Day #1 : Mari Tertawa Melihat Masa Depan

30 Sep


Hujan Lagi…
Rusuh Lagi…
Bencana Lagi…

Kenapa ya setiap musim hujan semuanya terasa mellow. Bukankah harusnya hujan menyegarkan, memberi kehidupan. Tapi di awal musim hujan yang kusukai ini semua tampak kelabu…Tak bisa melihat ke depan karena tertutup kabut yang kita ciptakan.

Aku pun bertanya pada diri sendiri, masih adakah masa depan yang indah? Ah jadi sering teringat film ”Life is Beautiful”, para pemainnya selalu berusaha tertawa walaupun dalam masa-masa yang sulit. Ternyata tertawa saat sedih itu sangat sulit lho…Aku bahkan sempat terenyuh kala seorang sahabatku tertawa sambil menangis saat menceritakan dukanya. Kejadian yang menimpanya saat ini, dia jadikan tonggak perubahan dalam hidupnya. Kuusap punggung sahabatku pelan-pelan, aku mengerti…

Kuseka airmata sahabatku yang menggenang di pelupuk mata. ”Mari-mari kita tertawakan setiap kepingan yang membuat kita bersedih”. Aku tawarkan solusi itu padanya dan semua orang yang sedang bersedih. Setidaknya hal itulah yang bisa kita lakukan untuk membuat pikiran tetap waras dengan segala kegerahan dan keresahan dalam hati. Our restless heart..yang hanya bisa tenang saat dibisikkan, ”sudah saatnya masuk surga”.

Hatiku sendiri pun belakangan ini benar-benar resah oleh banyak hal. Aku resah dengan segala bencana dan kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia sendiri. Segelintir manusia yang tak peduli pada orang lain dan tak berpikir panjang kecuali uang. Hatiku benar-benar sedih saat melihat manusia tak lagi menghargai nyawa manusia yang lain, dan melemparkan kebencian di hatinya atas nama agama, suku, atasan yang menyuruh, ataupun sekedar tidak bersedia memberikan pinjaman uang. Masyarakat di sekelilingku laksana tabung gas, siap meledak saat ada percikan api karena telah sekian lama dimampatkan.

Aku menarik nafas dalam-dalam. Berita-berita di Televisi pun telah sibuk memberitakan bahwa kotaku terancam tenggelam. Orang-orang yang masih peduli kian gencar bicara persatuan dan mengembalikan harga diri bangsa, namun sungguh sayang para pejabatnya malah sibuk berfoya-foya tuk sekedar ingin dibilang arif bijaksana. Aku makin resah…

Wahai negeriku yang elok dan tercinta, harusnya engkaulah yang berteriak paling keras pada dunia manakala negara lain berusaha merusak keindahan alam dan kemakmurannya. Karena sebagai negara kepulauan dan terletak di garis khatulistiwa dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia, Indonesia-lah yang paling pertama terkena dampak dari segala hal yang diperbuat negara lain. Tak Cuma tenggelam, namun juga terancam mati karena kelaparan dan terpapar penyakit yang tak ada obatnya.

Sahabatku bilang, sudah saatnya kita berubah. Berubah itu harus dari diri sendiri, melakukan yang terbaik selagi kita bisa. ”Mempertahankan selalu lebih sulit daripada mengawalinya, Dev. Dan untuk mempertahankan yang sudah aku bangun, membutuhkan banyak pengorbanan dan perubahan”, ungkapnya sambil tersenyum padaku. Aku pun mengamininya. PERSELINGKUHAN, satu kata yang bisa mengoyak hati perempuan manapun, tak terkecuali sahabatku dan aku.

Sahabatku menatapku lekat-lekat. ”Kau jalani saja semua proses dalam hidup ini, Dev. Tak usah takut. Jadilah dewasa dalam setiap fasenya. Selalu ceria, dan singkirkan emosi saat menyelesaikan masalah. Ingatlah bahwa Tuhan ingin selalu kita bahagia”. Masa depan yang tak kami ketahui pasti, kami tertawa berderai menyambutmu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: