Aku Hanya Mempersiapkan Kematian.

27 Jul

“Ada suatu hal dari dirimu yang mengusik eksistensi dunia laki-laki”, kata sahabatku malam itu.

Indeed, I am a natural born intimidating human. I just realize that through several accident. Tuhan sudah mentakdirkan karakterku dari sananya, antara lain dibuktikan dengan dua garis tangan tak putus di kanan dan kiri. Garis tangan seseorang berkemauan kuat namun selalu dipayungi dengan berbagai macam kelebihan walaupun jalan hidupnya kadang lebih sulit. What should i do then? Okay, coba salahkan Tuhan karena memberiku semua itu, karena aku sendiri tak mau menyalahkan Tuhan.

Garis simian di tanganku ini di keluargaku sebelumnya dimiliki oleh Oom Puguh, adiknya ibuku yang nomor 5, meninggal muda. Seseorang yang sangat disayang dalam keluarga kami.

“Jujur, aku terusik dengan luasnya wawasanmu, kevokalanmu, dan idealismemu”, ungkap beberapa orang laki-laki.

Akupun menarik nafas panjang. Tolong jangan salahkan aku untuk semua itu. Aku tidak pernah minta dilahirkan dengan kepandaian di atas rata-rata, ataupun dengan hobi suka membaca. Jangan salahkan aku karena selalu menjadi juara kelas meskipun tidak pernah belajar, ataupun selalu nongkrong di kelas unggulan selama jaman sekolah. Jangan salahkan aku untuk menang lomba ini itu, mulai dari lomba pidato bahasa Inggris antar SMA tingkat Jawa Timur sampai lomba debat bahasa inggris antar universitas di Indonesia.  Jangan salahkan aku untuk menolak PMDK di UGM ataupun jurusan kedokteran yang dipilihkan keluargaku, dan malah masuk UNPAD lewat jalur UMPTN walaupun aku dalam keadaan sakit parah dan setengah sadar saat ujian. Don’t blame me for having lots of friend, a good job, and enjoy my work! Salahkan saja mimpi yang terus kupupuk untuk bisa menjadi setinggi-tingginya yang aku bisa!

Don’t blame me for being so lucky in my life. Don’t blame me for having great teacher that always teach me to brave enough to speak. To speak what i want, to gain what i want to reach. Itu gunanya punya mulut kan? Wawasan itu datang dengan banyaknya hal yang terjadi dalam hidup kita. Jadi, apa saja yang sudah kau lakukan dengan umurmu yang singkat itu? Jangan khawatir, aku tahu kenyataan bahwa para peramal sering meramalku mati muda. Hal yang sama seperti yang terjadi pada Oomku. Kalaupun itu benar, saat ini aku mempersiapkan hidupku untuk itu. Apabila sewaktu-waktu Tuhan memanggilku kembali padanya. Aku tidak ingin mati sia-sia.

Jangan salahkan aku di umur sedemikian muda sudah mengalami banyak hal yang tak dialami orang kebanyakan. Salahkan saja jiwa petualang yang kerap membawaku ke tempat-tempat yang tak didatangi pelancong kebanyakan. Begitupun dengan yang kau sebut idealisme. Aku sebenarnya tak tahu idealis itu apa. Hanya saja rasa ingin membela yang lemah terbangun dalam kerapuhan seiring perjalanan. Mengalami ketidak adilan entah kenapa membuatku jadi orang yang cukup sakit saat keadilan itu hilang di kalangan masyarakat marginal.

Dan kutanya kau sekali lagi, maukah kau mengalami hidup seperti hidup yang kualami? Karena sejatinya aku hanya mempersiapkan kematian, yaitu Hidup.

Ada beberapa orang yang menggertakku dengan mengatakan kalau mereka sudah bilang enggak, ya enggak. Susah untuk dibalikkan jadi Iya. Ooh jangan sedih.. kalian tidak sendiri, aku juga demikian. Ada beberapa hal prinsip bagiku yang hanya punya jawaban “Ya” atau “Tidak”. Selebihnya baru aku tetapkan sesuai dengan kondisi yang berjalan. Jangan sombong, karena aku lebih congkak soal keputusanku. Jadi apalagi yang ingin kalian bilang padaku? Sudah cukup puaskah memberikan kritik saran padaku? Yang masuk logika tentunya akan menjadi bahan pertimbangan, yang ada ada saja, mohon maaf, i didn’t count that.

Entah kalian sadari atau tidak, cibiran maupun hinaan tersebut adalah bentuk ketidak nyamanan kalian atas kehadiranku. For what the F*** reason that i don’t know, dan baru saja sadar karena disadarkan oleh teman-temanku. Mungkin benar kalian merasa terintimidasi olehku, bahwa aku tidak sama dengan kalian, bahwa aku tidak seperti yang kalian harapkan, bahwa aku sebenarnya orang biasa saja.

Dan pada akhirnya aku menyadari saat sahabatku bilang, “jika suatu hari nanti Tuhan memberimu seorang pendamping dalam hidup,  tentulah dia orang yang berkarakter kuat. Yang takkan jatuh minder dan merasa terintimidasi dengan kepandaian ataupun luasnya wawasanmu, serta apa itu yang orang-orang bilang idealismemu”. Jika, yang aku sendiri tak tahu kapan, pasti ada seseorang yang sangat sabar untuk tidak merasa terhina apalagi merasa kecil dan kalah atas egonya untuk selalu merasa lebih di atas perempuan, karena dia memang lebih di atasku.

Masih adakah waktu untuk bertemu seorang manusia hebat seperti itu… aku tidak tahu.. Hidup itu untuk mempersiapkan kematian. Dan sesudah kematian itu, baru aku tahu arti dari hidup yang telah aku jalani.

Jakarta 27 Juli 2011

*Sambil tertawa-tawa mengingat pembicaraan dua malam berturut-turut bersama sahabat-sahabatku. Gosh, I’ve never felt so thankful and lucky in this way. Somehow pertanyaan-pertanyaan kenapa begini dan bukannya begitu, pada akhirnya adalah sebuah jawaban yang mau tak mau membuatku bersyukur dan menyadari betapa sayangnya Tuhan padaku. Untuk orang-orang palsu dan tidak konsisten, jadi hidup siapa yang kalian jalani kalau jadi diri sendiri pun suatu hal yang susah?*

5 Tanggapan to “Aku Hanya Mempersiapkan Kematian.”

  1. lex1 27/07/2011 pada 6:51 pm #

    here she is, getting ikky again,
    A type of gal who is motivated in crisis, if no crisis, she would create one.
    Where living on the edge, is preferable, so she would move from one edge to the other.
    resembling strong character bulit up by past experience.
    Or were you come from other past? kalee yah? Reincarnation from . . .
    Tipe yang klo ditertawakan sekarang, menjawab lihatlah nanti siapa yang ketawa terakhir
    Oh ya, tipe elang kan terbangnya jauh diatas . . . kepak . . kepak. . . kepak . . wuush

  2. indrijuwono 28/07/2011 pada 11:21 am #

    tulisannya bagus dan menggugah menjelang bulan puasa.
    tapi masih terlihat galaunya.. ohh..
    kenapa sering sekali ketemu orang-orang seperti ini :))
    semoga mendapatkan yang diharapkan.. amiinn

    • Devi R. Ayu 28/07/2011 pada 11:44 am #

      hahahahaha.. berarti sadarnya menjelang bulan puasa ajah😀 namanya juga blog galaw, isinya galaw semua hehehehe. Aminnnnnn. Tengkiuuu sistah🙂

  3. Hans 31/07/2011 pada 5:59 pm #

    Kakaku hebat…
    Sangat menginspirasikan u menjadi orang yang kuat.

    Jejak pertama disini..🙂

    • Devi R. Ayu 01/08/2011 pada 11:52 am #

      wahhh… justru mas Kohan yang hebat. Dikau selalu membawa inspirasi bagi semua orang ^_^
      Mari sama-sama menjejakkan cap kita hehehehehehe😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: