SANG PENGHIBUR

18 Jan

     Sang Penghibur

           bY PADI

Setiap perkataan yang menjatuhkan,
tak lagi ku dengar dengan sungguh.
Juga tutur kata yang mencela,
tak lagi ku cerna dalam jiwa.


Aku bukanlah seorang yang mengerti,
tentang kelihaian membaca hati.
Ku hanya pemimpi kecil yang berangan,
‘tuk merubah nasibnya.

Oh, bukankah ku pernah (2: bisa) melihat bintang,
senyum menghiasi sang malam,
yang berkilau bagai permata,
menghibur yang lelah jiwanya.

Yang sedih hatinya,
yang lelah jiwanya,
yang sedih hatinya.


Kugerakkan langkah kaki,

dimana cinta akan bertumpu.

Kulayangkan jauh mata memandang,

"tuk melanjutkan mimpi yang terputus.


Masih kucoba mengejar rinduku,

meski peluh membasahi tanah.

Lelah penat tak menghalangiku,

menemukan BAHAGIA.

Oh, bukankah ku pernah (2: bisa) melihat bintang,
senyum menghiasi sang malam,
yang berkilau bagai permata,
menghibur yang lelah jiwanya.

Yang sedih hatinya,
yang lelah jiwanya,
yang sedih hatinya.


yang lelah jiwanya

Bukankah hidup ada perhentian,
tak harus kejar terus berlari,
ku helakan nafas panjang,
‘tuk siap berlari kembali.


berlari kembali,
melangkahkan kaki,
menuju cahaya.

Bagai bintang yang bersinar,
menghibur yang lelah jiwanya.
Bagai bintang yang berpijar,
menghibur yang sedih hatinya

Ps: Gita and Reza…Thx atas kiriman bintang-bintangnya. They were dancing beautifully on the sky…Am just gonna be OK.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: