SEMESTA BERTASBIH

20 Okt

   

                    SEMESTA BERTASBIH


"Semoga ibroh ini selain bisa dinikmati oleh diri saya sendiri, juga bisa dinikmati oleh orang lain. Kesadaran yang menjadi pengingat akan setiap jejak yang sudah saya torehkan di dunia ini!"

Ini adalah judul sebuah album religi, tapi kenyataan bahwa semesta selalu bertasbih kepada penciptanya, Allah Swt, memang tidak bisa dipungkiri.

"Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada satu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun (QS. Ar Ra’d: 44)

Pernahkah kita sadari wahai manusia, bahkan anggota tubuh kita sendiri selalu mengguratkan Asma Allah dalam setiap sisinya? Lihatlah tangan dan kaki kita semua, manusia…apabila ditarik sebuah garis dari ujung kelingking sampai ujung ibu jari, maka akan kita dapati tulisan dalam bahasa arab berlafal "4JJI". Dan lihatlah, manusia…apabila kita membuka telapak tangan, disana tergurat pada telapak tangan kita, angka 18 dan 81 dalam angka arab, yang apabila dijumlahkan..akan setara dengan sifat-sifat Allah yang Mulia, Asmaul Husna.

Subhanallah…bahkan kaki dan tangan kita saat melakukan setiap kegiatan di dunia, misalnya berjalan di bumi Allah ini, selalu menyebut Asma Allah. Bagaimanakah dengan bagian tubuh kita yang lain? Sudahkah hati kita, mulut kita, selalu melafadzkan dzikir kepada Allah Swt?. Karena sesungguhnya manusia adalah makhluk Allah yang diciptakan ke dunia ini untuk menjadi khalifah, pemimpin. Namun hal tersebut bukanlah alasan bagi manusia untuk bersikap congkak dan sewenang-wenang, sebab ada kalanya DOA makhluk-makhluk lemah justru menjadi penghantar turunnya karunia Allah.

Alkisah Nabi Sulaiman as keluar bersama para pengawalnya untuk berdoa pada Allah agar diturunkan hujan. Di tengah perjalanan menuju tempat shalat, ia melihat seekor semut mengangkat kedua kakinya sedang berdoa pada Rabb yang memiliki kelembutan. Nabi Sulaiman pun berkata, "Wahai umat manusia sekalian, kembalilah kalian, telah cukup bagi kalian doa yang dilakukan oleh makhluk lain selain kalian". Kemudian mulailah hujan turun berkat doa semut tadi, yang bahasanya bisa dipahami oleh Nabi Sulaiman as. Kisah ini membuktikan bahwa doa sesekor semut pun didengar oleh Allah Swt, dan dimuat di Al Quran dalam surat An Nahml.

Kita tentu tidak lebih kuat dari kilat dan guruh, yang tunduk bertasbih dengan memujiNya. "Dialah yang memperlihatkan kilat kepadamu (yang menimbulkan)ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung. Dan guruh bertasbih dengan memujiNya, dan para malaikat takut kepadaNya (Qs. Ar Ra’du)

Kita tentunya juga tidak lebih perkasa dari langit dan bumi, yang lebih suka hati tunduk padaNya. "…lalu dia berkata kepadanya (langit) dan kepada bumi: Datanglah kau keduanya menurut perintahKU dengan suka hati atau terpaksa. Keduanya menjawab: ‘kami datang dengan suka hati’". (QS. Fush Shillat)

Kita bukannya tidak pernah tersadarkan oleh sebuah peristiwa atau keanehan alam yang menuntut kita mengakui kebesaran Allah, namun kita seringkali tidak berani menghadapi resiko dan konsekuensi dari kesadaran kita sendiri. Namun, dengan kesadaran itu sepertinya terlalu banyak kesenangan duniawi yang harus kita tinggalkan. Kita belum sanggup secara total menghadapi resiko itu. Kita memerlukan keberanian agar kita selalu dapat bertasbih sebagaiman makhluk-makhluk itu tiada pernah bosan bertasbih.

Dan Ingatlah manusia, bahwa bersama kesadaran kita yang mulai terbangun, ada banyak godaan yang harus dijauhi secara total. Apabila tidak, maka kesadaran yang belum berakar akan mudah tercerabut oleh dorongan nafsu yang lebih kuat. Itulah yang membuat kesadaran kita tidak dapat berumur panjang dan terlalu cepat mengendur. Mudah-mudahan kesadaran itu menghampiri kita, dan selalu tertanam dalam jiwa kita. Amien.

Bandung, Jum’at, 20 Oktober 2006
– Devi Ratnaning Ayu –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: