Menyadari….

30 Jul

Hari ini tiba-tiba aku menyadari that I’m growing old…. Yeah, I mean dewasa, kalau old kan biasanya berhenti bermain, nah kalau dewasa masih terus bermain😀

Entah kenapa, I just realize ada beberapa hal yang sudah ga konek dengan beberapa teman dan komunitas. Sekarang nyambungnya sama teman-teman yang sudah berkeluarga dan memiliki momongan. Mendengar tingkah polah anak-anak mereka sungguh sangat seru. Mungkin ini juga karena faktor teman sebaya banyak yang telah menikah dan memiliki anak.

Bukan salah siapa-siapa, hanya masalah proses dan waktu saja. Dan juga karena gap umur serta kegiatan sehari-hari, jadi harus pintar-pintar menyesuaikan diri di segala suasana pergaulan.

Satu lagi yang membuatku sadar aku sudah dewasa, kemampuan mengendalikan emosi, sudah jauh lebih baik. Tidak gampang terhanyut pun terlalu meledak-ledak lagi. Meskipun kalau ketemu kawan akrab pasti keluar aslinya😀 Yeah semuanya karena proses dan waktu.

Wow jadi membayangkan nanti kalau punya anak gimana…. Ini baru beda beberapa tahun dan beda pergaulan, omongan kadang ga nyambung. Hopefully apa yang aku khawatirkan tidak akan terjadi. Mudah-mudahan aku bisa jadi ibu yang baik untuk anak-anakku kelak🙂

Yet, I just realize also, Jadi orang tua itu memang ga gampang. Selain harus mengikuti arus perkembangan anak dan membangun komunikasi antar anggota keluarga, juga menciptakan kebersamaan dan gotong royong dengan pasangan.

Ini hasil sharing dengan beberapa teman yang kemarin datang mampir ke kosan. Menikah adalah kerjasama. Peran yang diambil antara suami ataupun istri sama-sama bikin lelah, oleh karena itu dibutuhkan kesabaran dan kerjasama dalam membangun biduk rumah tangga. Terlebih lagi banyak orang di luar sana yang ingin memasang bingkai dunianya ke dalam pribadi kita. Terlalu banyak orang yang jadi hakim dan berasumsi sana-sini.

Pun jadi seorang pemimpin juga tidak gampang, harus bisa meraih semua golongan yang mana golongan tersebut bukan tempat main sehari-hari istilah katanya. Dan disadari atau tidak, kita semua adalah pemimpin, setidaknya pemimpin bagi diri sendiri.

punjabigraphics.com

Semakin kita dewasa, semakin kita menyadari banyak peran yang harus kita mainkan. Semakin kita dewasa, senakin kita menyadari hal-hal mana yang harus jadi prioritas. Dan itulah yang terjadi padaku.

Hari ini aku menyadari setiap orang punya kepentingan masing-masing, teman main sendiri, pandangan dan penilaian tentang pribadi kita, bahkan selera humor sendiri. Ya, ada perasaan kehilangan itu manakala kita sudah bukan bagian daripada suatu lingkaran, namun bukan berarti kita tidak berteman lagi. Kebersamaan itu tetap kita miliki. Klise sih, tapi kali ini aku memahaminya dengan arti yang lebih dalam.

Setiap orang mempunyai rasa dimana merasa nyaman ataupun tidak cocok. Dan andaikata tidak cocok pun, usaha apa yang telah kita lakukan untuk menyesuaikan diri dan menjembatani ketidak cocokan tersebut. Because that’s what life all abaout isn’t it, menerima dan menyesuaikan diri, or change it 😉

Life.. Hari ini, aku baru menyadari bahwa aku sudah dewasa🙂

2 Tanggapan to “Menyadari….”

  1. indrijuwono 30/07/2012 pada 11:30 am #

    I can’t say anything, just be stronger. Always prepare yourself to be stronger.
    Jangan pikirkan pengorbanan untuk kedewasaanmu. Kamu pasti bisa jadi ibu yang baik untuk anak-anakmu kelak. Auramu rainbow, mostly orange, lovable.
    Hugs!

    • Devi R. Ayu 30/07/2012 pada 11:57 am #

      Thank you, Indri *berpelukan virtual* Terimakasih buat doanya dan kepercayaanmu padaku. Senang punya dirimu di segala suasana🙂 love you :*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: