Day #5 : Pada Akhirnya Kita Semua Menerima Lebih…

1 Nov

Monday, November 01, 2010
5:58 PM

Hari Rabu kemarin ada sebuah Headline dari media luar negeri yang membuatku cukup terhenyak, “24 jam yang cukup menakutkan untuk Indonesia”. Aku sepakat. Betapa tidak, dalam waktu 24 Jam tak kurang ratusan warga Indonesia kehilangan nyawa, dan ratusan lainnya luka-luka serta menjadi pengungsi di negaranya sendiri😦

Gempa di Mentawai 7,2 SR pada hari Senin 25 Oktober kemarin rupanya telah mengantarkan gelombang Tsunami di pemukiman pulau Pagai dan mengambil nyawa 300-an orang lebih, 300 lainnya masih dinyatakan hilang. Namun nyatanya keajaiban masih hadir dalam bencana hari itu, seorang bayi bernama Imanuel Tegar ditemukan selamat dari gelombang tsunami dan tergeletak di tengah jalan sementara semua keluarganya dinyatakan tewas. Pertanda apakah ini?

Pada hari berikutnya, Selasa, 26 Oktober 2010, Letusan gunung merapi menggoyang Yogyakarta dan Jawa Tengah serta meluluh lantakkan beberapa desa terdekat dan menghilangkan 30 nyawa. Termasuk diantaranya mbah Marijan sang juru kunci, serta seorang bayi yang meninggal dalam pelukan ibunya saat menyelamatkan diri. 24 Jam yang cukup menakutkan….

Tak lupa juga perlu kita sebutkan pada hari Senin,25 Oktober 2010, Jakarta dikepung banjir. Suasana ibu kota macet parah, argo taksi beberapa teman menjebol angka satu juta lebih, semua orang mengeluh atas buruknya infrastruktur, bahkan seorang mahasiswi meninggal karena terseret arus got. Dia terperosok lubang tak terlihat akibat tingginya luapan air. Sayang sekali, gubernurnya hanya bisa bilang…, “Ah itu kan karena cuaca buruk”. Tuhanku… coba dia yang mengalami kehilangan anak gara-gara banjir.. (Oppss ga boleh nyumpahin orang). Lagi-lagi 24 Jam yang cukup menakutkan….

Aku bersyukur tidak mengalami kemacetan dan hujan badai di Jakarta hari senin itu. Saat itu aku tidak harus meeting di luar rumah. Dan pada akhirnya aku sadari bahwa aku telah menerima lebih dari mereka yang kebanjiran….

Aku bersyukur tidak mengalami musibah seperti di Wasior ataupun di Mentawai, diguncang gempa, disapu air bah, maupun kehilangan nyawa, sanak saudara, dan harta benda. Pada akhirnya kami di Jakarta menerima lebih dari saudara-saudara kami di Wasior dan Mentawai.

Aku bersyukur tidak mengalami musibah meletusnya gunung berapi dan diserbu semburan awan panas seperti saudara-saudaraku sebangsa di Yogyakarta. Aku tak harus kehilangan bayi dalam gendonganku saat menyelamatkan diri. Pada akhirnya aku dan semua warga Jakarta lainnya menerima lebih dari saudara-saudara kami di Yogyakarta.

#PrayForIndonesia, trending topic yang beredar di Twitter dan menjadi tema sebuah stasiun Televisi swasta. Semua orang berbondong-bondong menyatakan bela sungkawa dan baktinya dengan mengirimkan bantuan ataupun menjadi relawan. Pemimpin beberapa negara dunia pun dengan sigap mengucurkan bantuan ke Indonesia.

#PrayForIndonesia, Ibu pertiwi kita sedang menangis… Kalau kita mau membandingkan diri dengan mereka yang terkena musibah saat ini, pada akhirnya ternyata kita semua menerima lebih. Dan kuharap kita semua bisa berbagi segala kelebihan itu dengan mereka yang sedang kekurangan dan bersusah hati. Semoga doa dan tindakan kita bisa menyembuhkan luka Indonesia tercinta. Aminn….

2 Tanggapan to “Day #5 : Pada Akhirnya Kita Semua Menerima Lebih…”

  1. Sundea 02/11/2010 pada 7:35 am #

    Amiiin … let’s pray ….

    • Devi R. Ayu 03/11/2010 pada 8:41 am #

      Yukkkk..”Tuhan, semoga setiap kejadian yang kami alami membuat kami semakin kuat, semakin rendah hati, dan semakin solid, serta menjadikan kami manusia yang lebih baik. Aminnn”🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: