Bahasa Yang Dimengerti Hati

7 Agu

Ada pendar-pendar yang tak bisa kubahasakan setiap kali aku mendengar kabar sahabat-sahabatku dengan keluarga mereka, bahagia itu yang pasti. Pendar-pendar yang makin berpijar tiap kali mereka tertawa atas ulah buah hati mereka. Meskipun jarak begitu jauh diantara kami, rasanya aku hadir di setiap masa dalam cerita mereka. Aku bahagia.

Aku bisa melihat keberadaanku di saat keponakan-keponakanku untuk pertama kalinya masuk sekolah dan berkenalan dengan sahabat-sahabat yang mungkin akan mereka kenang sampai akhir hayat mereka. Sama seperti persahabatan yang aku bangun bersama ayah ibu mereka. Persahabatan yang selalu memenuhi rongga dada, dan selalu merindu untuk bertemu sahabat-sahabatku. Pulang ke sangkar, itulah istilah kami menyebut sebuah pertemuan.

Aku tertawa tiap kali mendengar sifat dan tingkah laku malaikat-malaikat mungil tersebut. It seems that they were my own children. Ini cinta yang tak bisa kubahasakan.
Mungkin ini memang bahasa yang hanya bisa dimengerti hati. Sampai kapan pun akan memenuhi hati.


Jakarta dan iringan dua lagu kesayangan-“you’ll been my heart dan Dealova”, 7 Agustus 2011

2 Tanggapan to “Bahasa Yang Dimengerti Hati”

  1. Shind 06/10/2011 pada 9:17 am #

    Sukaaa… ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: