The Great Debaters

5 Agu

August 5th, 2008

Pada suatu kesempatan di bulan agustus, saya berkesempatan menonton sebuah film yang sudah lama dibeli tapi belum sempat ditonton. The Great Debaters, disutradarai oleh Denzel Washington dan diproduseri Oprah Winfrey.

Film ini menceritakan perjuangan sebuah tim debat dari universitas kampung, Willey College, Texas, untuk maju ke ajang debat nasional Amerika dan berhadapan dengan sang juara bertahan, Harvad. Pelatih debat mereka bernama Melvin Tolson, dosen di kampus Willey College.

Awalnya tim debat ini beranggotakan 4 orang, namun karena isu yang beredar hanya 3 orang yang benar-benar berani against all odds, yaitu James Farmer Junior, Samantha Booke, dan Henry Lowe. Sistem debat yang digunakan waktu itu adalah British Parliamentary alias hanya beranggotakan 2 orang.

People, this film is based on true story! Menceritakan masa-masa kuliah
orang-orang besar yang nantinya menggerakkan Amerika. Ada yang tidak mengenal siapa itu Melvin Tolson? Dia adalah salah satu penyair kelas dunia. James Farmer Junior adalah pendiri dan penggerak kongres anti rasial. Sedangkan Samantha Booke adalah pengacara yang membebaskan Alabama dari Undang-undang perbudakan, dan Henry Lowe tercatat dalam sejarah pernah menjabat sebagai Menteri di Amerika Serikat.

Benar, film ini memang sarat dengan isu rasialisme. Isu yang bahkan sampai sekarang masih tetap bergaung dan menjadi problematika bukan hanya di bumiku Indonesia. Bhineka Tunggal Ika hanyalah symbol semata, Unity in diversity tetap saja susah untuk dimaknai. Namun yang paling memukau diatas semua itu adalah pada jaman isu rasial masih sangat kental di Amerika, Willey College merupakan universitas pertama untuk orang kulit hitam yang berhasil menantang universitas dengan
mayoritas kulit putih, Harvard, secara Nasional dengan motion
“perlawanan dengan kekerasan dan ketidakpatuhan masyarakat dapat
dibenarkan secara moral”.

Pada tahun 1935, Willey College sebagai tim underdog bertarung sebagai tim affirmative melawan Harvard. Dan Samantha Booke, keberanian dan kesempatan yang dia miliki membuatnya menjadi debater perempuan pertama di Amerika.

Bagi para debaters, saya yakin film ini adalah resources tambahan yang bagus on how to build a solid team dan bagaimana membangun silogisme berpikir. Bumbu-bumbu masalah pribadi memang jadi daya pikat tersendiri untuk film ini. Dan itu tentu saja lumrah terjadi di kalangan debater’s baik itu diIndonesia maupun berbagai belahan dunia lain. After all, debate is a good exercise to become what we want us to be.

Salah satu adegan yang paling saya sukai dalam film ini adalah saat James Farmer Senior bertanya pada sang junior, “what we do in here?”, dan James Farmer junior menjawab, “We do what we have to do, so we can do what we want to do”. Memperjuangkan apa yang memang mereka harus perjuangkan. Memperjuangkan apa yang bisa diperjuangkan, itulah inti dari film tersebut.

St. Agustine juga pernah mengatakan bahwa, “an unjust law is no law at all”, itulah closing speech yang diutarakan oleh James Farmer Junior saat berdiri di hadapan ratusan orang di Cambridge Hall serta disiarkan seantero Amerika. Momen itu Amerika dihadapkan oleh fakta bahwa di Texas, “White people just can kill black people without a reason, hung and burn them without trial while their children are waiting at home”.

And This is what their coach has teach them:

What is the greatest weakness of Man?

NOT BELIEVING, DOUBT.

So who’s the Judge?

The Judge is GOD!

Why is he GOD?

Because he decides who wins or loses not my opponent.

Who is your opponent?

He doesn’t exist!

Why he doesn’t exist?

Because he’s merely a dissenting voice to the truth I speak. (Dia hanya
suara yang berselisih dengan kebenaran yang aku ucapkan)

Bagaimanakah kisah perjuangan tokoh-tokoh ini?? Hehehe…jawabnya, nonton aja filmnya! A must see film for debaters!😀

Dedicated to my debate Teacher: Mr. Setiyadi, may u rest in peace….

Devi R. Ayu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: