PESAN ALLAH UNTUK MANUSIA

21 Nov

                                      AN NISSA: QS 04

40. Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.

45. Dan Allah lebih mengetahui (dari pada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).

49. Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih?. Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikitpun.

62. Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna".

63. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.

————————————————————————————–


"Baru-baru saja ada orang yang berdiskusi dengan saya tentang arti balas dendam. Dia bilang, balas dendam itu tidak boleh!! Wah kalau menurut saya pribadi, siapa bilang itu tidak boleh. Allah saja memperbolehkannya, namun memaafkan memang lebih baik adanya daripada membalas dendam. Itulah yang selama ini salah kaprah adanya…Hidup itu ga cuma nrimo, kita juga harus memperjuangkan apa yang menjadi prinsip dan keinginan kita…

Allah sendiri berfirman balas dendam tentang suatu hal yang benar itu boleh hukumnya. Salah satunya bisa kita lihat dalam Surat An-Nisa ayat 63 diatas. Nabi Muhammad SAW pun pernah bersabda, andaikata putrinya Fatimah Az Zahra melakukan perbuatan mencuri maka potonglah tangannya. Ada juga hukum Allah yang dinamakan Qishash, apabila kita terbukti membunuh..maka keluarga korban juga punya hak yang sama untuk meminta pertangung jawaban nyawa kita…Adilkah ini?? Saya rasa sangat adil sekali…Dan harusnya inilah yang menjadi patokan sistem peradilan di muka bumi, karena hukumnya langsung datang dari Allah, bukan buatan manusia yang demi kepentingannya dapat memanipulasi apa yang disebut kebenaran dan hukum itu sendiri.

Namun tidak hanya itu, Allah bahkan menempatkan dua malaikat penjaga dan pencatat segala amal kita, Rakib dan Atid, agar semua amal umat manusia dapat dibalas dengan seadil-adilnya oleh Allah Swt. Jadi nikmat Allah yang mana lagi yang akan kita pungkiri…?? Bukankah kita harusnya bersyukur atas tegaknya keadilan Allah?

Kembali lagi pada esensi memaafkan..banyak orang yang repot bertanya kepada saya (karena baru2 ini saya ditimpa masalah yang cukup pelik) "kenapa kamu ga balas dia dengan hal yang sama?", "kenapa kamu memaafkan dia?". Yah…berhubung saya orang yang nyantai dalam menghadapi masalah, maka saya jawab.."Untuk apa saya repot2 membenci dia, itu hanya buang2 energi saja. Untuk apa saya melakukan hal sama seperti yang dia lakukan, itu hanya akan menjadikan saya sama buruknya seperti dia.Saya memaafkan dia karena Allah (Allah saja Maha Pemaaf…kenapa saya tidak belajar mencintai Sifat Allah yang satu ini?) Namun begitu…tetap saja apa yang sudah dia dilakukan tidak dapat terhapus karena sudah tercatat di buku hidup dan dalam memori otak saya. Adapun hanya karena Syafaat Allah saja kita dapat terselamatkan di akhirat nanti akibat perbuatan kita menyakiti orang lain. Hanya Allah yang berhak menentukan kapan, siapa, dan dimana pertolongan itu akan DIA berikan."

Maka dari itu, kenapa saya repot2 ngurusi urusan dia "orang2 yang sudah menyakiti saya"…lebih baik Allah saja yang membalas perbuatan orang2 yang sudah berbuat tidak menyenangkan itu. Saya yakin balasan itu akan diberikan dengan seadil-adilnya oleh Allah. Esensinya sama dengan hukum karma toh…apapun yang kita lakukan di dunia ini, pasti akan kembali kepada diri kita sendiri. Amin ya Robbal Alamin. Semoga kita selalu dihindarkan dari perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Dunia ini sudah terlalu penuh oleh orang2 yang terzalimi dan teraniaya. Mengapa kita harus memilih menjadi salah satu orang yang berbuat zalim dan dilaknat Allah?"


November, 21st, 2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: