SURAT TERBUKA KEPADA NEGARA

1 Agu

                                                   

                                                 SURAT KEPADA NEGARA

Kepada pemimpin negaraku
Sebagai rakyat aku ingin hidup di negaraku ini tanpa merasa takut akan hidup itu sendiri.
Dan aku ingin hidup tanpa merasa was-was akan ditelantarkan oleh orang yang mengaku satu negara denganku.

Wahai pemimpin negaraku
Apakah kalian masih mempunyai pendengaran yang jelas untuk dapat mendengar suara-suara rakyat?
Bukan suara rakyat konglomerat yang demi mewujudkan keinginannya rela mengorbankan orang lain
Bukan suara rakyat yang disebut anggota dewan dan merasa kehidupannya menderita dengan rumah dan mobil dinas, serta mesin cuci yang bersumber dari dana cucuran keringat rakyat

Kalau pendengaran kalian terganggu…..
Sebagai seorang manusia yang baik maka aku sarankan baginda sekalian memeriksakan diri kepada dokter ahli telinga dan syaraf
Pastikan pada dokter ahli syaraf bahwa baginda sekalian masih waras dan mempunyai konektivitas neuron yang memadai
Sehingga dapat menjalankan tugas dengan baik dan benar.

Kepada pemimpin negaraku
Aku ingin mengajukan suaraku kepadamu
Tolong beri pemberitahuan kalau suaraku ini masih belum terdengar ya?!

Pertanyaan pertama….
Bagaimanakah supaya negaraku ini dapat maju dan sejahtera?
Aku rasa jawabannya bukan dengan menambah utang negara kan….
Bagaimana kalau jawabannya dengan memberantas korupsi beserta orang-orang tamak di dalam negaraku ini?
Apakah pemimpin-pemimpin negaraku mengetahui bagaimana caranya…..?
Sebagai masyarakat yang awam aku rasa jawabannya dengan mencerdaskan masyarakat negaraku ini.
Tidak cuma otaknya saja yang diisi dengan ilmu, tapi hatinya juga harus diberi pengertian tentang kehidupan itu sendiri.
Jadi pendidikan bukan saja mencekoki pikiran anak-anak bangsa tentang ilmu-ilmu standar, tapi juga kepribadian yang baik, dan sportivitas.

Janganlah kalau terbukti bersalah atau tidak bisa memenangkan pemilihan malah membunuh orang yang dianggap menghalangi rencana itu ataupun menyuapnya di pengadilan dengan uang…
Itu dinamakan tidak bisa menerima kenyataan alias nol sportifitas
Kalaupun berhasil menjadi pemimpin malah memakan dana amanat rakyat tersebut.
Amit-amit jabang bayi tujuh turunan….
pastinya kalian tidak akan didoakan selamat dunia akhirat oleh rakyat.
Kalau yang seperti itu berarti kalian bukan pemimpin yang baik, tidak patut untuk digugu dan ditiru alias tidak patut untuk jadi pemimpin!

Pemimpin negaraku…
Kalau ingin rakyatmu maju, maka alokasikanlah dana kesehatan dan pendidikan di negaramu ini secara besar-besaran.
Tegaskanlah pada bawahanmu bahwa kucuran dana tersebut tidak perlu dipotong biaya operasional sana-sini sebagai kamuflase dari caplok mencaplok dana
Sistem pemerintahan yang pintar adalah sistem yang menanamkan rasa berkorban demi masyarakat banyak, demi kesejahteraan umat, bukan untuk diri sendiri maupun golongan.
Apakah pernah egkau bayangkan pemimpin negaraku…
Tentang si Buyung yang terkena busung lapar dan tidak sempat menorehkan tinta dalam kehidupannya?
Pernakah teringat padamu pemimpin negaraku, tentang si Upik yang enggan sekolah dan bergaul karena terkena penyakit kulit, bibir sumbing, ataupun yang lainnya?
Tidakkah engkau menaruh rasa iba pada bapak yang matian-matian bekerja namun karena kerasnya bekerja beliau malah meninggal sedangkan yang tertinggal adalah anak-anak terlantar yang menjadi anak jalanan sekedar untuk bertahan hidup?
Sanggupkah engkau bayangkan betapa terlunta-luntanya nasib rakyatmu yang terkena bencana dan hanya bisa hidup dengan mengandalkan bantuan dari pemerintah?

Insyaflah pemimpin negaraku….
Masyarakat yang sehat dan sportif mengarah pada masyarakat yang cerdas.
Masyarakat yang dapat meningkatkan taraf hidupnya secara kreatif.
Masyarakat yang terampil dan pandai tentu saja hasil dari pendidikan orangtua dan sekolah.
Untuk memajukan mutu pendidikan di negaramu maka didiklah sekolah-sekolah dan guru di negaramu itu.
Tambahlah kesejahteraan mereka sehingga mereka terhindar dari melakukan korupsi.
Bagaimana anak-anak kita tidak menjadi koruptor kalau di sekolah telah terbiasa dengan korupsi? Ternyata korupsi pun dapat dicegah sejak dini!

Siklus kehidupan yang terus berjalan akan membuat generasi negaraku yang cerdas dan bermoral ini menjadi orangtua  dan melahirkan generasi selanjutnya
Dan tentu saja…setiap generasi mempunyai mempunyai peran dalam kehidupan.
Karena setiap generasi terus memutar roda zaman.

Ah ternyata pertanyaanku hanya satu pemimpin negaraku…
Tapi dengan satu pertanyaan aku rasa cukup untuk membuktikan rasa kepemilikkanku terhadap negara ini.
Dengan satu pertanyaan ternyata dapat melahirkan banyak pertanyaan.
Apakah Baginda mampu memberikan jawab atas satu pertanyaanku tersebut?
Apakah juga akan dijawab dengan satu jawaban?
Aku tidak ingin janji pemimpinku, aku ingin melihat aksimu….
Sehingga di hari akhir nanti aku bisa bersaksi atas diriku dan dirimu
Akankah aku dapat melihat negaraku ini maju dan sejahtera wahai pemimpin negaraku….??

Bandung, Medio Agustus 2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: