Kaleidoskop 2006 – Refleksi 24 Tahun…Aku bukan satu2nya orang yang bodoh di dunia ini

18 Des

Menjelang 24 Tahun….
Menjelang akhir tahun 2006….

Statusku masih belum menikah, perempuan yang bekerja dan bahagia dengan hidup yang dijalaninya. Merasa bersyukur atas setiap karunia yang ada, atas semua cinta yang telah dilimpahkan, dan atas semua kebersamaan yang telah dijalani.

What next?
like always…mencoba mereview semua hal yang sudah dialami dan dihadapi tahun ini. Mencoba mencari makna yang mungkin saja terselip diantara kepongahan sebagai manusia.

Tahun ini…adalah tahun kelulusanku dari sebuah universitas negeri di Bandung. Tahun ini adalah wisuda pertama yang aku jalani, pengganti wisuda SMA dimana aku lebih memilih pergi ke Bandung untuk melanjutkan sekolah dan menenangkan diri, 6 tahun yang lalu.Tahun ini aku sudah berganti 4 (empat) pekerjaan, dan sudah 6 perusahaan yang aku masuki.

Tahun ini kakakku menikah setelah masa pro dan kontra yang cukup lama, kurang lebihnya 7(tujuh) tahun. Tahun ini aku bertemu dengan calon mertua;p Tahun ini pun hatiku sempet terluka dan berdarah-darah karena laki-laki, kemudian disembuhkan oleh akal sehat dan Allah SWT.

Tahun ini teman akrabku ada yang naik haji (pengennya ke rumah Allah…). Tahun ini aku menginjakkan kaki di jakarta, meninggalkan Bandung yang sudah 6 tahun menjadi tempat tinggalku. Tahun ini aku banyak belajar dan banyak bertemu orang hebat. Great Year ever…!!

Tahun ini masalah poligami sedang naik daun, tak kalah hebatnya dengan gejala poliandri di milis debater yang aku ikuti, yang mana topik tersebut diposting oleh orang yang belum mengenal dunia “english debate“. Well…lets say (kata salah seorang debater)  itu adalah bukti dari tingkat kematangan yang dimiliki oleh masing2 orang. what a topic…!!

Tahun ini pemerintah masih banyak mengulangi kesalahan dalam menjalankan roda pemerintahan, apalagi menurut aku sebagai orang yang pekerjaannya cukup dekat dengan pemerintah sebagai oposisi.Yaa..gitu deh kerja untuk orang banyak:)

Tahun ini aku banyak menemukan fakta lucu tentang hubungan laki-laki dan perempuan. Aku banyak mendapatkan fakta tentang sebuah perbedaan yang seharusnya mendatangkan kelengkapan bukannya perseteruan.
Lewat semua perjalanan yang ada, lewat sejarah yang terus berulang…aku sadari aku bukan satu-satunya orang yang bodoh di dunia ini. Kemudian ada seseorang yang selalu mengingatkanku untuk tertawa ketika menghadapi masalah apapun.
Hahaha…Terimakasih kawan!!

Yang aku maksud bodoh disini dalam urusan cinta. Sejujurnya cinta bisa menjadi energi pendorong atas kinerja manusia…baik itu karena dicintai maupun disakiti oleh cinta itu sendiri. Orang bilang cinta itu akan sangat menyakitkan apabila kita terlalu mencintai penyebab rasa cinta itu sendiri….(hahaha…inilah salah satu topik diskusi dengan mas Jessa, salah satu dosen filsafat  di jakarta dan seorang pemerhati filsafat yang lain).
“Apakah yang menyebabkan bendera itu berkibar?? Jawabnya adalah pikiran manusia…kenapa? kalau manusia tidak menamakan bendera yang tertiup angin dengan berkibaR,  misalnya berlari…maka nama bendera yang tertiup angin itu namanya akan menjadi berlari. Yah..karena begitulah sifat bahasa…Bahasa itu arbitrar, bahasa itu manasuka.Manusia lah yang memberikan nama kepada suatu benda ataupun perbuatan”.

Kembali lagi kepada fakta yang ada, masih teringat dua pernyataan temanku dan baru saja kusadari maksudnya:). “Dev, kenapa lo bisa sesetia ini (pertanyaan klise yang diajukan semua orang)?. Ok, lo berhak untuk menentukan jalan hidup dan pilihanmu. Satu yang pasti…laki-laki yang sudah menyakitimu adalah orang yang ‘bodoh’. Dia bakalan rugi banget dah nyakitin lo! Dia adalah orang yang ga bisa menghargai begitu banyak hal berharga dan keindahan yang ada pada dirimu”. Benar2 komentar pelipur lara….

Seorang lagi berkata, “Ok, lo bodoh tetep memilih dia, tapi cowok yang lo pilih itu lebih bodoh lagi karena ga bisa melihat kasih sayang yang sudah lo berikan. Dan yang lebih bodoh dari semua itu adalah perempuan-perempuan lain yang masih mau menerima dia atau menyimpan rasa cinta sama dia padahal mereka sejujurnya sudah tahu kalau sebenarnya cowok yang lo pilih itu udah jadian ama lo, dan selama ini menjadikan mereka yang kedua. Well ternyata masih ada orang yang lebih bodoh dari lo”. Aduhhh..mbak, Ita…dalem banget ngomongnya;p

Well..apapun yang dikatakan orang, semua orang pasti mengetahui reaksiku selanjutnya. Aku cuma tersenyum dan berkata…this is my choice. Thanx God, aku bukan satu2nya orang bodoh di dunia ini!!;p

Tahun ini setidaknya aku sudah bisa menorehkan sesuatu yang berarti untuk orangtuaku. Tahun ini setidaknya aku sudah bertambah dewasa dan sanggup memafkan diriku sendiri. Tahun ini semua yang tercatat sudah memberikan pengalaman yang berharga untuk diriku sendiri…Tahun ini hari2ku dipenuhi oleh Cinta dan Persahabatan. Aku mencintaimu HIDUP…
VIVA VITAE…


Jakarta, 20 Desember 2006
Mendung, menjelang keberangkatan ke JATIM

Satu Tanggapan to “Kaleidoskop 2006 – Refleksi 24 Tahun…Aku bukan satu2nya orang yang bodoh di dunia ini”

  1. ' ' D' Vie 09/05/2007 pada 9:02 am #

    Jika kita menilai diri sendiri bodoh..tentu ada dampaknya dalam kita memaknai diri sendiri dan cara kita bergaul di masyarakat.

    Rasa Cintaku telah membuatku bodoh..ya, aq akui itu…Namun dari kebodohan dan kelalaian itu aq belajar banyak…I don’t care what people think about me..let they think as huge as they want…Hidupku toh tak ditentukan oleh pemikiran orang, dari setiap perang pemikiran yang ada toh harus kita sendiri yang memutuskan ingin memilih yang mana….

    I don’t get the to you..coz u don’t want me too. U want everything to be over..then its over…I give what you want.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: