati saya.

Sungguh semua orang boleh berteori dan berkonsep, tapi yang menjalani kehidupan adalah masing-masing, tak semua konsep pas untuk orang lain, begitupun konsep yang saya amalkan. Hati yang damai selalu menjadi penunjuk jalan bagi saya selama ini.

Hidup ini bukankah semuanya membuktikan teori Tuhan? Yang baik akan dapat balasan begitupun yang tidak baik. Bahwa setiap orang harus hidup dalam kebaikan dan ketulusan🙂

Dhi boleh bilang saya begini begitu, mama boleh bilang begini begitu, bu nunuk boleh memberikan saran ini dan itu, teman-teman komunitas pun saya persilakan untuk berpendapat ini dan itu, bahkan senior-senior serta teman-teman kerja saya, juga sahabat-sahabat yang lain boleh memberikan masukan buat saya. Semua orang di sekeliling saya boleh berpikir saya ini dan itu. Toh karena itu yang mereka lihat dari sudut pandang mereka tentang saya. Tapi mereka bukan saya, cara pandang dan kisah hidup mereka beda dengan saya, bagaimanapaun mereka melihat saya, itu bukan keseluruhan diri saya, hanya Tuhan dan saya yang tahu bagaimana saya sesungguhnya.

Kita masing-masing diciptakan unik dan hanya satu, tidak ada devi lain yang persis sama dengan saya di dunia ini. Saya syukuri itu🙂 Apapun yang orang lain ingin bingkaikan pada diri kita, harus kita pahami konteks kesesuaiannya, kalau tidak sesuai ya jangan dipaksakan untuk dipakai.

Jalan saya ini jalan cinta, saya bersyahadat pun karena cinta. Saya selalu usahakan menghiasi hati saya dengan welas asih dan maaf, sedangkan memberi adalah tindakan saya sebagai pengejawantahan dari welas asih.

Saya bilang pada kepala dan hati saya untuk selalu damai, dan saya hadiahkan senyum kepada wajah saya. Hati saya bersujud pada setiap keagungan yang menuntun kehidupan saya. Nyawiji dengan alam dan cahayaNya. Membiarkan diri saya disemayami kasih sayang Allah….

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: