Kita memang harus menentukan posisi

29 Sep

Malang, 29 September 2009

Kita memang harus menentukan posisi

Posisi, kata itulah yang belakangan ini terngiang-ngiang di kepala dan menambahkan kesadaran baru dalam pemahaman saya. Posisi adalah hal yang penting, karena tindakan – tindakan kita selanjutnya sangat tergantung oleh landasan dimana kita memijakkan kaki, maupun meletakkan tangan.

Bagaimana memposisikan diri juga bergantung kepada pemahaman masing – masing individu atas hal – hal yang berkaitan dengan posisi tersebut, benefitnya bagi pribadi masing – masing, serta latar belakang yang membayangi individu – individu bersangkutan.

Posisi sendiri tidak bersifat saklek, Melainkan berubah-ubah sesuai dengan dengan pemahaman yang terus bertambah.

Seiring dengan bertambahnya waktu yang telah dijalani, tentunya bertambah pula pengalaman, ilmu, serta pemahaman kita. Hal inilah yang menjadi bekal untuk menentukan posisi lebih lanjut. Akankah kita terus bertahan dengan posisi yang ada sekarang, ataukah berpindah menjadi pilihan yang terbaik.

Apabila ingin bertahan dengan posisi yang ada, tentunya ada tindakan-tindakan pembaharuan yang dibutuhkan untuk mempertahankan posisi tersebut. Hal ini dikarenakan dengan sifat dunia yang selalu berubah mengikuti perkembangan informasi, sehingga diperlukan tindakan-tindakan yang lebih dari biasanya untuk mempertahankan sesuatu hal. Langkah-langkah konvensional memang tetap diperlukan, namun harus seiring sejalan dengan langkah-langkah inovatif. Dalam hemat saya, berpasangan antara baru dan lama selalu menjadi alternatif yang paling besar untuk bertahan. Pun tak ada hal yang diciptakan tunggal di dunia ini oleh sang pemilik jagat raya. Semuanya saling berpasangan dan saling melengkapi.

Sebaliknya saat kita memutuskan untuk berpindah, kita pun dituntut untuk melakukan hal-hal baru sebagai bentuk penyesuaian terhadap pemutusan rantai rutinitas. Tidak ada kenyamanan yang didapat tanpa proses penyesuaian. Intinya, pilihan manapun yang diambil sama-sama membawa konsekuensi tindakan. Baik tindakan untuk mempertahankan maupun tindakan penyesuaian. Dan sekali lagi, tak ada yang lebih ringan antara satu dan yang lainnya, karena effort yang digunakan juga sama-sama besar.

Pemahaman atas posisi yang dapat berubah kapanpun dan dimanapun inilah yang belakangan telah menjadi bekal saya untuk lebih mawas diri dalam menghadapi kesimpang siuran kejadian-kejadian yang hadir di kehidupan kita. Kita tidak dapat menyalahkan orang lain, bahkan diri sendiri sekalipun atas pemahaman dan perubahan posisi yang ditempuh oleh masing-masing manusia. Sebab perubahan sendiri adalah hal yang mutlak. Yang membedakannya adalah niat dalam perubahan – perubahan tersebut.

Akankah perubahan itu membawa kepada hal-hal yang menjadikan setiap kita bertumbuh bijaksana dari hari ke hari. Akankah perubahan yang ditempuh dapat menjadi sumber kebahagiaan bagi diri pribadi dan orang-orang yang kita sayangi. Dan akankah posisi yang kita pilih sungguh-sungguh posisi yang kita butuhkan saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: