Day#8: Disaster Management Expo – Tidak Ada yang Gratis di Dunia

6 Nov

Hari ini aku bertugas menjaga booth sebuah lembaga kemanusiaan internasional dalam DM Expo di PRJ Kemayoran. Banyak lembaga yang concern dengan penanganan bencana hadir dalam acara ini. Acaranya sendiri berlangsung dari tanggal 4-6 November 2010. Meskipun menurutku pribadi acaranya kurang ramai dikunjungi masyarakat umum layaknya pameran elektronik ataupun pameran buku, namun pameran ini cukup kita bisa acungi jempol karena dapat memberikan informasi lebih banyak atas kinerja masing-masing lembaga dalam mengurangi penderitaan masyarakat akibat bencana yang melanda.

Beberapa lembaga juga membagi-bagikan brosur, buku, maupun poster secara gratis mengenai panduan meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi bencana. Materi pengetahuan itu didesain dalam warna-warna mencolok dan cerah, serta grafis yang berupa kartun. Melalui poster-poster dan foto-foto yang dipajang di booth, kita juga dapat mengetahui berbagai macam kegiatan yang telah dilakukan masyarakat dalam melakukan antisipasi bencana, serta partisipasi mereka dalam menurunkan kerentanan terhadap bencana.

Ditakdirkan hidup diantara pasak-pasak dunia alias ring of fire, membuat Indonesia sangatlah diberkahi sekaligus dalam marbahaya besar. Nenek moyang orang Indonesia tahu persis akan hal itu. Maka mereka seringkali menurunkan pengetahuan-pengetahuan serta kearifan lokal turun temurun dalam mengantisipasi banyaknya bencana yang kerap melanda.

Ya, Indonesia sangat diberkahi karena tanahnya sangatlah subur akibat material vulkanik dari letusan gunung berapi. Namun di sisi lain letusan gunung berai yang tak dapat diprediksi pun senantiasa mengintai kehidupan masyarakatnya setiap waktu. Mungkin betul kata orang-orang selama ini. Tidak ada yang gratis di dunia ini. Semua kenyamanan dan kemakmuran ada harganya…

“Mau kiamat kali ya, mbak?”, begitu ungkap beberapa orang padaku. “Mungkin, aku ga bisa jawab soal itu lah”, kataku. Kuasa Kiamat ada di tangan yang menciptakan dunia ini. Tapi buatku, kiamat memang sudah datang.

Saat dimana bencana malah jadi komoditas bisnis adalah bentuk sebuah “bencana” bagiku. Masih saja banyak orang yang mengambil keuntungan dari masyarakat yang jelas-jelas dalam penderitaan. Yah… aku tahu semua ada harganya, tak ada yang percuma saja. Namun entahlah.. buatku setitik kehidupan amatlah berarti, tak dapat dibeli oleh uang malah. Karena selama ini sepengetahuanku tak ada manusia yang benar-benar bisa membeli nyawa yang sudah diambil oleh penciptanya.

4 November 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: