Satu kabar lagi tentang putus cinta: PRIA YANG LEBIH MERANA…

6 Jul

Putus Cinta, Pria yang Lebih Merana
Puteri Fatia

 
 

aLHASIL..BEGITU BANYAK PENELITIAN DENGAN HASIL YANG BERBEDA-BEDA. ADAKAH TEMAN-TEMAN DISANA INGIN MEMBERIKAN KOMENTARNYA??

Salam,

Devi,

Jakarta, Walau wanita
menangis tersedu-sedu sedangkan pria hanya diam, bukan berarti kaum adam ini
kuat menghadapi putus cinta. Malah menurut sebuah penelitian, pria selalu lebih
cengeng ketimbang wanita.

Beberapa penelitian membuktikan tingkat depresi, stress, dan kecemasan pria
lebih parah ketimbang wanita pasca putus cinta. Dilansir yahoo, Jumat
(20/4/2007), hal ini kemungkinan disebabkan karena karakteristik sifat pria.
Simak penjelasannya:

Pria Kerap Menutupi Sakit Hatinya
Hey, masa seorang pria nangis. Mungkin begitulah yang
terlintas di benak pria. Pelampiasannya paling pergi bersama beberapa teman
pria dan berakhir mabuk-mabukan. Intinya, pria kadang enggan menunjukkan
perasaan sedihnya ketika putus dengan sang kekasih. Ia merasa harus selalu
tampak tegar.

Sedangkan wanita kebanyakan langsung menangis atau curhat pada sahabat begitu
cintanya diputus. Begitu juga ketika memutuskan cinta, wanita biasanya
berbicara apa adanya dan langsung mengeluarkan apa isi hatinya. Intinya, wanita
berani menghadapi rasa sedihnya sedangkan pria banyak menahan reaksi atau
perasaannya. Alhasil, semuanya menumpuk dan sulit dibuang.

Pria Tidak Punya Banyak Teman

Begitu mengalami patah hati, hampir seluruh wanita langsung mengungkapkan isi
hati atau bercerita kepada teman terdekatnya. Teman tersebut bisa saja ibu,
sahabat, tetangga, teman kantor, atau bahkan supir taksi yang dinaikinya
setelah meninggalkan sang pacar. Penelitian membuktikan pria kerap
menggantungkan kedekatan emosionalnya pada sang pacar. Sedangkan wanita punya
sejuta tempat selain sang kekasih.

Pria lebih sering memendam perasaannya dan berusaha meyakinkan dirinya sendiri
kalau ia baik-baik saja. Setidaknya baru enam bulan kemudian pria tersebut
menyadari dan berani mengungkapkan pada teman-teman dekatnya kalau ia ingin
kembali pada sang kekasih.

Pria Benci Awal yang Baru

Begitu putus, pria umumnya merasakan sedikit kegembiran. Bisa berkencan dan
menggoda banyak wanita. Berburu kekasih baru dan lain-lain. Tapi setelah kencan
pertama, kedua, dan ketiga, akhirnya rasa jenuh pun melanda. Ia pun menyadari
masih panjang jalannya untuk menemukan kenyamanan yang sama seperti pada
kekasihnya dulu.

Menurut penelitian, secara mental umumnya wanita lebih siap menghadapi putus
cinta sedangkan pria jarang berpikir hubungan akan berakhir. Dan umumnya, pria
baru menyadari betapa berharga mantan kekasihnya dan betapa ia kehilangan
dirinya setelah berbulan-bulan putus cinta. Hasilnya, sang wanita sudah jauh
memulihkan diri dan semuanya sudah terlambat.

Pria Berpatok Pada Khayalan

Putus cinta juga kerap disebabkan karena pria merasa bosan dengan kekasihnya,
kencan yang sama, pertengkaran yang sama, dan hal-hal lain yang lama-lama
membuatnya jenuh. Begitu putus, ia berpikir akan langsung bertemu dan berkencan
dengan banyak wanita. Walau mimpi tersebut benar-benar terjadi diam-diam ia
merasa kehilangan keintiman dan kenyamanan yang sebelumnya ia dapat dari sang
mantan pacar.

Penelitian membuktikan, wanita umumnya lebih cepat menyadari kalau fondasi dari
hubungan yang awet adalah keintiman. Sedangkan pria umumnya lebih memikirkan
seks sehingga akhirnya mereka salah orientasi.(fta/fta)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: