Jakarta, 4 Maret 2007

5 Mar

Saat kau menyadari bahwa tak semua orang mengerti akan arti
cinta….

Saat kau mulai menyadari bahwa setiap orang memaknainya
berbeda.

Apakah itu akan kau jadikan lara?

 

Ketika itu seseorang memberitahuku bahwa cinta itu adalah
ilusi…permainan hati yang takkan kunjung usai…

Dan ternyata mungkin aku terlena dan memaknainya secara
keliru…

Mencoba bermain-main dengan lidah api…

Secara sadar pun dapat dimaknai bahwa sejujurnya aku
terbakar…

 

Dan hidup itu adalah pilihan..meskipus itu sulit
adanya…tapi mungkin itulah yang terbaik adanya….

kita takkan mati karena rasa sakit kecuali kita yang
menginginkannya…

Marilah kembalikan logika yang sehat, marilah kembali
menyelaminya dengan lebih arif serta senyuman yang mengembang…

CINTA YANG TERINDAH ITU SEBENARNYA SELALU MENYERTAIKU…

 

Hidup yang tak pernah kuput dari dosa ini. meskipun aku tak
tahu apakah akan terampuni…

Namun aku mencoba kembali, pada nurani yang membisikkan
kedamaian…

Kucari pengampunan di setiap titian jalan, di ujung
lara..yang aku pun tak tahu apakah akan kusimpan selamanya

Aku berharap disana, di ujung perjalananku..kelapangan yang
menanti.

 

Saat kulepaskan tali dan mulai mengurainya

Cinta itu harusnya membuatmu bahagia…

        

4 Tanggapan to “Jakarta, 4 Maret 2007”

  1. si Fandi 12/03/2007 pada 8:07 am #

    aku tak mengerti arti cinta, tapi aku mengerti kalau aku sedang jatuh cinta..
    mungkin orang akan memaknainya berbeda-beda,
    dan aku yakin ada makna suka dan lara..

    apakah hangat yang dirasakan ketika ada cinta itu karena kita sedang bermain-main dengan lidah api?
    Ntahlah neng..
    Akankah memaknainya secara keliru?
    Aku juga tidak tahu..

    Pilihan dan konsekwensi, satu kombinasi yang valid.
    Logika dan imagi selalu bergandengan..
    Dan aku setuju kearifan akan menjadi jembatan.

    Hidupku sendiri sangat penuh dosa..
    Aku hanya bisa memohon ampun tanpa berharap bisa masuk surga..
    Tapi aku yakin, jika jalan yang kupilih ini bisa berakhir indah dan akan memberikan aku surga di dunia..

    Dan saat juga kulepas tali dan mulai mengurainya.
    Cinta ini bisa membuatmu bahagia..

  2. Ade 16/03/2007 pada 10:30 am #

    Dikala rasa cinta itu datang…

    Datang pula kebahagiaan pada diri yang tidak luput dari dosa…

    Dikala rasa sayang itu hadir…

    Hadir pula ketenangan hati dan jiwa hingga ku berani meraihnya…
    Tuk selamanya dalam hidupku…

    Bersamamu…Ku kan hadir di sisimu cinta…

    Luv u much🙂

  3. Melan 18/04/2007 pada 11:46 pm #

    wow, ada……nih🙂
    yooo vi, kau pasti bisa hehehhe

  4. ' ' D' Vie 09/05/2007 pada 9:06 am #

    Makasih mel…
    maksih semuanya buat teman2 yang dah support….

    Bukannya Cinta sebenarnya hanyalah kepada SANG PENCIPTA. Cinta kepada manusia hanyalah semu adanya…Cinta kepada Manusia adalah salah satu cara mencintai Allah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: