Doa Kecil Untuk Malaikatku

25 Okt

Doa Kecil Buat My Little Angel’s

Pagi ketika kutulis surat ini, matahari cerah
sekali, langit bersih dan aku merasa pikiranku
cukup jernih untuk melakukan semua hal yang aku
rencanakan hari ini. Sudah agak lama kita tidak
bertegur sapa, lewat apapun, hingga akhirnya aku
tulis surat anonim buatmu ke ruang publik seperti
ini, berharap suatu saat energinya akan pernah
menyentuhmu entah dengan cara apa.

Kadang semua ini terasa seperti siklus yang
berulang, ketika kita merasa pada suatu saat kita
sampai lagi pada situasi yang sama.
Membicarakan hal ini dengan seorang teman
dekat, kami lalu jadi tergelak, ternyata dari semua
skenario yang pernah aku bayangkan, pembuat
skenario agung selalu punya skenario yang lebih
bagus. Bahkan aku rasa, Dia punya sense of
humor yang jauh lebih menarik dari yang kita
bayangkan. Bahan candanya adalah hidup kita
sendiri, sering kita tidak cukup fair dengan
banyak hal, dan Dia masih saja berlaku adil dan
bijak dengan caraNya sendiri.

Ada senandung Dionne warwick di belakang
kepalaku, "I say a little prayer for you". Sebuah
lagu sederhana dengan lirik memikat. Semuanya
serba sederhana, hanya doa-doa kecil buat
kekasih kita yang kita ucapkan sepanjang waktu.
Doa adalah harapan, adalah medan energi yang
lingkarannya sering melampaui apa yang di dunia
nyata sering kita abaikan. Jadi kadang kita
pahami seperti sesuatu yang ada di seberang
kenyataan. Padahal mungkin tidak sepenuhnya
begitu. Beberapa kali aku membuktikan, kerja
metafisik kita itu jika dilakukan dengan penuh
kesungguhan dan ketulusan seperti semestinya,
hasilnya benar-benar nyata. Ya, senyata pikiran
dan harapan itu sendiri, dan terjadi pada saat kita
justru berlepas bebas dengan hasil yang kita
bayangkan.

Padamu sayang, kenyataan itu serasa bertingkat.
Dibukakan pelahan, satu demi satu, semua yang
pernah berlaku atasmu dan membuat aku sering
tidak mengerti. Setahap demi setahap aku
diajarNya untuk memahaminya. Tapi masih juga
aku terlalu tolol untuk itu semua, hingga kulakukan
apa yang tak semestinya aku lakukan terburu-
buru. Begitulah kamu menjauh dariku ketika
keraguanku mulai datang. Aku ingat ketika
keyakinanku makin tebal, makin dekat pula kamu
denganku, dan membuka misterimu satu demi
satu. Beberapa teman sudah bilang, bahwa aku
nekat. Ah tapi apalah arti itu semua? Aku cuma
merasa ada yang istimewa di antara kita, ada
senyummu yang selalu aku bayangkan merekah
seperti senja merah itu. Then seize the day!

Kemarahan selalu bisa jadi sumber energi tapi
aku selalu terlambat menyadari bahwa itu juga
bisa begitu mudah menghancurkan semuanya.
Tak ubahnya adalah pengaruh buruk yang
menajamkan pisau yang menggarit luka dan
ketakutanmu. Sungguh aku sesalkan semuanya,
ketika akhirnya aku sampai disini. Terlempar ke
jurang rindu yang merentang dari kemarahanku
dan kebencianmu tentang hal itu.

Sungguh, tiap saat setelah aku sadari semuanya,
aku kirimkan doa kecil yang kuselipkan tiap saat,
sambil kukenang semua yang indah yang bisa
kukenang dari kehadiranmu. Aku mencoba
menghubungkan energi yang kuperoleh dari
kehadiranmu untuk mengusir rasa gelisah dan
marah yang kupikirkan di lingkaranmu.

I run for the bus dear

while riding it I think of us dear

Teruntuk Kekasihku

My Little Angel’s

* kiriman dari seorang teman:)
Untuk orang-orang yang kusayang, aku selalu mencoba memahami kalian. Salam Rindu….dimanapun kalian berada. Aku selalu berharap bisa selalu menghabiskan waktu bersama kalian. Peluk dan Cium penuh kehangatan dari lubuk hati semoga dapat tersampaikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: