Patah Hati Membuat Usia Lebih Pendek

21 Jun

Penelitian yang melibatkan 4000 pasangan
relawan ini menyebutkan, bahwa seseorang yang patah hati ditinggal kekasih
cenderung akan merana, tertekan, dan mengalami kecemasan yang berlebihan.
Kondisi ini akan semakin parah dialami oleh Anda yang telah menikah kemudian
bercerai atau pasangannya meninggal sehingga mereka berstatus janda atau duda.

Kesimpulannya, dibandingkan laki-laki,
ternyata perempuan terbukti dua kali lebih sulit menerima kondisi kesendirian
saat ditinggal pasangannya. "Pasangan yang saling mencintai biasanya
saling  hidup tergantung satu dengan yang lainnya. Kemudian pada saat
pasangannya meninggal atau meninggalkannya karena suatu alasan. Maka Perempuan
akan merasakan kekosongan dalam hidupnya. Tingkat kematian pada para perempuan
ini cenderung meningkat pada enam bulan pertama sejak pasangan meninggal.
Resiko gangguan jantung dan naiknya tekanan darah akan naik pada lima tahun
pertama," ujar Cathy Ross, pemimpin
penelitian.

Menurut Cathy, kekosongan dan rasa
kehilangan membuat para perempuan ini merana berkepanjang dan cenderung
mengubah pola makan serta

gaya

hidup. "Depresi, stres, dan kecemasan yang berlebihan menuntun mereka
untuk hidup tak sehat sehingga berujung pada kematian," ujar Cathy

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: