Day#4: Meletus…

24 Okt

Sontag, 24. 10. 2010

“Dorrrr!!”, akupun dikejutkan oleh suara letusan di sebelahku. Kontan aku teriak alay…”Aaah”, takutnya Gas Elpiji yang meledak atau Knalpot mobil kan. “Tuhan aku masih mau makan, tolong jangan kena musibah”, doaku dalam hati siang itu. Gimana tidak, aku kan Cuma mau cari makan, pengorbanannya berat banget sih untuk makan siang kalau sampai ada apa-apa di jalan.

Akupun membuka mata setelah berteriak tanpa sadar. Ooo ternyata yang meletus adalah ban sebuah sepeda. Sepeda Jengki model lama tepatnya. Seorang bapak yang sudah tua dan membawa jerigen besar sedang menuntun sepeda itu. Ban sepedanya meletus dalam kondisi tidak dinaiki si Bapak, ahh mungkin panasnya kota Jakarta sudah tak sanggup ditoleransi oleh ban sepeda tersebut.

Bapak tua tersebut termenung di pinggir jalan. Dilihatnya ban sepeda itu baik-baik. Orang-orang mulai berteriak padanya karena menghalangi jalan. Dari penampilannya tampak bahwa beliau orang yang tidak punya. Akupun hampir menangis melihatnya, kumat mellownya. Serasa digetok bahwa banyak orang yang tidak mampu di sekelilingku. Orang susah saja masih dihardik dan diklakson. Di daerah situ memang tidak ada tukang tambal ban. Akhirnya si bapak menuntun sepedanya, kembali berjalan.

Ah sampai dimana sepeda itu kuat berjalan. Kupandangi bapak tua itu sampai hilang dari pandangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: