Kabut Siliwangi, Liga Inggris, Segigit Brownies, Dan Gemerlap Malam Minggu

7 Apr

Sabtu, 5 April 2006

Ahhh…penat juga setelah
mixing di studio dari tadi sore, coz sebelumnya meeting dari pagi ampe jam 3
sore. Yup, Kerja dari jam 9-5 di kantor mulai senin ampe jum’at cukup menguras
tenaga, setelah itu disambung siaran dari sore sampai malam. Belum lagi ditambah
kerjaan terjemahan buku yang akan datang…Amin Tuhan….Nampaknya pekerjaan multi tasking
ini (bayangin mulai dari pengisi suara, penulis, editor, penerjemah, QC, HRD
harus dihandle sendiri…yiukkk mari, projectnya di perusahaan sampai akhir tahun
plus kejar release) tampaknya memang yang paling sesuai buat aq;p

Hari ini kabut siliwangi
turun melingkupi kota bunga, tak biasanya…Kabut di kota ini biasanya hanya turun
setelah hujan atau temperature yang cukup rendah padahal hari ini langit cerah.
Hatiku juga cerah, banyak cahaya yang kutangkap hari ini.

Masih belum terlalu malam.
Aq melangkahkan kaki ke tempat nongkrong faveku, perpustakaan yang semarak. Ah
ternyata banyak pengunjung…ada apa ya gerangan? Aq tak ambil peduli, seperti
biasa aq memesan makanan di café dan mulai membuat catatan beberapa buku yang
baru selesai kubaca.

Hmmm…sedang tidak ada mood
untuk pinjam lagi, masih banyak utang buku di rumah yang belum kubaca. Begitu
selesai membuat catatan, aq mendongak karena suara sorak sorai….oalah…sekarang
waktunya liga inggris toh, pantes!! Sejak itu liga dibajak n dimonopoli oleh
salah satu TV kabel dari Malaysia (Hahaha..salah seorang teman malah bilang
mari kita ekspor asap ke negeri tetangga, enak aja dah ngambilin kayu gratisan n
ngerusakin hutan;p), para hooligan’s tersebut rame2 ngumpul nonton di suatu tempat,
di perpus ini salah satunya. Kafe, music, TV kabel, Wireless Internet jadi daya
tarik plus tempat yang cozy ini. I love this place
J Hmmm…sayangnya sedang ga
minat nonton bola, terlalu capek…jadinya pengen tidur.

Sudah hampir larut, aq
melangkahkan kaki untuk pulang. Uhhh..tapi rasa enak yang ditinggalkan oleh
brownies yg tadi aq makan masih tertinggal di mulut dan sepanjang perjalanan (Makasih,
ndah!) Enak banget,palagi kalo gratisan!!;p belum lagi cokelat cake dari chezz
yang malam sebelumnya dimakan rame2 di studio (Makasih Ina, Met Ultah Tris!).
Wuihhhhh….jadi pengen nongkrong sore2 di Chezz makan chiz cake dan segelas susu
hangat sambil menikmati matahari tenggelam. Indah banget…dan tentunya sangat
indah jika kebahagiaan itu tidak aq nikmati sendiri, terharu…setelah mendengar
doa tulus dua orang teman. God bless you, All
J

Ah….semakin gemuruh, rupanya
tranportasi umumku alias angkot mulai mendekati kawasan anak-anak muda yang
nokrong tiap malam minggu di sepanjang jalan ini. Dari penjual bunga mawar, OB
Van radio, konser, pengamen dadakan, jajanan, sampai yang nongkrong doang, tumblek
blek disini….Heheheh mengingatkanku sama zaman kuliahan semester awal. Dasar ABG!!
Suka keramaian n ngamen di jalan, apalagi buat menggalang dana kegiatan di
kampus. Hihihi masih inget saat jualan cokelat waktu itu….bikinnya setengah
mati, bo!! Maksudnya karena rame2 malah banyak ga jadinya;p Miz those time,
friends….

Angkotku terus
melaju,membawaku pulang. Beberapa kegiatan aq lewatkan hari ini karena jadwal
yang terlalu padat. As ussual, di sepanjang jalan aq selalu mendengarkan music dari
MP5, menyeimbangkan ritme hati
J Setelah
di rumah tampaknya aq tidak membutuhkan musik-musik itu, aq sedang butuh
keheningan dan kesunyian, terlalu lelah dengan kebisingan jadi kadang suara
hati tak terdengar. Hehehe…. 

Aq pun membuka pintu kamar,
heran yang aq lakukan pertama kali adalah menelpon mama. Aq kangen…beliau sekarang
tinggal sendiri, dan karena umur yang semakin bertambah, bunda mengeluh mulai
sakit-sakitan. Ah mama…bahkan sampai umur sekian yang dipentingkan adalah
kebahagiaan anak-anaknya dulu. Peduli setan dengan susahnya mencari minyak gas
dan minyak tanah, mari kembali ke kayu bakar kata mamaku. Hahahaha…global
warming, global warming dah;p

Ma, Setiap orang telah
berjalan di tracknya masing-masing, begitupun aq…aq kembali tersenyum…aku telah
memutuskan…dan aq terus melangkah. Belum terlambat untuk terus belajar dan
mengerti….

 

 

Salam Rindu dari kota Bunga,

Devi

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: