Bertemu Meutia Hatta, “Perempuan harus melakukan yang terbaik”

21 Apr

Minggu, 20 April 2008 dalam suatu
ketidaksengajaan saya bertemu secara “eksklusif” dengan Menteri Pemberdayaan
Perempuan, Ibu Meutia Hatta. Putri Bung Hatta ini sedang ramai diperbincangkan
atas kiprahnya menjadi salah seorang ketua partai di Indonesia. Belum lagi
gosip panas akan dicalonkannya beliau sebagai salah satu kandidat Wapres di
Pemilu 2009. “Sibuk” kata beliau.

Kesan pertama yang dapat saya
tangkap dari beliau sendiri adalah ramah dan lembut, plus santun budi
bahasanya. Namun yang paling bodoh diantara semuanya dari pertemuan itu adalah…saya
lupa bahwa besok adalah hari KARTINI!! Pantas saja beliau lagi banyak
dikejar-kejar wartawan untuk diminta statementnya mengenai perempuan masa kini,
terlebih-lebih ada beberapa artis perempuan yang kena cekal karena kehebohan
mereka.

Comment yang didapat dari beliau
adalah “jadilah yang terbaik, asal masih menganut norma yang sewajarnya”. Tak
ada salahnya memang untuk berusaha sebaik yang kita bisa tanpa harus jadi di
luar batas. Wanita tangguh dengan sentuhan Anggun (setuju,
bu!!)….hehehe…kapan ya bisa seanggun ibu;p

Benar lho…You can be everything but still, you are so special, because you are
woman. Karena Perempuan itu
memang sejatinya diciptakan penuh dengan sentuhan feminin, lembut, keindahan dan
keanggunan. Tidak ada yang dapat menolak kenyataaan itu, bahkan saya sendiri
yang dulu tomboinya naudzubillah….

Namun yang hendak saya bagi
disini bukan persoalan tomboi atau tidak, tapi lebih ke esensi diri sendiri.
Pertemuan dengan Meutia Hatta entah dimana memang sudah direncanakan Tuhan
untuk saya, mungkin untuk melengkapi korelasi yang harmonis atas hidup yang
masing-masing kami jalani. Yup…satu langkah kecil dari seseorang adalah suatu
langkah yang besar bagi seluruh umat manusia.

Anyway sehubungan dengan
pertemuan saya dengan Ibu Meutia, hari KARTINI, ada peristiwa lain yang menjadi
link, yaitu obrolan saya dengan beberapa teman atas kegundahan hidup (waduhh
bahasanya, gundah…;p).

“Dev, jadilah Cahaya…karena
Cahaya akan menarik Cahaya. Cahaya menyinari kegelapan. Cahaya selalu menarik
yang lain untuk mendekat” Saya akui itu benar, cahaya tak hanya menarik laron pada
saat musim hujan untuk mendekat. Bahkan premis itu juga berlaku bagi semua manusia,
hewan, dan tumbuhan. Cahaya selalu menarik untuk didekati. Itulah kurang lebih
pesan yang disampaikan oleh salah seorang kawan. Step up and be you….tak ada salahnya bukan menjadikan
diri bermandi Cahaya.

Kemudian saya bertanya, bagaimana
membangun diri menjadi Cahaya? Kawan saya ini menjawab, dengan membangun akhlak
yang baik….Well everbody juga tahu jawabnya saya bilang. Ya, karena hanya itu
jawabannya, dia menambahi. Terus menerus memperbaiki diri.

Bagaimana Akhlak yang baik
dibangun? Pertanyaan itu selalu menjadi polemik. Batasan Akhlak yang baik itu
apa sih? Ayo sekarang jujur, tanya pada diri kita sendiri! Masing-masing kita
pasti tahu membedakan baik dan buruk kan?! Hati kecil masing-masing pasti akan
merasa bukan apabila telah melakukan kesalahan?! Ya karena itulah gunanya
hati…penyeimbang dari otak dan logika. Hakim untuk diri sendiri.

Dengan selalu OPTIMIS, berbaik sangka
kepada Tuhan, kepada hidup, juga kepada diri sendiri; itulah kesimpulan yang
saya ambil tentang pencarian itu. Lalu bagaimana sikap optimis itu sendiri
dibangun? Huhu…perlu pembiasaan memang, caranya ya dengan memperbaiki pola
pikir dan hati. Hati yang ikhlas dan pemikiran yang positive akan menghasilkan
pribadi yang tangguh (pastinya!!). Hehe…saya sendiri bahkan belum sampai
disana, kadarnya ikhlas dan positive thinking selalu naik turun (Terimakasih Ya
Rabb atas setiap tanda yang KAU berikan untuk membuatku selalu yakin bahwa “i’m in the right direction”).

Memperbaiki hati, hal ini membuat
saya teringat dengan lagu TOMBO ATI dari Cak Nun. Tombo ati iku ono 5 perkoro, kaping pisan maca Quran lan maknane.

Hahaha…saya setuju dengan
statement salah seorang tokoh dunia bahwa salah satu kebiasaan bodoh manusia
modern adalah membaca koran di pagi hari. Saat dimana tubuh, pikiran, dan hati
sedang terbuka luas menerima kebaikan di pagi hari malah digunakan manusia
untuk mencekoki dirinya sendiri dengan kebusukan-kebusukan yang terjadi pada
hari sebelumnya. Bener juga ternyata ya yang dibilang oleh agama saya yang
menyarankan untuk memulai hari dengan membaca hal-hal yang baik, membaca Al
Qur’an utamanya, karena pada permulaan hari kita sudah membekali diri dengan
hal-hal yang mengingatkan kita akan kebaikan, melembutkan hati yang keras. Dikeraskan
oleh manusia itu sendiri. Yah
kalau begitu mari kita membaca koran setelah baca Qur’an.

Kaping pindo sholat wengi lakonono. Sholat
malam…..pernahkah kita menyadari bahwa Sholat malam mirip adanya dengan
meditasi, yaitu berkomunikasi ke dalam diri dan berkomunikasi dengan YANG
MEMBUAT DIRI masing-masing dalam keheningan malam yang khusyuk. Dalam agama
Hindu disebutkan bahwa kebijaksanaan tumbuh dalam keheningan. KNOW UR
SELF…kenalilah dirimu sendiri. Dan keheningan dapat membuat manusia melihat
lebih jernih ke dalam diri, mendengar lebih halus akan suara hati.

Kaping telu, wong kang sholeh kumpulono. Dari jaman Nabi Muhammad
sampai hari ini juga sudah disebutkan bukan bahwa kalau kita ingin tertular bau
wangi, yah berkawanlah dengan penjual minyak wangi. Kalau ingin ketularan jadi
orang pintar bergaulah dengan orang-orang yang pintar, kalau ingin terlihat
kaya, ya bergaulah dengan orng kaya. Amien…semoga hati masing-masing kita ini
selalu mendapatkan jalan untuk selalu menjadi lebih baik, bertemu dengan
orang-orang yang selalu membawa kebaikan.

Kaping papat weteng iro ingkang luwe. Berpuasa….tidak hanya
dokter muslim yang mengakui bahwa puasa memiliki efek yang menyehatkan buat
badan. Puasa dapat mendetoksifikasi racun-racun dalam tubuh. Puasa membuat kita
lebih peka dengan kondisi sekitar dan kondisi sesama. Berpuasa dalam islam
menjadi salah satu alternatif untuk mengekang nafsu diri sendiri, jembatan
untuk mengetahui diri sendiri.

Kaping Limo Dzikir wengi ingkang suwe. Dzikir…mempunyai arti harfiah mengingat. Mengingat siapa
lagi kalau bukan TUHAN di dalam segala suasana. Mengingat TUHAN di setiap menit
yang berlalu, langkah yang diayun, dalam bisik angin yang berhembus. Sudah
pernah saya tulis bukan sebelumnya bahwa TUHAN selalu memberikan tanda bahwa
DIA ada. Hahaha..memang tak ada cara yang lebih indah untuk menunjukkan
perhatianNYA lewat kebetulan-kebetulan dan mukjizat bukan. Padahal seperti kita
tahu, tak pernah ada kebetulan di dunia ini….

Terimakasih Cak Nun atas lagunya.
Tulus lho ini:) Terimakasih
Bu Meutia atas kesempatan eksklusifnya. Ini hanya sekedar berbagi cerita dari
hati, karena saya juga sering bertanya pada hati ini. Saya ingin jadi yang
terbaik yang saya bisa. Melakukan yang terbaik yang saya bisa. Tidak jauh-jauh,
untuk waktu yang sekarang saja. Dengan semangat yang sudah diwariskan oleh para
pendahulu saya, para perempuan.

 

Dari Kota Bunga, 21 April 2008

Devi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: