Negeriku Yang Lucu..

16 Apr

Selalu ada banyak hal yang bisa diceritakan dari negeriku yang lucu. Pengamat media dan gaya hidup tidak akan pernah kekurangan bahan berita untuk dibahas. Segmen masyarakat yang dibidik pun beraneka ragam. Sungguh negeri yang berwarna.

Mari kita awali semua dengan sang polisi tenar dari Gorontalo yang suka bergoyang india. Briptu Norman, sosok polisi angker pun luntur sudah. Masyarakat kelas menengah ke bawah pun mengidolakan sosok yang katanya cinta POLRI ini. Acung jempol kepada polisi yang mau belajar seni, menjadikannya seutuhnya manusia. Semoga akan semakin banyak orang yang tak ambil sebelah mata pada seni, apapun seni itu namanya.

Di lain pihak, kembali negeriku digoyang oleh bom bunuh diri di dalam masjid di sebuah kantor polisi. Baru kali ini aku dengar ada orang islam yang meledakkan diri sendiri di rumah Tuhannya.

Biasanya, orang beragama lain yang meledakkan rumah Tuhan yang berbeda dengan keyakinannya. Heran..sungguh sungguh sangat heran..Kenapa harus membunuh untuk sebuah cinta di hati kepada yang Maha Menciptakan. Seingatku Tuhanku tak pernah mengajarkan membunuh orang lain… Dan yang menjadi sasaran mereka untuk rela meledakkan diri adalah mereka yang berasal dari ekonomi sulit serta mengenyam pendidikan yang terbatas. Masyarakatku dengan pendidikan yang terbatas kerap dikobarkan amarahnya atas nama agama.

Jadi sebenarnya siapa yang harus dipersalahkan.. Aku pikir tahu jawabannya, Pendidikan! Pendidikan yang kerap menyudutkan dan tak mengajarkan toleransi serta perbedaan. Pendidikan yang tak membuka wawasan pikiran serta hanya dinikmati oleh beberapa kalangan saja. Alangkah lucunya negeriku…

Meloncat dari dunia hiburan dan terorisme, mari kita bertemu badut-badut politik yang disebut “wakil rakyat”. Sungguh, aku terpingkal-pingkal di atas tempat tidur saat mendengar kabar ketua “wakil rakyat” mengungkapkan bahwa UNDP adalah foreign NGO. Beeuuh.. Emang gak pernah baca ya kalau UNDP itu bagian dari PBB? Baiklah, mungkin memang jarang baca koran. Eh ngomong-ngomong sekolahnya lulus sarjana, kan?

Lha terus yang bikin lebih lucu lagi adalah tawar menawar soal tebusan saat kita disandera di negeri orang. Kenapa juga baru ditanggapin setelah 1bln disandera. Whoaaa.. Menjadi warga negara negeriku ternyata keselamatannya tidak terjamin kalau sedang melanglang buana di negara lain. Jangankan di negara lain, di negeri sendiri aja kalau memang lagi apes, saat beribadah pun bisa jadi tinggal nama, alias wassalam.

Alangkah lucunya negeriku.. Negeri indah dan penuh dagelan. Dan aku rasa diperlukan dalang-dalang yang penuh humor untuk membuatnya terus menjadi sebuah negara. Saat ini langkah terbaik tampaknya mengupayakan kelucuan-keluan besar melalui kelucuan-kelucuan kecil.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: