The Vow

16 Apr

Ketika kamu mencintai seseorang, pernahkah terpikir kadang-kadang ingin menyimpan masa lalu yang tidak mengenakkan itu erat-erat. Andaikan bisa memutar waktu, masa lalu yang hitam itu ingin kita hapus, dipendam jauh-jauh sehingga tidak diketahui oleh orang yang kita sayangi. Namun kita menyadari, tanpa hadirnya masa lalu tersebut artinya kita hanya mengijinkan orang-orang yang mencintai kita, mencintai separuh dari diri kita. Separuh bagian yang turut membangun karakter kita saat ini. Diri kita yang tidak lengkap.

Ada kalanya kita merasa terusik saat seseorang bertanya tentang masa lalu. Kenapa kita begini, bukannya begitu? Bukan hal yang mudah menjawab kenapa kita lebih sering berpikir begini daripada begitu. Biasanya saat ada yang mengajukan pertanyaan tersebut, saya akan tertawa saat menceritakan banyak kesalahan dalam hidup. Tawa itu artinya berdamai dengan masa yang berlalu, lucu, dan selesai. Namun saat saya masih berkaca-kaca saat menceritakannya, itu artinya lukanya belum sembuh benar. Well, meskipun akan menjadi hal yang sulit sekali melihat saya menangis di depan orang. Bukan hal yang  mudah untuk berbagi kesedihan, karena saya lebih banyak jatuh cinta pada kegembiraan dan bahagia.

Ketika kita bertemu seseorang yang mencintai kita, benar-benar tulus menyayangi kita, mungkin hanya syukur yang terucap dalam lisan. Syukur karena masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan orang yang membuat hidup kita menjadi lebih berarti. Dan saat banyak rahasia masa lalu diungkapkan, itu malah jadi hal yang baik dalam hidup kita. Pada saat yang tepat rahasia itu tidak akan mengurangi rasa sayang yang diberikan malah memberikan pemahaman baru dalam mencintai kita. That’s what happened to me🙂

Few things that i learn from the past: Once i had lot of sorrow in my life, then i make a vow to my self that i will try my best to help anyone else life to be much easier. When ignorance is a friend in my journey, then i make a promise to my self that i will spread love and care to each other. When sadness is a path that i must had in life, then i make a note in my heart that i will delivered happiness and warm smile for everyone around me.

Masa lalu, ada saatnya untuk diketahui, pada waktu yang tepat. Namun hanya untuk kita ketahui, mengambil pelajaran karenanya, sebab kita tidak hidup di masa lalu. Dan masa depan kita, telah kita tulis sendiri dari “sekarang”.

With love: Jakarta, 16th April 2012

A note to God: “I believe. Bismillah”

Image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: