Cermin-Cermin

5 Jan

20 Desember 2008 – 4 Januari 2009

Jika kita membiarkan diri kita dikuasai oleh keyakinan-keyakinan kita yang membatasi, oleh ingatan-ingatan masa lalu, dan oleh pengondisian bawah sadar, kita akan menjadi seperti binatang-binatang sirkus yang dikondisikan hanya untuk melompat setinggi itu, berjalan sejauh itu, dan sukses sebanyak itu” – Brian Mayne

Enlighment has come!

Benar-benar tercerahkan waktu nonton acaranya pak Mario Teguh (makasih,pak). Usaha menenangkan diri dan mengobati suatu keadaan yang divonis dokter sebagai penyakit ini ternyata menjadi berkah bagiku. Membuatku berpikir tentang hidup, lebih dan lebih lagi. Well no need to worry about life! Itu satu yang pasti:)

1. Bagi orang yang diatas gedung, saat ada dua orang melaju dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi pastilah tahu bahwa kemungkinan terbesar mereka adalah bertabrakan. Tapi bagi orang yang bertabrakan, mereka menganggapnya sebagai kebetulan. Padahal dari cerita diatas dapat kita ketahui bahwa tidak pernah ada kebetulan di dunia ini.

Kebetulan hanyalah pernyataan dari orang-orang yang tidak mengetahui apa yang sudah direncanakan. Percaya deh… pasti ada hikmah dari setiap hal yang terjadi, karena semuanya memang telah direncanakan.

2. Saat seseorang mengikrarkan dirinya sebagai orang beriman ataupun orang baik, apakah dia akan dibiarkan begitu saja tanpa ujian yang menyatakan kesungguhan niatnya itu?

Semakin teguh keimanan dan kebaikannya berarti akan semakin hebat juga ujian yang diberikan Tuhan padanya. Hal ini pun menunjukkan tingkatan orang yang bersangkutan. Dan pastinya tidak ada ujian yang diberikan melampaui batas kemampuan masing-masing, karena Tuhan tahu kebutuhan setiap manusia dan apa-apa yang terbaik bagi umatnya.

3. Berkah atau rejeki laksana ketapel. Setelah ujian yang menarik kesabaran kita sejauh-jauhnya, maka keranjang rizki itu akan sampai pada batas renggangnya, dan akan dihadiahkan secepat kilat kepada yang berhak mendapatkannya. Setiap perbuatan, usaha, maupun kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada diri kita sendiri, sebab memang begitulah siklus kehidupan di dunia ini.

4. Baik adalah baik. Mari sekali-kali lepaskan kebaikan itu dari konteks situasi yang telah sekian lama membelenggu. Kita tidak usah terpengaruh dengan lingkungan sekitar soal berlaku baik. Tanyakan saja pada hati nurani apakah benar berlaku baik akan jadi hambatan bagi kehidupan dan karir kita, dan sudahkah kita berlaku baik?

Seperti yang sudah tertulis diatas, bukankah memang selalu ada ujian buat orang mengikrarkan dirinya baik, dan itu sama saja dengan sedang menabung berkah untuk kita sendiri. Menjadi baik adalah sebuah pilihan. Terserah apakah itu akan menjadi pilihan kita, karena sebagai manusia kita bebas memilih tentang cara kita berpikir, berbuat, dan merasakan. Tak seorang pun dapat merampas kebebasan memilih itu, kecuali kita memilih untuk memberikannya. Jadi apakah pilihan anda?

5. DOA…adalah cara kita mengondisikan pikiran serta hati kita menjadi positif.

Kembali lagi pada tulisan diatas, Tuhan tahu apa saja kebutuhan kita. Bahkan kita-lah sebenarnya yang membutuhkan Tuhan. Tuhan hanya ingin tahu kok, dengan ujian yang diberikan….apakah kita umatnya akan selalu mengingatnya? Siapa-siapa diantara umatnya yang benar-benar teruji dan mencintaiNYA?

Tuhan itu Maha Penyayang, saya benar-benar yakin atas hal itu. Dengan berdoa meminta pertolonganNYA, mustahil segala ujian penuh kasih sayang yang kita anggap penyakit dan penderitaan itu tidak akan terhenti. Mintalah padaNYA….

Beda Cerita

Mungkin tulisan selanjutnya di bawah sedikit berbeda dari pembahasan di atas atau mungkin juga tidak. Namun Quote yang saya petik berikut, dari Novel K.O.M.A karya mas FX Rudy Gunawan, telah menambah pemahaman saya belakangan ini.

a. Kisah adalah kisah, namun setiap kisah membawa kita pada definisi-definisi yang berbeda. Dan setiap kisah mengantar kita pada pengalaman-pengalaman baru yang memperkaya hati dan jiwa.

b. Semua orang tahu, esok sama saja dengan hari-hari kemarin. Sama-sama 24 jam, sama-sama ada pagi, siang, sore, dan malam. Tapi tak seorang pun tahu seperti apa persisnya setiap esok.

Mungkin tetap seperti hari-hari lainnya, tapi apakah matahari akan sama teriknya seperti kemarin? Tapi apakah bunga-bunga yang sama akan mekar seperti kemarin atau malah berguguran? Tak seorang pun tahu. Mungkin tetap seperti kemarin. Tapi mungkin juga sama sekali berbeda. Mungkin saja kau menang lotere, mungkin saja kau dirampok orang, mungkin juga kau jatuh cinta. Atau mungkin tak ada yang berbeda dalam hidupmu yang membosankan

c. Tidak semua hal bisa dan perlu diketahui, bahkan tentang orang yang paling dekat dengan kita. Mengapa kita harus selalu mau tahu? Setiap orang punya sisi gelap, sisi terang, sisi abu-abu. Apa kita harus mengetahui semuanya seolah kita punya hak untuk mengadili semua orang?

Tidak. Kebenaran punya waktu sendiri untuk mengungkapkan dirinya. Kebenaran tak perlu dipaksa untuk memunculkan dirinya di saat yang tidak tepat. Itu justru akan melukai. Merusak tatanan. Lebih baik membuat percepatan untuk menemukan hal-hal baru, atau melakukan perbuatan-perbuatan yang berguna, daripada mengerahkan segenap pikiran dan tenaga untuk mengungkap sebuah rahasia dalam hidup seseorang. Karena rahasia apapun sesungguhnya pasti terungkap pada waktunya nanti

d. Tak ada sesuatu yang benar-benar sendiri dalam hidup seseorang. Hidupku jalin menjalin dengan kehidupan orang-orang di sekitarku. Aku tak pernah tahu, siapa orang paling menentukan dalam hidupku. Bisa saja ia tetangga sebelah rumah, tapi sangat mungkin ia seseorang yang sama sekali tak kita kenal. Seseorang yang melintas di depan rumah dan berpapasan denganku pada suatu siang yang terik

Devi R. Ayu
Terimakasih Tuhan, sambil menikmati waktu dengan alunan lagu Joanna Wang – “Let’s start From here”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: